
kini Rissa sampai di Belanda... sesampai nya dia langsung mencari hotel untuk menginap.. dia menghubungi Mark..
Mark pun mengajak bertemu di tepat nya menginap bersama anggota tim pengacara yg di ajak Mark..
Rissa datang dan menyewa sebuah meeting room di hotel itu.. saat Rissa sedang menikmati suasana Belanda... tak lama rombongan Mark dan tim masuk ke ruangan.
" selamat siang nyonya Smith..." sapa Mark..
" bisa kalian memperlakukanku seperti biasa.. aku tak nyaman jika kalian bersikap formal padaku..." kata Rissa..
" baiklah Rissa.. " jawab Mark...
" Yeri.. Jessi... kalian tak mau memelukku..." kata Rissa..
" aku merindukanmu nona serigala ku yg manis...." kata Yeri dan Jessi memeluk Rissa..
pelukan dua temannya itu membuat semangat Rissa kembali penuh.. dan merasa hidupnya tak sendiri...
kini Rissa mulai rapat dengan semua tim pengacara.. mereka menyiapkan bukti bahkan sudah mengkopinya...
setelah 2 jam rapat mereka pun keluar dan menuju ke sebuah restoran untuk sekedar makan siang bersama ..
sementara James langsung keluar dari rumah sakit setelah Jhon mengatakan jika Rissa pergi tanpa di kawal oleh crish..
James tau jika Rissa bisa menjaga dirinya tapi bagaimana pun James tetap khawatir.. James menyuruh untuk mencari Rissa yg sudah ada di Belanda...
" Jhon sebar anak buah kita untuk mencari istriku..." perintah James..
" baik tuan..." jawab Jhon..
Jhon pun menghubungi anak buah nya.. dan meminta mereka mencari Rissa bagaimana pun harus ketemu..
sedang crish juga sudah sampai di Belanda dan juga sudah di jemput oleh para pengawal.. kini crish ikut mencari keberadaan Rissa...
anak buah Jhon menemukan jika Rissa menginap di sebuah hotel dan crish menuju hotel dan mengambil barang-barang Rissa..
kini mereka kembali mencari keberadaan Rissa.. mereka sudah di sebar begitu pun tim IT yg memeriksa semua CCTV di negara itu..
crish mendapat kabar jika Rissa sedang makan siang bersama di sebuah restoran.. crish memerintahkan semua anak buahnya untuk mensterilkan restoran itu...
sedang enak makan siang bersama... Mark dan yg lain binggung.. tiba tiba ada pengawal yg meminta semua orang mengosongkan restoran kecuali meja mereka...
" ada apa ini..." binggung Mark..
" tenang lah.. mereka tak akan menyakiti kalian.. karena bukan kalian yg di cari oleh mereka..." kata Rissa datar..
__ADS_1
senyum indah itu hilang dari wajah cantik itu.. Yeri dan Jessi yg menyadari pun tau jika sedang ada masalah...
benar saja tak lama ada crish yg datang dengan pengawalan super ketat.. bahkan restoran itu juga di jaga super ketat..
" apa terjadi masalah Rissa..." tanya Yeri..
" tidak.. tenang lah..." jawab Rissa tersenyum tipis..
" nyonya.. anda tak boleh bertindak seperti ini.. tuan begitu menghawatirkan keadaan nyonya..." kata crish...
" benarkah.. " kata Rissa datar..
" nyonya.. bisa kah anda ikut saya untuk pulang ke kastil.. tuan sudah menunggu anda disana..." kata crish...
" untuk apa.. untuk melihatnya lagi... atau ingin menjadikanku tahanannya...." kata Rissa..
sedang Yeri dan Jessi saling pandang.. saat mendengar perkataan dari Rissa.. yg bahkan tanpa ekspresi...
" jika nyonya menolak.. kami akan membawa nyonya secara paksa... dan itu di perbolehkan oleh tuan..." kata crish..
pyar.... gelas kaca di tangan Rissa pun pecah karena genggaman tangan Rissa... darah pun mengalir dari tangan Rissa.. Rissa masih tanpa menunjukkan ekspresi apapun..
" Rissa tangan mu berdarah..." panik Yeri yg duduk di sebelah Rissa...
