
"aku tak bermaksud menyakiti adikmu, tapi bisakah kau melepaskan aku, aku hanya ingin memilikinya saja," jawab Nicole sambil menahan kesakitan nya.
"sudah ku katakan berkali-kali padamu, jika kau ingin merusak kebahagiaan nya maka aku sendiri yang akan merusak dirimu, atau kau ingin mencobanya," kata pria itu tak sedikitpun memaafkan Nicole.
Nicole tak menyangka jika dia juga akan berakhir seperti ini, dia tak menyangka pria kejam di depannya itu adalah kakak dari Jasper.
sedang di markas, Laura sedang ketakutan karena suara gonggongan anjing yang makin keras terdengar.
Aisyah meliht kearah Jacob yang tersenyum, "mas lepasin mbak Laura, ini terlalu kejam," kata Aisyah.
"tidak, aku belum pus memberi dia pelajaran, dan ku takut lain kali dia bisa melukai mu lagi," jawab Jacob.
"kalian ini terlalu kejam, Jacob lebih baik kau kirim dia pulang, dan kirim dia pergi jauh bersama suaminya," usul Jessica.
"itu ide yang bagus mas, lepasin ya," mohon Aisyah.
"baiklah demi kedua wanita yang aku sayangi ini, Ale kirim dia pulang, buat dia dan keluarganya ke pedalaman dan tak bisa keluar lagi," perintah Jacob.
"baik bos," jawab Ale.
Laura langsung di bius kembali, Ale dan para teman-teman nya membawa Laura pergi.
sedang Jacob dan Aisyah bergabung dengan Jasper dan Jessica, mereka pun menikmati waktu mereka berempat.
Aisyah tak menyangka jika Jessica dan Jacob bisa sebaik ini, bahkan Jasper yang terlihat dingin tapi juga begitu bersahabat.
sedang di villa, Aline begitu kesal karena Kennard menghilang tiba-tiba, untung putranya bersama kakeknya.
"dia hilang kemana sih?" gerutu Aline.
Aline pun menghampiri Rissa yang tengah bersama Mecha yang merencanakan untuk pesta pernikahan kedua saudara kembar itu.
"mommy, Mecha apa kalian lihat kak Ken?" tanya Aline saat sampai di ruang keluarga.
"sepertinya tadi mereka berdua keluar bersama, oh ya kak Louis bersamanya Aline," jawab Mecha.
"orang itu, kenapa tidak di angkat telpon ku," kesal Aline.
"sayang tenangkan dirimu, mungkin mereka sedang bertemu klien atau sedang rapat," kata Rissa.
"baiklah, tapi aku ingin keluar sebentar ya mom, Mecha mau ikut apa tidak?" tanya Aline.
__ADS_1
"sepertinya tidak ah, kedua putriku sedang tidur, takutnya mereka bangun dan menangis," jawab Mecha.
"ada mommy, kalian pergilah, biar mommy tang menjaga Dita dan Velo, jangan lupa beli makanan Korea seperti kemarin ya," pesan Rissa.
"siap mommy," jawab Aline.
kini keduanya menyusuri jalan untuk menuju ke sebuah super market, mereka memilih membeli buah dan beberapa jenis makanan instan.
tapi sayangnya saat akan pergi mereka melihat mobil dari Ken yang menyalip mobil mereka.
Aline pun langsung mengejar mobil itu, mobil Kennard terlihat begitu mengebut dan berbelok ke sebuah rumah sakit.
Aline dan Mecha saling tatap, mereka pun terus mengikuti kemana Kennard dan Louis, tapi mereka kaget saat melihat Louis mengendong seorang wanita hamil.
Kennard pun mengikuti dari belakang, Aline dan Mecha pun memutuskan untuk mengikuti keduanya masuk ke rumah sakit itu.
"maaf tuan, posisi bayinya tak mungkin melahirkan secara normal, jadi kita harus melakukan operasi untuk menyelamatkan keduanya," kata dokter.
Kennard dan Louis saling lihat, pasalnya mereka hanya membantu wanita itu.
