
kini semua orang bertepuk tangan... mereka melihat pasangan yg begitu serasi.. bahkan Rissa begitu bahagia.. meski banyak yg mengetahui jika wajah James sudah rusak..
kini semu tamu sudah bubar.. dan tinggal keluarga inti.. sandi merasa bahagia bisa melihat putri nya bahagia dengan pria yg mencintainya...
sedang trio Ar masih menggoda Sandra karena yg terus cemberut akibat ulah Arka yg meledeknya...
" pa... bang arka terus meledek ku..." adu Sandra..
" hahaha tukang adu... bilang aja iri melihat kemesraan dari James dan Rissa..." kata Arka..
" gak tuh.. tinggal satu bulan lagi aku juga akan menikah.. emang Abang jomblo karatan..." balas Sandra..
" awas kau ya..." kata Arka
kini semua tertawa melihat tingkah dari Sandra dan arka.. sandi ingat jika mereka harus pulang..
" James besok kamu akan pulang.. karena pekerjaan tak bisa di tinggal terlalu lama..." kata sandi..
" iya pa.. pesawat sudah di siapkan oleh Jhon.. dan juga Rissa akan ikut kalian..." kata James..
" apa Rissa ikut kami..." kaget sandi..
" tenang pa.. aku hanya ingin istriku bisa bersama keluarganya sebelum ikut aku dan menetap di sini..." jawab James..
" ide yg bagus James .." jawab Ardan..
" tapi..." kata Wulan..
" tenang ma... aku akan datang saat resepsi dan akan membawa nya dari sisi kalian..." jawab James..
" baiklah.. lebih baik sekarang kit istirahat karena besok kita akan menempuh penerbangan yg jauh..." kata sandi..
kini semu sudah menuju ke kamar masing-masing.. James sengaja mengajak menginap di kastil utama agar bisa sarapan bersama sebelum kepergian mereka besok pagi..
kini James dan Rissa sudah di dalam kamar.. James sedang mandi sedang Rissa sedang melepas semua aksesoris dan hijab serta gaun nya..
kini Rissa menunggu James selesai mandi.. James sudah keluar dan menuju ke walk in closet dan Rissa masuk ke dalam kamar mandi...
Rissa begitu menikmati waktu mandinya.. setelah puas Rissa keluar dan kini sudah berganti dengan baju tidur yg berada di lemari..
Rissa mencari baju tidur yg menurut nya tertutup... kini Rissa keluar dan melihat James tak ada di kamar.. Rissa keluar ke ruang tv dan melihat James sedang menonton...
" sini sayang..." panggil James..
Rissa pun menghampiri dan duduk di samping James... tak di duga James malah tidur dan menjadikan paha Rissa sebagai bantal..
" santai saja sayang.. kamu tak usah tegang..." kata James...
__ADS_1
" iya kak.." jawab Rissa terbata...
" apa kamu lapar..." tanya James .
" sedikit..." jawab Rissa..
" apa yg ingin kamu makan.. biar di bawakan oleh pak Jay..." kata James..
" aku ingin makan salad buah dan juga jus buah delima... apa bisa..." kata Rissa..
"baiklah.. biar itu urusan pak Jay..." jawab James..
kini James meminta pak Jay membuat makanan pesanan Rissa.. pak Jay sudah menyiapkan semua karena crish pernah mengatakan jika Rissa suka sekali jus buah delima merah...
tak lama pak Jay datang dengan jus delima dan juga kopi serta salad pesanan Rissa..
kini Rissa mulai memakan salad buah nya.. sedang James hanya tersenyum mengacak rambut Rissa gemas..
" kakak mau..." kata Rissa
" mau tapi kamu siapin..." jawab James..
Rissa pun menyuapi James dengan senyuman... kini salad pun sudah habis dan Rissa pun sudah menghabiskan jus miliknya...
kini mereka melanjutkan menonton.. tak di duga Rissa tertidur karena kekenyangan... James mengendong Rissa dan menidurkan nya di ranjang..
James mencium kening Rissa dan ikut tidur di samping istrinya..
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Syarif sudah sampai di Surabaya... kini Syarif mengurung dirinya di kamar ... Vita dan Rafi di buat kuatir melihat keadaan Syarif...
Rafi tau ada yg tidak beres dengan putranya itu.. tapi Syarif tak menanyakan apapun..
kini keluarga mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.. Syarif turun dengan raut wajah yg sulit di artikan..
" sayang... akhirnya kamu keluar..." kata Vita..
tiba tiba Syarif memeluk Vita begitu erat dan menangis di pelukan Vita.. semua orang kaget melihat Syarif yg begitu rapuh...
" sayang ada apa.. coba cerita ke mama..." kata Vita..
" ma.. apa Syarif anak angkat kalian... " tanya Syarif...
Vita terdiam membeku mendengar pertanyaan Syarif.. Vita tak bisa menjawab...
" ma jawab ma... kenapa mama diam .." kata Syarif...
__ADS_1
Syarif melepas pelukannya dan melihat Vita yg sudah lemah sambil menangis ..
"kamu putra mama... kamu putra mama..." jawab Vita bergetar..
" ma jangan bohong pada Syarif ma.. Syarif sudah besar ma..." kata Syarif..
" maafkan mama... maafkan mama..." tangis Vita makin menjadi..
kini Rafi menghampiri Syarif dan Vita...
" maafkan kami Syarif.. sebenarnya..." kata Rafi menjelaskan siapa Syarif...
" kenapa kalian tak mengatakan nya dari awal..." kata Syarif..
" maafkan kami.. kami tak ingin kehilangan mu..." jawab Rafi..
" tapi kalian membuatku kehilangan orang yg begitu aku cintai dari kecil.. dan sekarang aku bahkan tak bisa bersamanya... dan membuatku di benci oleh papi dan semuanya...", kata Syarif...
" apa maksudmu..."tanya Rafi..
" aku mencintai Rissa dari Rissa kecil pa.. dan selama ini aku menjauh hanya untuk menjaga persaudaraan kami... tapi seandainya aku tau kami bukan saudara aku akan menikahinya dari dulu..." teriak Syarif..
" maafkan kami... sebenarnya Rissa juga mencintaimu.. tapi karena keadaan dia menikah dengan Arthur..." jawab Rafi...
" ya seandainya aku tau lebih awal.. seandainya ... dan sekarang hidupku hancur... gadis yg ku cintai jadi milik orang.. dan aku bahkan tak tau siapa ayah kandung ku..." kata Syarif
" maafkan kami.. " kata pak Ghafur...
" ini bukan salah kalian... ini salahku.. aku yg pengecut tak bisa memperjuangkan cinta ku... seandainya aku berjuang untuk menikahinya.. mungkin kami sudah bahagia..." kata Syarif..
" sayang tolong jangan seperti ini..." kata Vita..
" seandainya dulu... aku mengajak Rissa menikah diam-diam.." kata Syarif linglung..
Vita menangis melihat Syarif yg sudah seperti orang stress terus bergumam.. karena mengetahui kebenaran dan juga tertekan karena cintanya yg tak sempurna..
tak di duga Syarif kini malah berontak dan menggamuk.. Rafi mencoba menenangkan tapi tak bisa...
akhirnya Rafi mengambil obat penenang dan mengajak Deren meringkus Syarif sedang pak Ghofur menyuntikkan obat penenang pada Syarif...
kini Syarif pun mulai tenang.. Rafi dan Deren membawanya ke kamar... Vita hanya bisa menangis melihat keadaan Syarif yg seperti itu...
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih