
setelah kepergian Ken dan Aline, Deren memberi kabar pada Rissa jika kedua anaknya melakukan tes kesuburan.
Rissa begitu marah saat mengetahui hal itu. apalagi pernikahan Aline dan Ken yg baru seumur jagung.
Rissa meminta Deren untuk memberi tahu semua hal yg terjadi dengan hasil lab dari keduanya.
sedang sepasang kekasih sedang menikmati waktu bersama setelah kesedihan selama ini.
malam itu Ken begitu bahagia bisa melihat senyum istrinya yg kembali di wajah cantik itu.
" sayang mau makan di sana." tunjuk Ken di sebuah penjual nasi goreng Pinggir jalan.
" tentu mas." jawab Aline tersenyum.
mereka pun mendekat ke penjual nasi goreng itu, Aline duduk lesehan sedang Ken yg memesan.
" pak nasi goreng spesial satu dan mie goreng spesial satu ya." pesan Ken.
" baik den. Monggo silahkan duduk dulu." kata si penjual itu.
kini Ken duduk bersebelahan dengan Aline yg tengah memainkan ponselnya. Ken merebut dan berselfi dengan Aline.
tanpa mereka ketahui ada dua pasang mata yg terus menatap kearah pasangan suami istri yg tengah tertawa bersama itu.
" itu bukanya Aline dan bos besar?" kata Feby menunjuk ke arah Aline dan Ken.
" eh.. seperti nya iya, tapi bukankah suami Aline sedang di Jepang?" jawab Aryo.
" jangan jangan.." kata Feby menggantung.
" jangan asal bicara kamu, Aline bukan gadis yg seperti itu." bela Aryo.
" tapi kalau tak berselingkuh terus itu apa Aryo!" kata Feby dengan suara yg meninggi.
" lebih baik kita hampiri mereka saja dan bertanya." kata Aryo yg kini menghampiri Ken dan Aline.
" malam pak bos dan Aline." sapa Aryo saat berada di dekat pasangan itu.
Aline kaget melihat Aryo dan Feby yg berada di samping mereka. sedang Ken tersenyum melihat kedua karyawan nya itu.
" malam Aryo dan Feby, kalian sedang berkencan kah?" tanya Ken.
" kami hanya sekedar lewat setelah dari mall bos. kalian berdua sendiri?" tanya balik Aryo.
__ADS_1
sedang Aline memasang wajah kikuk karena Feby terus menatap tajam padanya.
" aku hanya menikmati waktu dengan istriku." kata Ken merangkul Aline.
" Apa!" teriak Feby dan Aryo bersamaan.
" ah.. pak bos jangan bohong lah, kapan kalian menikah setahuku suami Aline itu keturunan Jepang." jawab Feby.
" sebenarnya itu paman ku yg keturunan Jepang Dan gadis yg pernah kita temui dan ku panggil aunty itu adalah istrinya." jawab Aline menjelaskan.
" jadi suamimu?" tanya Aryo.
" pak bos besar, kami menikah dan belum mengadakan resepsi." jawab Aline mengacungkan dua jari berbentuk huruf V.
" Aline. kenapa kau membohongi kami, kau tega sekali." kata Feby geram.
" maaf kan aku, jika aku bilang aku istri bos kalian akan memperlakukan ku dengan hormat, padahal aku ingin kalian bersikap biasa padaku." jawab Aline.
" sudah-sudah kita makan dulu aja, karena aku sudah lapar. pak nambah dua sama ya." kata Ken pada penjual.
" siap den.." jawab si penjual.
" ngomong ngomong pak bos dan Bu bos dari mana nih?"tanya Aryo.
"kami dari rumah sakit untuk melakukan general cek up." kata Ken.
" jangan bilang Aline yg memaksa pak bos melakukan karena belum hamil." tebak Feby.
" bagaimana kak Feby tau?" tanya Aline.
" Aline aku tau kau bad mood karena belum hamil kan. karena aku tak sengaja menangkap kamu sedih saat melihat wanita hamil saat kita di cafe kantor." jawab Feby.
Aline hanya mengangguk. sedang Aryo langsung tertawa begitu keras. sedang Ken menatap Aryo binggung.
" hei kenapa kau tertawa seperti itu?" tanya Ken dengan suara yg sedikit tinggi.
" aduh maaf bos, aku hanya geli mendengarnya, kalian baru menikah 6 bulan bahkan sudah binggung, Aline bahkan orang tuaku dulu menunggu selama 10 th untuk hadirnya aku di keluarga mereka. jadi kau tenang saja pasti Alloh sedang memilih kan yg terbaik untuk kalian." kata Aryo.
" benarkah?" tanya Aline.
" iya Aline, bahkan orang tua ku juga sempat kehilangan 4 janin mereka sebelum aku hadir." tambah Feby.
" libatkan, tak semua pasangan menikah akan langsung di beri risky seorang anak, ada yg memang langsung tapi ada juga yg harus menunggu beberapa tahun atau bahkan harus menghadapi kehilangan terlebih dahulu. tapi kita sebagai manusia hanya bisa berdo'a dan berusaha tapi semua masih tetap takdir dan pemberian dari yang Maha Kuasa." jelas Aryo.
__ADS_1
" beh.. ustadz Aryo udah ceramah suka bener." kata Feby.
Ken mengenggam tangan Aline sedang Aline langsung menatap Ken. Aline kemudian mencium tangan Ken.
" maaf kan aku yg begitu sedih karena belum bisa hamil." kata Aline.
" iya sayang, dan selalu ingat kalau aku selalu mencintaimu apapun keadaan kita." kata Ken.
" aduh.. jadi nyamuk kita Aryo." kata Feby.
" iya nih.. kita kok kayak penganggu kemesraan orang gini sih." kata Aryo tersenyum
" hahaha maaf saya terbawa emosi dengan istri tercinta nih." jawab Ken.
" gak papa pak bos, kami tau kok jika kalian masih pengantin baru." kata Feby menahan senyumnya.
" baiklah.. kalian bisa meminta apapun dari ku, anggap saja hadiah karena sudah membuat istriku kembali tersenyum." kata Ken.
" boleh minta jam tangan yg seperti punya Aline." kata Feby.
sedang Aryo kaget dengan permintaan dari Feby. begitupun Aline tapi Ken malah tersenyum.
" tentu.. kau Aryo minta apa?" tanya Ken.
" emm.. terserah pak bos saja lah, saya bukan mata duwitan kayak gadis satu ini." kata Aryo sambil menoyor kepala Feby.
" baiklah besok biar Ozil yg mengantar hadiah kalian. sekarang kita makan dulu." kata Ken.
mereka berempat pun menikmati waktu bersama dengan hangat, bahkan Ken terus tertawa bersama kedua karyawannya yg begitu kocak menurut nya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih