Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_ keluarga kecil


__ADS_3

kini jadwal tuntutan yg di ajukan oleh Aurora.. entah mengapa Rissa tak ingin melihat nya secara langsung..


Rissa tau jika Aurora adl wanita yg pernah menyukai Ardi.. Rissa merasa lelah terus menghadapi semua musuh yg datang dari orang terdekatnya..


" mommy tak ingin ikut.." tanya James..


" maaf Daddy.. mommy sedikit merasa kurang enak badan.. entah kenapa.. " bohong Rissa..


" baiklah.. doakan kita agar bisa berkumpul kembali dan Daddy terbukti tak bersalah..." kata James..


" itu pasti.. aku mencintaimu..." kata Rissa..


Rissa mengeratkan pelukannya pada James seakan tak ingin berjauhan dari suaminya itu.. kini James mencium kening Rissa dan menuju ke pengadilan..


tanpa di duga Mark mengatakan jika Rissa harus datang karena ada sesuatu yg harus Rissa lihat sendiri...


Rissa akhirnya memutuskan datang meski langkahnya berat.. entah ada sesuatu yg mengganjal di hatinya..


Rissa terpaksa meninggalkan kedua putranya pada baby sitter dan juga pak Jay.. mobil Rissa menuju ke pengadilan..


kaki Rissa seakan tak ingin melangkah masuk.. tapi karena Mark mengatakan ada yg penting terpaksa Rissa turun..


saat berjalan sendirian Rissa merasa ada seseorang yang tengah berjalan mengikutinya..


Rissa menoleh dan tak mendapati orang di sana.. tiba tiba Rissa di tabrak oleh seorang yg mengunakan topi serta masker dan kaca mata hitam..


" sorry...." suara pria yg menabrak Rissa..


Rissa merasa familiar dengan suara itu.. Rissa melihat pria itu telah pergi.. entah kenapa Rissa merasa sedih..


Monica mengejutkan Rissa yg tengah melamun..


" Rissa.. ada apa.. kamu sudah di tunggu oleh Mark..." kata Monica..


" ya.. ya... ayo ke sana.. aku hanya sedang memikirkan sesuatu saja.." kata Rissa gelagapan..


Rissa menoleh kebelakang dan serasa ada yg aneh mengenai pria tadi..


Rissa masuk ke dalam ruangan tunggu bersama yg lain.. James kaget melihat Rissa yg datang.. Rissa mulai kembali berdiskusi dengan Mark..


James kagum dengan Rissa yg begitu hebat dalam menyampaikan ide untuk persidangan agar dapat dengan mudah mematahkan semua tuduhan..


kini semua menuju ruang sidang.. James mengenggam tangan Rissa..


" kenapa kamu begitu pucat.." tanya James..


" aku tak apa apa.. hanya aku gugup harus melihatmu kembali masuk ke ruangan itu.." kata Rissa..

__ADS_1


" percayalah.. jika aku tak bersalah aku bisa kembali kepadamu.." kata James memeluk Rissa..


"tunggu.. suatu hari nanti ku pastikan kalian akan berpisah.. dan itu janjiku..." gumam pria yg menabrak Rissa...


kini persidangan di mulai.. dan anehnya ternyata Aurora mencabut semua tuduhannya.. dan mengakui jika dia memang menjebak James karena ingin menghancurkan perusahaan dan juga nama baik James...


Rissa merasa ada yg aneh.. Rissa melihat pria yg menabraknya tadi.. kini Rissa melihat pria itu keluar dari ruang sidang.. Rissa mengikuti pria itu hingga ke lorong yg cukup sepi..


" kau merindukanku sayang.. husst... tidak usah berbalik..." kata pria itu..


" apa yang kau inginkan.." tanya Rissa mulai takut..


" tenang.. aku hanya ingin bermain.. dan tunggu aku kembali.. saat anak anak mu bisa hidup tanpa ibunya.. karena aku akan merebutmu dari pria ******** itu..." kata pria itu berbisik di telinga Rissa..


