Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
menyusul


__ADS_3

hari ini adalah hari terakhir Jacob memegang jabatan CEO di Shiddiq Grub, hari ini dia melakukan acara perpisahan bersama para karyawan perusahaan.


Jacob juga mengundang semua teman mereka, termasuk Justin yang datang bersama kekasih barunya Anna.


"wih mantep bro, gandengan baru? sudah berapa lama?" tanya Jacob.


"baru dua hari, dia itu masih polos, jadi aku menyukainya sebagai partner ranjang," kata Justin.


"berapa ratus semalam?" tanya Abimana


"tak semahal itu, dia aku beli dengan harga satu milyar, dan akan ku buang saat bosan," jawab Justin.


"jangan bermain seperti itu bro, aku takut kamu malah jatuh cinta pada gadis itu," kata Alex.


"cih... seorang playboy seperti ku, jatuh cinta itu mustahil, tipe wanita ku terlalu tinggi," jawab Justin.


"itu sebabnya kau menjomblo di usia yang hampir kepala tiga ini," goda Jacob.


"ya, kamu menang tapi apa tak takut istrimu di Perancis akan ada yang menyukai?" ledek Justin.


"tenang, besok aku akan menemuinya, dan ku pastikan tak ada yang bisa menyentuh milikku," kata Jacob.


"bucin anda," kata Alex.


"yang bicara pun sama, oh ya mana Altaf, jangan bilang tuh orang kambuh ya," kata Abimana.


"kalau dia kambuh sekarang, mau di bunuh sama papi, lagi pula hari ini dia akan bertemu Icha," jawab Jacob.


"tuh orang yang kalian bicarakan," kata Justin yang menunjuk Altaf yang baru datang.


Abimana langsung mengalihkan perhatian dan memilih keluar, Arka yang melihat putranya pun mengikuti Abimana.


Abimana memilih merokok di taman hotel, Arka pun duduk di sampingnya, "sayang lihat putra mu ini, dia sekarang merusak tubuhnya dengan minuman dan rokok," adu Arka sambil melihat bintang di langit.


"ayolah pa, bunda sudah tenang di sana, kenapa papa ke sini, padahal papi baru datang juga," kata Abimana.


"ayolah, papa tau kamu sedang ada masalah nak, kamu boleh loh cerita ke papa," kata Arka.


"gak ah, papa ember lagi pula aku sudah menceritakan semua kisah ku pada bunda," jawab Abimana.


"kamu ini," kata Arka.

__ADS_1


"oh ya pa, kenapa papi Ardan tak pernah pulang ke indo, bukankah Viona dan Yusuf ingin kemari?" tanya Abimana.


"ya kamu tau sendiri, bagaimana keras kepalanya papi Ardan dan Ardi, mereka sama-sama tak ada yang bisa mengalah, jadi papa hanya memantau saja," kata Arka.


"kalian bertiga ini kembar, papa paling jahil, serta papi Ardi begitu dingin, dan papi Ardan begitu keras kepala, ah... keluarga yang rumit," kata Abimana.


"kamu lupa dengan dua mami mu, Sandra dan Rissa, mereka bahkan punya ikatan yang aneh," jawab Arka tertawa.


"ya setidaknya mereka masih bersama, tidak seperti kalian bertiga," kata Abimana yang sudah mendapat jeweran dari Arka.


sebenarnya Arka sudah tau tentang perasaan Abimana, tapi dia memilih diam, seandainya dia melawan pun Ardi akan kalah.


tapi hanya demi pilihan dari Abimana dia memilih untuk diam, Alex pun datang bersama Kayla.


"kalian di sini, Kayla tadi ingin menyapa papa," kata Alex.


"sini menantuku yang cantik, tapi kamu kasihan ya jatuh cinta sama pria modelan Alex," goda Arka.


"kenapa pa?" binggung Kayla.


"dia tak sekaya Jacob, dia hanya kepala sekolah biasa," jawab Arka menahan tawanya.


"papa jangan mulai," kata Alex menginggat kan.


mereka pun masuk ke dalam pesta, tapi baru juga masuk mereka di sambut kabar mengejutkan.


ternyata bukan hanya pesta perpisahan tapi juga pesta pertunangan antara Icha dan Altaf.


Kayla bisa melihat senyum Icha yang terpaksa, begitupun Altaf yang memang belum bisa menerima Icha sepenuhnya.


"aku pergi ya Pi, aku ingin bersiap untuk besok, dan nikmati pestanya," pamit Jacob.


Arka mendapat telpon dari Ardan yang mengatakan ada masalah besar yang terjadi di cabang perusahaan di Malaysia.


Ardan meminta Arka mengirim Abimana segera ke Malaysia, Abimana pun menyanggupi untuk pergi.


Icha bisa melihat kepergian Abimana dari pesta itu, gadis itu hanya bisa mematung sambil tersenyum.


"kamu masih mau di sini atau pulang?" tanya Alex pada Kayla.


"ayo pulang kak, aku sudah meligat semuanya, sekarang aku ingin istirahat saja," jawab Kayla.

__ADS_1


Alex pun mengantar Kayla pulang setelah berpamitan pada semua orang, bahkan orang tua Kayla pun sudah mengizinkan.


Jacob sudah siap terbang besok pagi untuk menemui istrinya dan calon bayi mereka.


sedang malam itu Aisyah harus kembali merasakan jarum infus, pasalnya tubuhnya tiba-tiba drop dan itu membuat takut semuanya.


semua bergantian mengawasi Aisyah, bahkan pengawalan juga di perketat oleh Louis, karena dia takut Aisyah dalam bahaya.


tidak hanya itu, bahkan Louis juga menyiapkan mobil khusus yang memang di siapkan untuk kondisi darurat.


"apa dia perlu di bawa ke rumah sakit?" tanya Louis.


"tidak usah, alat di rumah ini sudah lebih canggih, tapi kita hanya kekurangan perawat saja," jawab Manda.


"baiklah besok biar aku yang mencari, karena tak bisa kita memperkerjakan sembarang orang untik merawat Aisyah," kata Louis.


"tenang, aku juga punya perawat handal dan terpercaya di rumah sakit, jadi kamu tak perlu sepanik itu," kata Manda.


"tapi aku harus melihat CV mereka, mengerti kan," kata Louis.


"siap tuan besar, sekarang Valen dan Stevani kalian tidur, buat nanti kita bergilir menjaga Aisyah,", perintah Manda.


Aisyah masih belum sadar, dia sedang berada di sebuah Padang bunga matahari, tapi dia hanya sendirian.


Aisyah terus memanggil nama Jacob tapi tak ada jawaban, dia pun menyusuri sebuah sungai.


Aisyah melihat banyak hewan kesukaan nya, mulai dari kelinci maupun kucing, bahkan mereka hidup bebas.


Aisyah pun makin betah di sini, dan dia pun melupakan sesuatu yang begitu berharga.


Jacob pun makin merasa jika hatinya tak tenang, pasalnya semua di telpon tak ada yang menjawab satu pun.


bahkan Jacob tak bisa menutup matanya hanya untuk sekedar beristirahat.


sedang di tempat lain, sebuah pesawat baru saja landing dengan selamat, seorang pria yang sudah lama tak pulang akhir nya kembali.


sudah hampir 20 tahun dia meninggalkan tempat kelahirannya itu, dan sekarang asisten Arka menjemput mereka.


"selamat datang tuan, mari silahkan," kata asisten itu mempersilahkan.


mereka pun pergi menuju rumah milik pribadi, mereka bahkan punya masing-masing, meski berdekatan.

__ADS_1


tapi dia tak ingin berurusan dengan Ardinata, apalagi setelah perselisihan antara keduanya yang membuat renggang hubungan mereka.


__ADS_2