
sore itu semua berita infotainment memberitakan tentang skandal dari Siska yang tertangkap masuk hotel bersama produser film.
bahkan agensi tempat bernaung Siska juga merugi karena semua kontrak di batalkan karena skandal itu.
dan sekarang Siska di tahan di kantor polisi karena di duga mengunakan obat terlarang, dan juga prostitusi.
pak Andi sudah di buat binggung oleh putri keduanya itu, sedang hi sekolah Kayla mendapat cibiran habis-habisan dari teman sekolahnya.
bukan hanya itu, saham perusahaan juga turun,tapi Alex memberikan sokongan untuk perusahaan calon mertuanya itu.
di sekolah saat akan pulang Kayla di siram oleh segerombolan murid perempuan yang memang tak suka dengan ketiga gadis itu.
"kenapa kalian menyiram Kayla!" bentak Chintya.
"eh gadis miskin mending diem deh, dia itu adik model yang jual diri itu, lagi pula kalau kakaknya seperti itu pasti adiknya juga kan," saut gadis lain.
"hei Nasya jika berani jangan keroyokan ya," jaya Icha.
"cih, aku tak level dengan kalian bertiga, yang satu lagi cewek bar-bar," kata Nasya mengejek Icha.
kini para gerombolan itu melempari ketiganya dengan telur, Chintya yang melihat Nasya akan melempar sebuah batu bata, pun memeluk tubuh Kayla.
bugh... batu bata itu menghantam punggung Chintya, Icha dan Kayla kaget melihat itu.
"hei kalian keterlaluan!" bentak Icha yang langsung maju menuju ke arah para gadis itu.
"kamu gak papa kan?" Tanya Kayla.
"gak papa," jawab Chintya.
melihat itu Kayla langsung menjambak rambut Nasya dan menendang kaki gadis itu. kini Icha dan Kayla sudah adu pukul dengan para gadis lain.
Alex dan para guru pun melerai mereka, sedang Chintya merasa nyeri di punggungnya, Alvin datang para pengawal.
dor..dor.. suara tembakan itu menghentikan semua orang, Alex bahkan tak menyangka jika Alvin melakukan tembakan peringatan di sekolah.
Alvin menghampiri Chintya yang terluka, "nona apa anda terluka?" tanya Alvin yang berjongkok di depan Chintya.
"gak papa, hanya sedikit terkena benturan," jawab Chintya.
__ADS_1
Alvin langsung melihat ke arah para gadis itu, "siapa yang melukai Chintya, jawab!" bentak Alvin.
Nisya dengan sombong maju ke depan Alvin, "aku yang memukulnya dengan batu bata, memang kenapa," kata Nasya.
"wah gadis pemberani, apa kamu tak takut pada ku, siapa namamu?" tanya Alvin.
"aku putri dari Pramono, memang kenapa? lagi pula gadis miskin seperti itu jadi layak terluka dengan batu bata itu," kata Nisya mengejek Chintya.
"bawa nona masuk kedalam mobil, dan antar ke bandara," perintah Alvin.
"kalau begitu besok pagi tuan Pramono akan mengumumkan kebangkrutan perusahaannya, karena mulai hari ini perusahaan itu sudah tak mempunyai investor," kata Alvin mengejek.
"dan untukmu nona, lain kali jangan mencari masalah dengan orang yang salah, jika tidak ini akibatnya," kata Alvin meninggalkan sekolah.
"oh ya tuan Alex, ini tuan besar menitipkan surat izin untuk nona besar, mereka akan pergi untuk urusan bisnis selama sebulan," kata seorang pengawal.
Julian sudah terlihat marah dengan laporan Alvin, bahkan saat ini Chintya sedang di kamar mandi bandara.
dia sedang membersihkan diri, saat sampai Julian langsung mencekik leher Chintya, "apa kau sebodoh itu berani mengorbankan dirimu demi orang lain, kau harus ingat nyawamu itu milikku," kata Julian marah.
"maaf, aku tak mau melihat Kayla terluka, dia selalu baik padaku," kata Chintya tergagap karena cekikan Julian.
