
setelah makan siang kini mereka menuju ke perusahaan yang ingin bergabung dengan ASG internasional.
Aline mendapatkan pengawalan ketat dari Ozil, mereka langsung di giring menuju ke ruang rapat.
di ruangan itu ternyata sudah datang beberapa perusahaan besar yang juga ingin menjalin kerja sama.
Aline duduk sambil melihat beberapa berkas di iPad milik Ozil. hanya mengecek pekerjaan pembangunan resort milik Leo.
tak lama pemilik perusahaan itu datang dan memulai bisnis mereka, kini mereka memulai dengan memberikan penjelasan.
Aline hanya melihat karena ada sesuatu yang tak biasa menurut Aline, "maaf bukankah GM perusahaan ini adalah tuan Bharata?" tanya Aline pada pak Roni.
"maaf nona, dia sudah berhenti dari bisnis ini," Jawab Bayu.
"wah sayang ya," kata Aline sedikit kecewa.
Aline menyimak tapi penjelasan Bayu tak memberikan kepuasan karena penyampaian yang kurang detail.
akhirnya rapat usai setelah dua jam, perusahaan itu mendapat kesempatan dari perusahaan lain, karena Aline tak menginginkan nya lagi.
Aline pun masuk ke dalam mobil dan kembali ke kantor, saat di jalan Aline melihat beberapa penjual makanan Pinggir jalan.
"Ozil berhentilah, aku ingin cemilan sekarang," kata Aline.
"kita beli di restoran saja nona," jawab Ozil.
"tidak aku mau beli di sini, berhenti Ozil atau aku akan menghukum mu jika sampai anak ku ilerran," kata Aline
Ozil terpaksa menghentikan mobil mereka memilih tempat parkir, Aline keluar begitupun Mao.
"asisten Ozil di sini saja jika tak aman, aku akan melindungi nona besar," kata Mao saat keluar dari mobil.
kini Aline berjalan bersama Mao, Aline membeli semua yang ia sukai mulai dari batagor, somay bahkan asinan sayur.
setelah puas mereka akan masuk ke mobil tapi Aline menghampiri beberapa orang yang sedang memulung dan juga penyapu jalan.
Aline berbagi sedikit rejeki, "pak ini ada sedikit buat bapak," kata Aline memberikan uang yang cukup banyak.
"terima kasih non, Alhamdulillah cucu saya bisa makan hari ini," kata si bapak pemulung.
"iya pak, permisi," kata Aline kembali ke dalam mobil.
__ADS_1
kini mobil kembali melaju menuju ke kantor, "maaf nona kenapa anda memberikan uang cukup banyak pada orang itu?" tanya Moa.
"kau tau Moa, uang yang kita miliki itu hak orang miskin, jadi apa masalahnya jika kita saling berbagi, karena berbagi itu indah," jawab Aline sambil tersenyum.
"baik nona muda," kata Moa mengerti.
mobil sampai di Perusahaan Aline langsung menuju ke ruangannya, dan mulai memeriksa berkas berkas.
Moa bahkan tak lupa dengan susu hamil milik Aline, bagaimana dia di tugaskan Kakashi untuk menjaga Aline dan juga kandungan nya.
jam setengah empat sore mereka masih sibuk tapi Aline sudah lapar lagi, "Mao bisa minta tolong, tolong hangat kan makanan tadi," kata Aline.
"baik nona," jawab Moa.
sedang Ozil begitu sibuk dengan berkas berjas di hadapan nya, tak lama Moa membawa nampan berisi semua jajanan yang tadi di beli Aline.
Aline menghampiri Moa yang menata makanan di depan sofa, "Ozil berhentilah, ayo kita makan ini di baru kembali bekerja," jaya Aline.
"tapi nona saya tak terbiasa," jawab Ozil.
"berhentilah membantah Ozil," kata Aline.
Moa merasa jika Aline begitu baik, bahkan lebih baik dari Keysa yang sedikit bar bar dan tukang melanggar aturan.
sedang Aline adalah wanita yang begitu baik, dan terstruktur semu kegiatan nya, tapi mereka memiliki kesamaan yang sama akan kejam pada siapapun yang mengusik keluarga mereka.
Ozil dan Moa berbagi somay dan batagor sedang Aline sangat menyukai asinan sayur itu.
"nona perusahaan kita mendapatkan undangan pesta pernikahan salah satu client penting," kata Ozil.
"kita akan datang dan siapkan kado untuk pengantin nya," kata Aline.
"baik nona," jawab Ozil.
setelah kenyang mereka pun kembali ke kesibukan masing masing, dan pukul enam petang mobil yang mengantar Aline sampai di kediaman Smith.
Rissa tersenyum menyambut Aline, Ozil langsung pamit setelah mengantar Aline dan Moa.
"bagaimana hari mu sayang?" tanya Rissa.
"semuanya bik mommy, meski aku sering lapar tapi setidaknya Moa dan Ozil sigap," jawab Aline.
__ADS_1
"mommy sangat yakin padamu sayang, karena kamu wanita yang kuat dan hebat, sekarang kamu mandi dan kita makan malam bersama," kata Rissa.
"baik mommy, oh ya aku tak melihat Daddy?" tanya Aline.
"dia berangkat ke Jepang Aline untuk melihat keadaan Ken sayang, dan juga sekaligus mengecek beberapa pekerjaan penting di sana," kata Rissa.
"owh.. okeh mommy Aline mandi dulu ya," kata Aline menuju ke kamarnya.
Aline menikmati setiap kali masuk ke kamar karena mencium aroma nya, Aline mandi dan berganti pakaian.
seperti biasa Aline memakai baju milik Ken, setidaknya dia akan merasa Ken bersamanya saat ini.
kini mereka berempat berkumpul untuk makan malam bersama, setelah itu mereka berempat menikmati waktu bersama.
Jacob tengah tidur dengan di belai Aline sambil menonton film Coco, ya karena Aline dan Jessi menyukai film animasi itu.
"bisakah kita mengganti film nya, aku ingin nonton film zombie," kata Jacob.
"tidak aku tak ingin meliht mayat hidup itu!" teriak Jessi.
" kau egois Jessi, aku juga ingin melihat film kesukaan ku," kata Jacob.
"berhenti lah kalian, bagaimana jika kita menonton film hotel Transylvania itu kan juga ada monster ya, maukah?" tanya Aline.
"boleh kak," jawab Jessi dan Jacob.
kini mereka mengubah film nya, sedang Rissa tersenyum meliht kebersamaan mereka, dia kembali teringat dengan masa lalu membesar kan mereka bertiga.
bahkan line begitu dewasa dan selalu bisa meredam pertengkaran dari Jessi dan Jacob.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1