
Bu Mala yang menatap kesedihan Sandi karena ketidakhadiran Wulan di meja makan.
"pak Joko, Wulan di mana?" tanya Bu Mala.
"nona sedang mengaji di musholla nyonya, dan nona bilang tak ingin di ganggu," jawab pak Joko.
"Bu Sandi sudah selesai, Sandi ke ruang kerja dulu," kata Sandi seraya meninggalkan Bu Mala.
"huh.. dasar udah tua masih kayak anak kecil, dasar Sandi,"gumam Bu Mala.
Sandi tengah termenung memikirkan Wulan, hati Sandi sakit saat melihat Wulan menangis tadi dan mendiamkan nya seperti ini.
Bu Mala tak ingin ikut campur dalam rumah tangga putranya, tapi dia juga tak ingin melihat kesedihan dari anak dan menantunya.
Bu Mala menemui Wulan di dalam musholla, Bu Mala mendengar bacaan Al Qur'an Wulan begitu menyayat hati, serasa Bu Mala merasakan apa yang tengah di rasakan oleh Wulan.
"apa ibu mengganggumu?" tanya Bu Mala.
"tidak bu, silahkan masuk," kata Wulan menutup Al Qur'annya.
"Wulan jangan sedih mendengar ucapan Sandi, dia sedang sedikit bimbang dengan perasaanya, dan apa kau ingat kenapa aku memilihmu, menjadi istri untuk putraku," tanya Bu Mala seraya mengusap kepala menantunya itu.
" bukankah karena hutang kakak ku Bu?" jawab Wulan.
Bu Mala tersenyum mendengar kata kata Wulan.
"iya itu juga, tapi aku sudah jatuh hati melihat mu, saat rela mengorbankan diri demi orang tuamu, dan ibu ingin kamu bisa merubah Sandi jadi lebih baik," kata Bu Mala mengelus mukena yang di gunakan Wulan seraya tersenyum teduh.
" iya Bu, maafkan Wulan Bu, Wulan tadi terbawa suasana hati, karena mendengar perkataan mas Sandi," kata Wulan menangis di pelukan Bu Mala.
" sekarang datangi dia, sadarkan dia bahwa kamu adalah istri terbaik, yang di kirim oleh Alloh untuknya," kata Bu Mala menghapus air mata Wulan.
Wulan pun mengangguk, Bu Mala meninggalkan Wulan untuk istirahat.
Wulan pun memutuskan untik menghampiri Sandi, Wulan sudah berdiri di depan ruang kerja Sandi akhirnya mengetuk pintu.
__ADS_1
TOK...TOK..
"masuk.."kata Sandi dari dalam.
ceklek...
Wulan menunduk seraya masuk, sedang Sandi hanya bersandar di kursi kerjanya, sambil menutup mata.
"mas, apa aku beh minta waktu sebentar?" suara Wulan mengejutkan Sandi.
"apa yang kau inginkan?" kata Sandi datar.
"kenapa mas ingin melepaskan ku, bukannya kemarin mas bilang sendiri, tak akan pernah ada perpisahan diantara kita, tapi sekarang mas menginginkannya?" tanya Wulan menatap Sandi.
"aku tak suka melihat mu, aku suka wanita yang berpakaian seksi, sedangkan dirimu kuno," alasan yang di buat Sandi.
"baiklah itu keinginan mas, kalau mas ingin seperti itu aku lakukan," kata Wulan.
Sandi yang masih binggung dengan kata-kata Wulan, memilih menutup mata lagi dan tak memperdulikan Wulan.
tak di duga Wulan melepas jilbab syar'i nya dan melempar ke sofa, dengan tangis Wulan mulai menarik resleting gamis yang dia gunakan, Wulan melepas gamis yang dia gunakan, dan hanya menyisakan tengtop dan celana legging panjang.
Sandi menatap Wulan kaget, pasalnya Wulan hanya mengunakan tengtop dan legging panjang dan itu menunjukkan semua bentuk tubuh Wulan.
"apa mas sudah bisa menerimaku seperti ini?" kata Wulan mengejutkan Sandi yang masih diam mematung.
Sandi tersadar dan langsung berlari memeluk tubuh Wulan.
"maafkan aku Wulan, aku tak bermaksud seperti ini padamu, aku hanya binggung dengan perasaan ku," ucap Sandi mengeratkan pelukannya pada tubuh Wulan.
"asal mas tau, aku menutup seluruh tubuhku hanya untuk suamiku, tapi jika dengan itu mas menceraikan ku, lebih baik aku mengunakan pakaian yang mas sukai," kata Wulan menangis di pelukan Sandi.
"maafkan aku... tapi aku merasa tak pantas berada di samping mu, karena kamu begitu sempurna di mataku, sedang aku pria yang begitu buruk," ungkap Sandi dari hati terdalam.
"mas aku tidak sempurna, dan kesempurnaan hanya milik Alloh semata, aku yang merasa tak pantas mendampingi mas Sandi yang seorang pengusaha sukses ini, bahkan aku selalu ingat jika aku hanya gadis penebus hutang," kata Wulan melepas pelukan Sandi.
__ADS_1
"tidak Wulan, kau istri ku, iya aku memang pengusaha sukses tapi juga seorang br*****k yang suka gonta ganti pasangan, jadi maukah kamu membimbingku," kata Sandi menunduk menangis.
"mas kita lupakan masa lalu, dan kita mulai lembaran baru bersama, aku menerima mas dengan semua masa lalu mas, dan juga kekurangan mas, kita akan belajar bersama untuk jadi orang yang lebih baik ya mas," kata Wulan membelai pipi Sandi.
" terima kasih Wulan, dan bisakah kamu memakai gamis mu lagi, aku tak ingin melihat dirimu di nikmati pria lain, dengan pakaian seperti ini," ucap Sandi sambil menyerahkan gamis pada Wulan.
Wulan pun kembali mengenakan gamis dan jilbab nya, Sandi tersenyum melihat istri kecilnya menjaga tubuhnya hanya untuk dirinya.
"apa kita bisa mulai semua dari awal, aku akan mencoba membuka hati untukmu dan menerima hubungan kita, apa kau mau berusaha denganku menjalani rumah tangga ini?" tanya sandi sambil mengenggam tangan Wulan.
"insyaallah aku selalu siap mas, apapun permintaan mas Sandi, dan mari kita jalani ini bersama dan saling membuka diri," kata Wulan tersenyum menatap Sandi.
tiba tiba Sandi mencium kening Wulandengan lembut, seraya mengucapkan, "terima kasih sudah mau jadi istriku," sambil tersenyum.
Sandi begitu beruntung memiliki gadis kecil ini di hidupnya, yang sedikit demi sedikit sudah merubah Sandi, dari yang dulu begitu buruk menjadi pribadi yang lebih baik.
sekarang semua kebutuhan Sandi akan di atur oleh Wulan, mulai dari baju, makanan serta kebutuhan lainnya, Karena Sandi tak ingin barangnya di sentuh orang lain.
karna bagi Sandi tak akan sama jika dia memakan masakan, atau apapun yang bukan di siapkan oleh Wulan.
meski hubungan mereka sudah membaik, tapi Sandi belum berani meminta haknya sebagai suami.
dia tak ingin membuat istri kecilnya hamil, sebelum mencapai cita citanya, bahkan Sandi sudah menyiapkan kejutan untuk istri kecilnya itu dengan berkas pendaftaran kuliah di kampus impian sang istri.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon DUKUNGANNYA ya....
terima kasih...😉😉😉