Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
bersama


__ADS_3

pagi pun datang seperti biasa Wulan memandikan ketiga jagoan nya sedang sandi masih terlelap dalam tidurnya... setelah selesai ternyata Eko. Ali. Lia dan juga Ken sudah datang...


"assalamualaikum semua... maaf lama ya.." sapa wulan tersenyum...


Lia langsung berlari memeluk Wulan... dia merasa bahagia melihat saudaranya yg kembali...


"aku merindukanmu.." kata Lia menangis..


" aku juga.. gimana sudah punya pacar.." tanya Wulan...


" aish... kau ini.. " jawab Lia


mereka pun tertawa bersama.. tak lama sandi keluar dari kamar dengan mendorong kereta bayi trio Ar...


" wah anak anak mama sudah bangun..." kata Wulan menghampiri sandi


"pagi sayang.." sapa sandi sambil mencium pipi Wulan..


" pagi juga mas..." kata Wulan seraya mengambil Ardi


Lia dan Ali mengendong juga mengendong Ardan dan arka... mereka tengah bersenda gurau...


mereka sarapan bergilir karna menjaga trio Ar yg sudah mulai aktif merangkak kemana mana.. rumah terasa sangat hangat...


Eko dan Ken sudah menuju perusahaan karna ada rapat yg harus di tangani Surya... sedang sandi masih ingin menemani istri dan anak anak nya...


Surya sekarang menjabat wakil CEO di Shiddiq Grub.. Surya di bantu Eko untuk menjalankan tugasnya...


sandi terus bermain dengan ketiga putranya.. yg terus merangkak di rumput untuk membantu merangsang otot otot motoriknya...


siang ini Bu Sena dan Viktor sudah pulang ke Jakarta.. begitupun Lia dan Ali yg juga sedah kembali ke kampus untuk kuliah...


"sayang apa kamu ingin mencari baby sitter


." tanya sandi


" emm... terserah mas.. di sini kan juga ada 3 pembantu mas.." kata Wulan..


"tapi tugas mereka membersihkan rumah..nanti mas minta bantuan Vita untuk mencari baby sitter untuk trio Ar kita..." kata sandi


matahari semakin tinggi trio Ar sudah tidur siang kini giliran sandi yg bermanja dengan sang istri...


"sayang.. aku mencintaimu..." kata sandi memeluk Wulan..

__ADS_1


"iya mas... aku tau..." kata Wulan terkekeh..


sandi sudah melepas hijab wulan... sandi memandangi wajah sang istri.. wajah yg ia rindukan.. rambut hitam panjang.. bibir yg manis.. itu semua yg mampu merubah sandi..


sandi memulai aktifitas nya bersama Wulan melepas rindu yg sudah lama mereka rasakan.. mereka mereguk manisnya penyatuan mereka... sandi merasa hidupnya kembali utuh.. sandi bersyukur istrinya kembali bersamanya... mereka menyelesaikan aktifitas panas mereka dengan penuh cinta ... sandi memeluk istri kecilnya secara posesif..


sore hari Vita datang bersama dengan Rafi dan juga Syarif.. mereka berkunjung karna ingin berbincang banyak dengan sang iparnya...


" mama..." teriak Syarif memeluk Wulan .


"lho kok bang Syarif manggil mama... bukanya bunda..."tanya Wulan sudah berjongkok.


"habis di kembar panggil nya mama.. jadi bang Syarif juga panggil mama..."jelas Syarif.


"oke terserah Abang... ayo "kata Wulan mengajak Syarif menemui Vita dan Rafi yg tengah duduk di sofa...


sandi keluar dengan mengendong Ardi dan arka sedang Wulan mengendong Ardan.. Vita pun mengambil Ardi dari gendongan sandi.. Syarif yg begitu bahagia mempunyai 3 sepupu yg imut... bahkan Syarif terus menciumi pipi Ardan..


"kak Rafi maafkan aku.. gara gara aku kakak di pukuli bang Zain.."ucap Wulan lemah..


"iya kakak ipar tak masalah... untung sekarang kalian sudah bersama...." jawab Rafi tersenyum..


Vita terus menciumi Ardi ... yg begitu gembul dan ganteng...


"karna istriku.. begitu mencintaiku makanya putra kami mirip dengan ku..."jawab sombong sandi..


" cih... pede amat sih kak..."cibir Vita..


mereka terus bercanda dan berbincang... sedang Syarif bermain dengan si kembar.. Syarif begitu menyayangi sepupunya itu bahkan Syarif terus menjaga trio Ar..


"kak Vita sepertinya Syarif ingin punya adik..." kata Wulan


Vita hanya diam.. karna sebenarnya dia juga ingin hamil lagi... tapi beberapa kali keguguran membuat Vita trauma...


" iya kak.. sebenarnya aku juga ingin.. tapi aku selalu keguguran.." kata Vita lemah..


"kak Vita yakinlah... mungkin Alloh punya rencana terbaik untuk kakak..." hibur Wulan..


"kakak tau waktu kak sandi bilang ingin mengugurkan trio Ar... aku sangat membencinya.. tapi ternyata itu demi kebaikanku.. tapi Alloh punya jalanya sendiri..." kata Wulan..


"iya kakak ipar terima kasih..." kata Vita memeluk Wulan..


"tunggu di sini aku punya sesuatu untuk kakak.." kata Wulan meninggalkan Vita menuju kamar..

__ADS_1


Wulan kembali dengan membawa buah zuriat ...


" kakak coba ikhtiar dengan buah ini.. insyaallah akan di segerakan.. dan buah ini juga bisa menguatkan kandungan kak..." jelas Wulan..


Vita pun menerima buah tersebut.. Vita juga berharap akan segera di beri amanah lagi...


setelah makan Vita dan juga Rafi pamit pulang... sandi dan Wulan tengah berada di kamar.. Wulan tengah membuat desain baju sedang mengecek pekerjaan dan beberapa email yg masuk..


" mas.. besok aku dan anak anak akan ke rumah ibu.. apa mas mengizinkan..." kata Wulan..


sandi langsung menghentikan aktivitas nya dan mendatangi sang istri..


" kenapa kau mau kesana hemm.." tanya sandi..


"aku kuwatir dengan keadaan ibu... " jawab Wulan..


"tapi aku masih belum bisa memaafkannya... " kata sandi lemah..


"mas.. dia itu ibu mu... tanggung jawab tak putus dengan mas menikah... beliau adl orang tua kita... meski beliau melakukan kesalahan tapi kita sebagai anak harus memaafkan dan merangkulnya..." kata Wulan mengenggam tangan sandi...


"apa kamu tak terluka..." tanya sandi..


"aku terluka .. tapi bagaimanapun beliau adl ibu mas sandi yg berarti ibuku juga... dan berkat beliau aku mempunyai suami yg tampan dan yg sangat mencintaiku ini..." kata Wulan tersenyum..


"baiklah.. besok pagi sebelum ke kantor.. kita ke rumah ibu dulu.." kata sandi...


sandi sangat bersyukur mempunyai istri yg memiliki akhlak baik... merekapun akhirnya tidur bersama... karena besok mereka akan menemui sang ibu setelah pertengkaran hebat kemarin... dan semoga ibu mereka menyadari kesalahannya ....


.


.


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😘😍😍😍😘


terima kasih atas dukungan ya

__ADS_1


__ADS_2