Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
gadis liar


__ADS_3

sekarang Julian sedang melihat tiga orang gadis yang mabuk berat, Julian meminta pengawal dan pelayan wanita mengantikan pakaian mereka.


mereka sudah di bawa ke kamar tamu, sedang Julian berada di kamar bersama Chintya yang baru selesai mandi.


"bau mu enak sekali sayang," kata Julian.


"terima kasih, apa kamu memerlukan sesuatu?" tanya Chintya.


"tentu aku membutuhkan energi untuk besok, agar aku bisa meninggalkan mu untuk bisnis selama seminggu," jawab Julian.


"uh... yakin kamu sanggup," kata Chintya.


"kita lihat saja nanti, oh ya selama itu juga mereka boleh menginap," kata Julian.


Chintya pun mendorong Julian hingga jatuh ke ranjang, Chintya pun tersenyum menggoda.


"kalau begitu aku akan melayani tuan dengan senang hati," kata Chintya.


Chintya dan Julian pun memulai kegiatan mereka, hingga akhirnya kelelahan dan memilih tidur.


ya untuk sementara Chintya dan Julian tinggal di penthouse mewah yang di beli Julian. karena rumah mereka sedang dalam tahap renovasi.


keesokan harinya, Chintya sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya yang akan pergi, Julian melarang Chintya untuk mengantar nya ke bandara.


bahkan Alvin dan Anastasya akan pergi dengan Julian karena ini bisnis besar. "Anastasya. jika suamiku bermain di sana tolong beri tau aku, aku akan membuatnya menyesal," kata Chintya.


"tentu kak, aku selalu di pihak mu," jawab Anastasya.


"tenang sayang, aku tak mungkin bermain serong di sana," kata Julian.


"aku tak yakin, pria pemain wanita handal seperti mas bisa menahan godaan, apalagi kebanyakan klien mas mengunakan wanita untuk melancarkan bisnis mereka," kata Chintya cemberut.


"tenang, sekarang aku berubah kok, aku ingin bahagia seperti Jasper dengan anak-anak kita nanti," kata Julian.


"iya mas, dan maaf tentang yang lalu," kata Chintya.


"sudah tak perlu di bahas, mas sudah melupakan semuanya," jawab Julian.


Chintya sudah mengantar sampai lobi apartemen, setelah kepergian Julian Chintya kembali ke penthouse.


saat Chintya membuat jus delima, ketiga gadis mabuk itupun keluar dari kamar, Chintya juga sudah menyiapkan air jeruk hangat untuk mereka.


"gak usah benggong begitu, sini kita sarapan," ajak Chintya.


"Alhamdulillah, ku kira kami di culik dan di bawa ke rumah pria bajingan," kata Kayla.

__ADS_1


"mulut mu itu, makanya kalau gak bisa minum gak usah minum, apalagi kamu buat onar saja," kata Chintya menoyor kepala dari Icha.


"ya kamu tau sendiri kan kau aku mabuk,maka semua isi hatiku keluar," Jawab Icha yang hanya menyenggir kuda.


Chintya memberikan sandwich pada teman-teman nya itu, kemudian ketiganya mandi.


sedang Chintya mulai mencari drama kesukaan nya, hari ini mereka libur karena kesiangan untuk berangkat ke sekolah.


"nyonya besar, kamu gak punya cemilan ya!" teriak Violla dari dapur.


"ada pop corn instan di sana, kamu bisa membuatnya kan," kata Chintya.


"baiklah, aku buat dengan karamel ya, oh ya minuman nya apa?" tanya Violla.


"ada jus di sana, dan juga minuman dingin lain, kamu tinggal memilihnya," jawab Chintya.


Violla pun selesai dengan pop corn dan juga minuman dingin. dia pun bergabung bersama dengan Chintya.


sedang di kamar Kayla sedang baru selesai mandi dan begitupun Icha. sedang di rumah para orang tua sibuk mencari anak-anak mereka.


tapi untungnya sebelum pergi, Julian meminta Alvin memberitahu ketiga orang tua dari gadis liar semalam.


tak hanya itu, Kayla juga di ceramahi oleh Alex karena pergi ke Bar, sedang Kayla hanya mampu mendengar semuanya, tanpa bisa membantah.


sedang Icha tak akan memiliki hal yang akan di komentari oleh Altaf, bahkan Icha sering merasa jika Altaf melakukan ini hanya karena takut pada Ardi.