Chintya lagi-lagi hanya bisa diam, dia binggung harus berbuat apa dengan pria yang saat ini menarik dirinya.
sedang di Perancis. Aisyah hanya bisa menikmati waktunya dengan membaca buku, atau tidak membuat desain baju.
bahkan Aisyah sudah menghabiskan dua buku gambar berukuran besar, dan dia akan sering mendengar ayat suci Alquran di ponselnya.
itulah kegiatan Aisyah, dan dua juga menyiapkan baju untuk anaknya jika sudah sedikit besar.
bahkan jas untuk Raditya dan gaun Ayanna juga sudah siap, Aisyah bahkan sudah bisa membayangkan kedua anaknya nanti.
Stevani datang dengan cemilan sehat untuk Aisyah, "ini waktu cemilan sore," kata Stevani.
"terima kasih," jawab Aisyah.
"apa ini?" tanya Stevani.
"ini adalah semua rancangan baju untuk kedua anakku, aku menitipkan buku ini padamu, karena aku yakin kamu bisa memenuhi amanah ini," kata Aisyah.
__ADS_1
"ya Tuhan, mereka belum lahir tapi sudah memiliki rancangan ekslusif dari mu, mereka akan jadi bayi paling fashionable Aisyah," puji Stevani.
"harus, apalagi jika mereka memiliki gen dari Jacob, aku bahkan sudah membayangkan putra ku dan Putri ku yang akan begitu menawan," jawab Aisyah sambil mengusap perutnya.
"untuk wajah tak masalah, asal tidak kelakuan seperti Jacob, bisa pusing nanti kamu menghadapi keduanya," jawab Stevani.
Aisyah hanya tertawa, Mereka pun berbincang dengan rawa yang terus terdengar. bahkan Aisyah bisa begitu santai saat bersama Stevani.
sedang Valen sedang ke rumah sakit untuk melakukan sesuatu, jadilah di rumah hanya mereka berdua.
tak lama terlihat mobil Louis datang, "apa yang sedang kalian bicarakan, seperti nya lucu," tanya Louis.
"tidak ada, hanya Stevani yang membuatku menebak lelucon yang sedikit absurd, dan lagi dia menceritakan tentang beberapa hal," jawab Aisyah.
"tentang apa, Jessica atau Jacob?" tanya Louis.
"keduanya," jawab Stevani sambil tertawa-tawa.
"dulu aku kira kamu yang akan menikahi Jacob, karena kalian begitu dekat saat di Belanda," celetuk Louis.
dan tawa itupun seketika hilang dari wajah lembut Aisyah, dia seakan merasa bersalah.
"apa kamu menyukainya Stevani, kalian begitu dekat, dan tak mungkin jika tak ada cinta di antara kalian," kata Aisyah.
"apa, Louis tanggung jawab, Aisyah salah paham, aku dan Jacob hanya bersahabat, itulah sebabnya kami tahu rahasia masing-masing," kata Stevani panik.
Louis hanya mengangkat bahunya, sedang Aisyah masih melihat Stevani.
"gini ya Aisyah, aku memang selalu bersama dengan Jacob, tapi kami hanya bersahabat, apalagi semenjak Jessi sakit, Jacob jadi pribadi yang pendiam dan aku akan selalu menjadi temannya, lagi pula Jacob menganggap ku sebagai adik kecilnya," kata Stevani.
"apa kamu tau, siapa saja mantan dari suamiku, dan sebenarnya di itu siapa?" tanya Aisyah.
"aku tak bisa menjelaskan padamu, itu hak Jacob, tapi aku yakin kamu tau semuanya, karena Jacob tak pernah berbohong pada orang yang dia cintai," jawab Stevani.
"ya kamu benar, dan maaf aku menggoda mu," jawab Aisyah tertawa.
sedang Stevani binggung mendengarnya, pasalnya dia sudah ketakutan dengan Aisyah yang tiba-tiba marah.
Louis tertawa begitu keras, pasalnya Stevani busa tertipu dengan Aisyah yang pura-pura cemburu dengan persahabatan antara Jacob dan Stevani.
__ADS_1