" dan jika kau berani bilang siapa pun.. ku jamin kedua anakmu itu akan mati di depan matamu..." tambahnya...


Rissa berbalik dan tak menemukan siapapun.. kini Rissa mulai menangis.. Rissa berlari ke parkiran.. sekarang yg di pikiran Rissa hanya kedua putranya..


Rissa meninggalkan pengadilan dan menuju ke kastil.. sesampainya Rissa langsung mencari kedua putranya...


" pak Jay.. di mana kedua putraku..." kata Rissa..


" mereka sedang tidur siang nyonya..." jawab pak Jay..


Rissa berlari menuju ke kamar kedua putranya itu.. Rissa melihat Ken dan Lui sedang tidur dengan nyenyak..


" itu apa pak..." tanya Rissa..


" maaf nyonya.. ini tadi ada paket untuk anda..." jawab pak Jay..


" baiklah.. tolong di buka .." kata Rissa ..


pak Jay mulai membukanya.. ternyata sebuah gamis warna peach.. gamis itu memiliki model yg anggun.. tapi sedikit kekecilan buat Sandra karena seperti ukuran ABG...


" nyonya ada suratnya..." kata pak Jay menyerahkan surat itu..


" sini pak.." kata Rissa menerima surat itu..


Rissa membuka surat itu.. dia tak percaya dengan apa yg ia lihat...


" ini adl hal kecil yg dulu seharusnya aku berikan padamu.. tapi sayang aku terlambat... tapi aku bersumpah selalu mencintaimu... selama nafasku masih ada.... ". isi pesan itu..


Rissa seketika ketakutan.. apalagi membaca surat itu.. Rissa merasa hidupnya tak akan tenang...


" nyonya kenapa..." tanya pak Jay..


" tidak ada pak.. anda bisa pergi.. aku ingin bersama kedua putraku..." kata Rissa...

__ADS_1


pak Jay pamit undur diri.. Rissa mengambil gamis itu.. dia mengetahui siapa yg membeli gamis itu karena pria itu menyukai warna itu jika akan memberi barang pada Rissa...


Rissa menyembunyikan gamis itu.. dua tak ingin James mengetahui dan makin membuat nya kepikiran karena masalah sepele..


tak lama terdengar suara mobil James yg berhenti.. Rissa langsung bersikap biasa ..


James langsung menghampiri Rissa yg sedang membaca sambil mengawasi kedua putranya...


" kenapa mommy pulang tak bilang Daddy Hem...." tanya James..


" maaf.. aku begitu merindukan mereka.." kata Rissa..


" yah.. seperti nya di hatimu sekarang hanya ada dua putramu..." kata James duduk berjongkok di depan Rissa..


" jangan bilang Daddy iri dengan kedua putranya hanya karena mommy merindukan mereka..." kata Rissa..


" tentu.. mereka sekarang selalu jadi prioritas utama mu mommy..." kata James..


" maafkan aku yg melupakan mu Daddy..." kata Rissa yg langsung terisak..


" hei.. kenapa menangis.. aku cuma bercanda.. sayang aku tau jika mereka memang masih membutuhkan dan bergantung padamu..." kata James...


" aku mohon.. maafkan aku.. aku merasa istri yg buruk..." kata Rissa.


" hei.. kamu itu istri dan ibu yg baik untuk kami.. bahkan kamu pelengkap keluarga kecil ini..." kata James..


" terima kasih..." jawab Rissa...


"baiklah.. istri yg baik.. mau buatkan suamimu ini pasta dan lasagna.. ya.. karena suamimu ini begitu lapar..." kata James..


" baiklah suami... istri ini siap untuk melayani mu.. tunggu di sini dan jangan membuat dua pangeran kita bangun oke..." kata Rissa...


" baiklah..." jawab James sambil mencium bibir Rissa sekilas..


kini James melihat Rissa yg pergi ke dapur.. James melihat dua putranya yg sedang tidur.. dia tak menyangka akan bisa merasakan kebahagiaan bersama istri dan anak yg begitu ia cintai...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2