"nyonya besar, untuk makan siang mau masak apa," tanya pelayan itu.


"aku ingin makan nasi Padang, dengan daging rendang," kata Chintya.


"baik nyonya saja akan membuatkannya," jawab pelayan itu.


"kenapa kau merepotkan dirimu, beli saja aku akan memakannya, dan tolong buatkan aku cemilan nuget dan sosis ya," kata Chintya.


"baik nyonya," jawab pelayan itu.


Kayla tak menyangka jika kehidupan Chintya berubah begitu drastis, dari seorang anak yang di jual, kini menjadi nyonya besar.


tapi Kayla malah bahagia melihat itu karena Chintya pantas, mendapatkan pria yang mencintai dirinya.


mereka pun kini beralih berenang setelah selesai dengan film horor, keempat nya sudah mengenakan bikini.


untung di rumah itu semua pelayan dan pengawal adalah perempuan, jika tidak mereka tak bisa sebebas itu.


ya Julian sangat menjaga ketat istrinya, agar tak ada siapapun yang bisa menyentuh wanita nya itu.

__ADS_1


"hei.. kita belum menjengguk kak Aisyah dan dua bayinya, kapan mau kesana?" tanya Chintya.


"oh ya aku lupa jika kak Jacob sudah punya bayi, bagaimana jika nanti sore, lumayan sekalian kura jalan-jalan," jawab Violla.


"wih boleh tuh, kebetulan ada dua nyonya besar yang bisa traktir kita," kata Icha.


"cih.. kau juga calon nyonya besar buk," jawab Kayla asal.


"tidak seperti yang hay bayangkan," jawab Icha yang langsung berenang lagi.


mereka pun mengakhiri berenang setelah makanan yang di pesan datang, mungkin mereka terlihat gadis yang sempurna.


tapi soal makanan mereka adalah juaranya, tapi tak mempengaruhi bentuk tubuh keempatnya.


pukul tiga sore mereka pun menuju ke rumah sakit, Chintya sudah mengirimkan hadiah untuk bayi Aisyah dan Jacob ke rumah, begitupun untuk bayi Jessica dan Jasper.


saat sampai di rumah sakit, keempat gadis itu langsung menuju ke ruang rawat Jessica dan Aisyah.


Chintya masuk pertama dan melihat keluarga Ardi sedang ada di sana, Chintya langsung menarik Icha.


"selamat sore semuanya," sapa Chintya.


"selamat sore," jawab semua orang.


mereka pun masuk, Chintya menyapa Jessica terlebih dahulu, sedang Kayla dan Icha menyapa Aisyah.


vio langsung memeluk Kirana dengan erat, Icha pun kemudian menyapa calon mertuanya itu.


bahkan pelukan Kirana begitu hangat dan lama, "bunda percaya kamu perempuan yang kuat ya nak, mungkin kamu jawaban dari semua doa bunda," bisik Kirana.


Icha pun menjawab dengan suara sedikit bergetar, "aku akan melakukan yang terbaik untuk bunda," jawab Icha.


"wah nyonya besar Baskara, kenapa datang dengan temannya, mana suamimu? aku belum mengucapkan selamat atas pernikahan kalian," kata Ardi tersenyum ramah.


"maaf tuan Shiddiq, suamiku sedang ada perjalanan bisnis ke Mexico, setidaknya akan sepuluh hari di sana," jawab Chintya.


"aku kenapa jadi inget masa lalu ya, menikah saat masih usia sekolah," saut Kirana tertawa.


"udah deh jangan mulai, iya maaf aku dulu khilaf sayang, tapi kamu bahagia kan," kata Ardi.


"aku bahagia mas, hanya saja-" kata Kirana.


"aku juga bahagia kok ma, hai semuanya maaf aku terlambat," kata Andhara yang terlihat sedikit ceria.


meski usianya sudah hampir kepala tiga, tapi penampilan Andhara masih terlihat seperti anak modern dengan jeans dan jaket denim.

__ADS_1


"hallo adik ipar, kamu sehat kan," kata Andhara memeluk Icha.


"iya kak," jawab Icha membalas pelukan Andhara.


__ADS_2