Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_pertengkaran


__ADS_3

Wulan selalu menyempatkan sholat malam.. Wulan merasa hanya pada sang pencipta ia bisa menumpahkan segala keresahannya...


"ya Allah aku serahkan dan sandarkan cintaku untuk suamiku pada MU... berikan aku jalan terbaik... jika memang suamiku merasa tak bahagia dengan pernikahan kami... maka aku suap melepaskan nya untuk bahagia bersama wanita lain... dan jadikan semua putra putriku menjadi Sholeh dan Sholihah... Amien..." do'a Wulan dengan tangisnya...


sandi sebenarnya tidak tidur.. dia binggung harus bagaimana di satu sisi dia akan kehilangan istri dan anak anaknya tapi dia tak mungkin bisa mengatakan apa yg terjadi...


setelah sholat tiba tiba Wulan merasa perutnya sakit.. dia ingat pesan Rafi bahwa dia tak boleh tertekan...


" maafkan mama sayang.. mama mohon kuat lah demi mama.." batin Wulan..


Wulan tak sadar menggigit bibirnya untuk menahan sakit.. tak lama rasa sakit itu mereda.. kini dia memilih untuk berbaring di samping sandi..


" maafkan aku mas.. mungkin kali ini aku tak kan sekuat dulu... dan bila aku mundur itu demi kebahagiaan mu..." kata Wulan memandangi punggung sandi..


Wulan tak bisa menutup mata.. dia hanya bisa menangis dalam diamnya.. sandi yg biasanya memeluknya saat tidur kini bahkan memunggungi nya...


waktu subuh tiba Wulan telah selesai dengan kewajiban seorang muslim.. kini dia menyiapkan sarapan dan pakaian kerja Sandi..


" mas boleh aku membantumu.." tanya Wulan..


sandi tak menjawab... Wulan mulai memakaikan dadi dan membantu memakaikan sepatu.. setelah selesai sandi pergi begitu saja sedang Wulan terduduk di lantai.. air matanya kini mulai jatuh lagi..


pagi itu sandi pergi ke kantor tanpa sarapan.. trio Ar begitu marah melihat kelakuan sandi yg begitu dingin pada sang mama..


kini trio Ar dan twins sudah berangkat sekolah di antar oleh pak imam... Wulan menghubungi Lia dan meminta menemani untuk jalan jalan di mall...


setelah mengantar Rissa dan Sandra... trio Ar sepakat untuk mendatangi kantor sandi..


" pak imam kita ke kantor papa..." kata Ardi..


" tapi den.. nanti tuan.." kata pak imam..


" jika pak imam gak mau mengantar... kami bisa kesana sendiri..." kata Ardan..


" bapak mau ngantar apa gak..." tanya arka...


" baiklah den.." jawab pak imam..


kini mereka sampai di kantor... para resepsionis tau jika mereka adl putra sandi makanya mereka tak melarang...


kini mereka sampai di depan kantor sandi... Ken mencegat ketiganya.. tapi Ardi mendorong Ken hingga terbentur ke dinding..


mereka menerobos masuk ke kantor sandi dan mereka terkejut melihat di dalam kantor sudah ada Surya. Sandi dan seorang wanita...

__ADS_1


" wah... papa hebat nya... di rumah buat mama nangis... dan di kantor papa asik sama cewek dan juga om Surya ..", kata Arka..


" tutup mulut mu arka..." bentak Surya..


" cih.. tutup mulut mu om.." kata Ardan..


Ardi diam menahan amarahnya.. Ardi akan bertindak jika sudah mencapai batas kesabaran ya...


" kenapa kalian disini.. bukannya sekolah.. ini yg mama kalian ajarkan...." kata sandi..


" tak usah menghina ajaran mama kami.. lihat kelakuan papa yg menjijikan ini..."kata Arka..


" cukup arka... keluar.."bentak sandi..


" owh... papa malu ketahuan ketiga putra papa sedang main bareng wanita itu bareng om juga... hahaha menjijikan.." kata Ardi..


sandi yg sudah geram pun menghampiri putra nya dan menatap tajam ketiganya...


Ardi tak mau kalah bahkan di berdiri depan sandi demi melindungi kedua adiknya..


" mau apa pa.. tak puas sudah buat mama sedih dari kemarin.. ini balasan papa untuk mama... cih kasihan mama punya suami seperti papa...." kata Ardi..


plak.... sebuah tamparan di berikan sandi tapi bukan Ardi yg menerimanya tapi Wulan yg sudah berdiri di depan Ardi..


" mama..." teriak Ardan dan arka...


Lia terdiam... di samping Ardan dan arka...


flashback on...


Lia menjemput Wulan di rumah karena akan jalan ke mall.. tapi Lia mengajak Wulan mampir ke kantor guna mengirimkan dokumen milik Surya...


setibanya di kantor mereka melihat trio Ar yg baru memasuki ruangan sandi.. mereka mendengar semua pertengkaran karena pintu yg tak tertutup sempurna..


Wulan dan Lia menerobos masuk dan Wulan sudah berdiri melindungi Ardi dari tamparan sandi...


flashback off...


" mama..." kata Ardi menangkap tubuh Wulan yg sempoyongan...


" tenang bang mama baik baik aja..." kata Wulan..


" dek..." kata sandi ingin membantu Wulan tapi Wulan menghindari sandi..

__ADS_1


" cukup mas.. aku mas aku menyerah.. aku tak bisa bertahan di samping mu... demi wanita itu... kau bahkan berani mengangkat tangan mu pada putraku.. " kata Wulan..


" maaf mas khilaf..." kata sandi


" maaf mas.. sepertinya aku lebih memilih untuk merelakan mas bahagia dengan wanita lain dari pada aku melihat kelima anak ku menderita... asal mas tau Sandra dan Rissa semalam tak tidur hanya karna mas tak mengucapkan selamat malam pada mereka... mas jika marah padaku dan membenciku.. aku bisa menerima tapi jangan sakiti anak anak ku..." kata Wulan menangkup kan tangannya di dada...


" maaf kan mas.. ini tak seperti yg kalian pikirkan..." kata sandi..


" maaf mas.. aku pergi bersama anak anak ku.. semoga mas bahagia..." kata Wulan


kini Wulan mengajak ketiga putranya meninggalkan gedung Shiddiq Grub... Wulan tak menyangka rumah tangganya berakhir seperti ini..


sandi terjatuh lemas mendengar perkataan istrinya.. dia tak ingin kehilangan putra dan istri yg sangat ia cintai..


" Sur maaf aku tak bisa menyembunyikan ini lagi.. aku memilih istriku... maaf kau selesaikan masalah ini sendiri..." kata sandi berlari mengejar Wulan..


Lia yg mendengar perkataan sandi menatap sang suami..


" mas jelas kan ada apa.. dan kenapa hingga terjadi pertengkaran ini..." kata Lia..


Surya terdiam dia menunduk takut.. Surya tau Lia tak se sabar wulan.. tapi masalah kali ini telah membuat kehancuran sandi dan mungkin dirinya....


Lia yg tak mendapat jawaban dari suaminya menghampiri wanita yg sedang duduk dengan angkuhnya ..


saat Lia mendekat dia ingat.. wanita itu adl dini mantan sekretaris Surya....


" apa yg kau lakukan..." kata Lia..


" jangan tanya padaku.. tanya suami mu yg tega membuat hancur keluarga kakaknya... dan ternyata dia pengecut..." kata dini sombong...


" mas jawab.. atau aku akan membawa anak anak kita pergi darimu... cepat jelaskan..." kata Lia....


" maaf..." hanya kata itu yg terlontar dari mulut Surya....


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2