"tolong lakukan yang terbaik dokter," jawab Louis.
sedang Mecha tak menyangka jika Louis bisa berbuat seperti ini meski mereka sudah memiliki dua orang putri.
"Kya.. apa yang kalian katakan, kalian gila hah!" teriak Aline.
mendengar teriakkan itu, Kennard dan lupus langsung menoleh, mereka berdua terkejut melihat Aline dan Mecha di belakang mereka.
"kenapa kalian disini?" tanya Kennard.
"jika kamu taksi sini, kami tak akan pernah tau kelakuan kalian, jadi siapa dia?" tanya Mecha.
"sayang, ini bukan seperti itu, kami hanya menolongnya, dia tadi mau melahirkan dan kami membawanya kemari," jawab Louis menjelaskan.
"tapi kamu terlihat begitu khawatir, Jangan-jangan dia..." lirih Mecha sudah menangis.
"sayang ini bukan seperti yang kau pikirkan, Kennard bantu aku menjelaskan," kata Louis sudah panik.
"kau tak lihat, aku sendiri dalam masalah," bisik Kennard.
Aline tak banyak bicara, dan langsung menjewer telinga suaminya itu dan membawanya ke tempat sepi.
__ADS_1
"jelaskan?" kata Aline.
"kami bertemu dengan wanita tadi saat di jalan akan pulang, dia terlihat kesakitan di pinggir jalan, dan kami pun memilih membantunya dan membawanya kemari, aku hanya kasihan dia begitu kesakitan tadi," jawab Kennard.
"ya Tuhan, kalian tak tau siapa wanita tadi, dan berani menolongnya," kata Aline kesal.
"sayang dia ingin melahirkan, dan kami masih punya hati, dan lagi dia begitu lemah, aku hanya membayangkan jika itu kamu, apakah ada yang menolong," kata Kennard.
"baiklah, ayo ke dalam, semoga operasinya berjalan dengan baik," kata alone luluh.
mereka pun bergabung dengan Louis dan Mecha, tak lama ada seorang pria yang terlihat begitu panik.
"maaf apa kalian yang tadi menolong istriku," katanya pada Louis.
"apa anda suami dari Annisa Putri?" tanya Louis.
"iya mas, saya David Handoyo, bagaimana keadaan istri saya mas?" tanya David panik.
"dia sedang menjalani operasi sesar, dan bagaimana anda bisa meninggalkan istri yang akan melahirkan berjalan sendiri," kata Mecha geram.
"maaf mbak, sebenarnya bukan maksud saya membiarkan dia berjalan sendiri, tapi saya tadi ada pekerjaan mendadak, dan tak menyangka keluarga saya membiarkan dia seperti ini," kata David sedih.
"apa keluarga kalian tak merestui hubungan kalian, hingga bisa seburuk itu memperlakukan menantu mereka," tanya Aline.
"tidak, awalnya semua menyukai Annisa tapi saya tak mengerti pada mereka akhir-akhir ini yang terlihat begitu dingin pada Annisa," jawab David.
"sudahlah, kota berdoa saja ya pada Tuhan untuk keselamatan keduanya," kata Louis.
setelah satu jam terdengar suara tangisan bayi, dan David begitu bahagia mendengarnya, seorang suster membawa bayi mungil itu keluar.
David langsung mengazani bayi itu dengan penuh haru, bahkan Aline dan Mecha ikut menangis mendengarnya.
saat selesai David kembali menyerahkan bayi itu pada suster, "suster bisakah kita lakukan tes DNA pada bayi ini," kata David mengejutkan semua orang.
"kau gila ya, dia putra mu dan ingin melakukan tes DNA, kau meragukan istrimu sendiri," kaya Kennard kesal.
"tidak bukan seperti itu, aku hanya ingin membuktikan pada keluargaku jika dia memang bayi ku, bukan seperti yang mereka tuduhkan pada istriku selama ini," kata David.
"baik tuan, sebaiknya anda juga memberikan sampel untuk proses pencocokan DNA," kata suster.
sedang Aline tak menyangka ada keluarga yang begitu buruk pada menantu mereka sebdiri, bahkan sampai suaminya pun harus melakukan ini semua demi istri dan anaknya.
__ADS_1