" aku tak apa apa... ini hanya luka kecil.. bahkan kau tak tau luka yg sebenarnya... kalau begitu aku pamit undur diri.. dan maaf kalian semua harus melihat semua ini..." kata Rissa bangun dari kursinya...
Rissa pun naik.. crish meminta Jhon untuk memanggil dokter keluarga untuk mengobati luka yg di alami oleh Rissa...
" apa dia tak bahagia.. " tanya Ryan..
" entahlah... tapi aku tak pernah melihat Rissa seperti itu.. dia adl gadis yg begitu ceria..." kata Yeri...
" ya kalian benar.. tapi kita tak bisa melakukan apapun karena itu urusan rumah tangga mereka..." kata Mark...
mobil sudah menuju ke kastil milik keluarga Smith... kepala pelayan Jay sudah menyambut..
Rissa datang bersama crish.. tapi wajah Rissa masih tetap tanpa ekspresi meski tangannya terus mengeluarkan darah...
crish mengajaknya ke arah ruang kesehatan.. pak Jay memberitahu James kedatangan dari Rissa..
" tuan nyonya sudah datang.. dan sedang di tangani oleh dokter Edward..." kata pak Jay..
" baiklah pak.. saya akan ke sana.." kata James sambil mematikan rokok nya...
kini James menuju ke arah ruang kesehatan.. di sana dia melihat Rissa yg tengah di obati... bahkan saat tangannya mendapat jahitan Rissa seakan tak bergeming...
__ADS_1
" apa lukanya parah...." tanya James..
" tidak Arthur... dia hanya mendapat jahitan karena ada kaca yg menancap sedikit dalam.. dan aku harus menghentikan darahnya..." kata dokter Edward..
" baiklah... apa dia perlu di rawat..." tanya James..
" tak perlu.. cukup jangan sampai lukanya terkena air.. dan jangan membuatnya tertekan.. " kata dokter Edward menepuk pundak James seraya meniggalkan ruangan itu..
crish mengantar dokter Edward bersama pak Jay... mereka ingin memberi waktu untuk dua orang itu untuk berbincang...
" apa ini sakit..." kata James melihat luka Rissa..
Rissa diam tak bergeming... ia kembali mengingat kejadian di rumah sakit.. dia tak tau pria yg dia nikahi ini seperti apa.. dua pernah dengar bahwa James adl orang yg kejam dan tak segan membunuh orang...
" kenapa kau diam.. apa ini begitu sakit.. dan kenapa kau menghilang..." kata James..
" aku hanya ingin sendiri... " kata Rissa..
" apa lukamu begitu sakit.. luka melihatnya bersama sahabatmu sendiri.. " tanya James..
Rissa pun meneteskan air mata menginggat nya kembali.. dia sedang sangat rapuh..
" kenapa anda menikahiku.. jika anda tidak mencintaiku.. apa hanya ingin membuatku sebagai lelucon..." tanya Rissa..
" apa yg kau katakan..." tanya James..
" aku tak tau jika anda mempunyai wanita yg begitu anda cintai.. maafkan aku.. aku wanita bodoh.." kata Rissa..
" apa kau akan mundur..." kata James..
" mungkin... jika saya harus terus melihat kemesraan anda dan wanita lain.. mungkin saya lebih baik pergi..." kata Rissa...
" apa hanya seperti itu semangatmu.. bahkan kau menyerah sebelum berperang..." kata James..
" setidaknya anda memberitahu saya.. kapan saya harus mundur.. supaya saya mencegah untuk saya bisa mencintai anda tuan.. karena saya tak ingin anda berdampingan dengan wanita seperti saya..." kata Rissa
" baiklah jika itu mau mu... mulai hari ini kau tak di ijinkan keluar dari kastil tanpa izin dariku.. dan kau juga harus mengikuti semua aturan yg ada di kastil ini.. dan aku akan merampas kebebasan mu karena kau hanya milikku..." kata James...
kini James meninggalkan Rissa yg menangis.. sedang James sendiri binggung dengan sikapnya pada Rissa.. dia ingin memeluk gadis itu tapi malah membuatnya sedih...
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih