
Aisyah sedang menggambar beberapa model baju, mulai dari gaun dan juga busana biasa, sayangnya dia tak bisa menjahit sendiri.
"hayo loh, sedang apa?" tanya Valen yang datang.
"hanya mengisi waktu luang, apa kalian baru pulang?" tanya Aisyah.
"ya, dan aku selalu suka saat ke gereja, dan Manda mana? tumben gak kelihatan?" tanya Valen.
"dia tadi sedang memeriksa laporan rumah sakit sepertinya, dan Valen bisakah kamu mengajak ku keluar, kita jalan-jalan di sekitar sini," kata Aisyah.
"tentu, tapi gunakan mantel dan topi serta saring tangan, karena cuaca cukup dingin," jawab Valen.
"baiklah," jawab Aisyah.
Valen pun menyiapkan mobil, tak lupa Stevani juga ikut, kini ketiganya sudah menuju ke taman.
Aisyah terlihat cantik dengan mantel bulu dan topi bulu yang di pinjami Valen. Aisyah begitu senang melihat anak anak yang sedang bermain.
"duduk dulu Aisyah," ajak Valen.
"di sini begitu indah dan damai ya, dan aku suka melihat semua anak-anak berlarian seperti itu meski suhu sedikit dingin," kata Aisyah.
"ya namanya juga anak-anak, oh ya kemana Stevani, kenapa belum kembali dari tadi," kata Valen.
"sorry.. terlalu ramai, oh ya Valen kamu ingat dia," kata Stevani pada seorang pemuda.
Aisyah fokus pada anak-anak dan tak memperhatikan pria yang datang bersama Stevani.
"tentu tidak, bagaimana kabar mu Dimitry," kata Valen.
"hai aku baik, kau makin cantik Valen," puji Dimitry.
"tentu, oh ya perkenalkan saudara kami, Aisyah Jacobson Smith, Aisyah ini Dimitry Andreas," kata Valen merangkul Aisyah.
Dimitry mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, tapi Aisyah menangkupkan tangannya di dada.
"salam kenal," kata Aisyah.
"oh ya, maaf," kata Dimitry menurunkan tangannya.
mereka pun berbincang, Aisyah tiba-tiba rindu suara dan senyum Jacob, apalagi di taman itu banyak pasangan dan keluarga yang terlihat bahagia.
Aisyah pun mencoba menghubungi nomor telpon Jacob, pertama tak di angkat, Stevani pun menghampiri Aisyah.
"kamu kenapa? ingin menelpon seseorang?" tanya Stevani.
"boleh aku pinjam ponselmu, mungkin dia akan menjawab," kata Aisyah.
__ADS_1
"tentu, oh ya nomor Jacob aku simpan dengan the beast," kata Stevani.
Aisyah hanya melongo mendengarnya, pasalnya Stevani adalah orang yang mengenal baik dirinya dan Jacob.
Aisyah pun kembali menelpon Jacob, masih terdengar suara sambungan dari sebrang.
"hallo, ada apa kau menghubungiku," suara Jacob terdengar.
mendengar itu Aisyah menangis, pasalnya sudah seminggu ini dia tak mendengar suara yang selalu mengatakan kata-kata manis.
sedang Jacob yang masih di kantor binggung mendengar suara tangisan, "hei kamu menelpon hanya mau menangis saja, kalau begitu aku tutup telponnya," kata Jacob.
"tunggu... assalamualaikum mas," suara Aisyah akhirnya.
"Aisyah, Aisyah ini kamu sayang, maafkan aku..." tangis Jacob.
"tidak perlu mas, bagaimana kabar mas di sana, aku mohon jaga kesehatan mu, jangan terlalu lelah bekerja, aku di sini juga berjuang dengan calon bayi kita," kata Aisyah sedih.
"apa kamu mau aku menjemputmu, aku akan pergi menjemput mu, aku tak bisa menjalani hidupku selama kamu jauh dariku sayang," kata Jacob.
"aku juga mas, tapi aku tak bisa pulang, aku tak mau mas menyingkirkan bayi kita, aku akan membuktikan jika aku bisa, aku bisa mas," kata Aisyah.
"aku tau, maafkan aku Aisyah, maafkan aku, aku hanya takut kehilanganmu, karena aku tak bisa menjalani hidupku jika tak melihatmu," kata Jacob.
"kalau begitu kapan-kapan kunjungi aku di sini mas, mungkin dengan kedatangan mas, aku bisa makin kuat bersama bayi kita," jawab Aisyah.
"iya mas, maaf aku tutup dulu telponnya,karena Stevani dan Valen akan mengajakku pulang, ingat mas jaga kesehatan ya, aku mencintaimu, wassalamu'alaikum," kata Aisyah.
"aku juga mencintaimu Aisyah dengan sepenuh jiwa ku, waalaikum salam," jawab Jacob yang kemudian menutup telponnya.
Jacob pun tersenyum tapi juga menangis karena bisa mendengar suara istrinya yang sudah di rindukan selama ini.
Aisyah pun kembali dan mengajak untuk pulang, tapi Dimitry seakan tak mengizinkan mereka pergi.
"maaf nona, kenapa kamu begitu buru-buru," kata Dimitry.
"maaf tuan, saya tak bisa berada di luar terlalu lama, Stevani, Valen ayo pulang," ajak Aisyah.
"tunggu Aisyah, aku masih berbincang dengan Dimitry, kita di sini lebih lama lagi ya," kata Valen.
"Stevani ayo pulang, aku merasa keadaan ku sedikit kurang sehat," kata Aisyah.
"baiklah Aisyah, kami permisi dulu, Valen kamu bisa pulang naik taksi kan," kata Stevani.
"tak masalah biar nanti aku yang mengantarkan dia pulang," jawab Dimitry.
"ingat Valen, apa yang di katakan oleh uncle James atau kamu selalu tau akibatnya," kata Stevani menginggatkan Valen.
__ADS_1
"ayo pulang Stevani," kata Aisyah memegangi tangan Stevani.
"kenapa kalian mengajaknya keluar terlalu lama," suara Manda yang datang.
Stevani dan Valen kaget melihat pria yang datang bersama Manda, bahkan pria itu terlihat menatap tajam kedua wanita yang sedang bertengkar itu
Aisyah tak kuat menahan sakit yang tiba-tiba menyerang, tubuhnya limbung dan sigap Louis langsung menangkap tubuh Aisyah.
"Aisyah bangun, kenapa kalian diam cepat pergi ke rumah sakit!" bentak Louis.
Louis menggendong Aisyah dan membawanya ke mobil, Manda pun menghubungi rumah sakit, Valen membawa mobil yang tadi di gunakan.
sedang Stevani mengemudi untuk Louis dan Manda, Louis terus mencoba membangunkan Aisyah.
"cepatlah Stevani, aku takut terjadi apa-apa dengannya," panik Louis.
saat sampai di rumah sakit, Manda meminta tim dokter ke ruang ICU dan menanggani Aisyah dengan baik.
Valen baru datang, dia menghampiri Stevani dan Louis.
"bagaimana keadaannya?" tanya Valen takut.
"dia sedang mendapat penanganan di dalam, Valen siapa pria tadi, kenapa kalian malah bertengkar saat Aisyah mengajak pulang," tanya Louis.
"dia adalah teman sekolah kami, dan kami lama tak bertemu, dan ku menjadi lupa dengan segalanya saat bersamanya," jawab Valen jujur.
"semoga dia baik-baik saja, lain kali jangan di ulangi lagi, kalian tau jika Daddy yang tau, mungkin pria tadi bisa selesai karena membahayakan menantu dan calon cucunya," kata Louis.
"baik Louis, sekali lagi maaf kan kami, kami salah," kata Stevani dan Valen.
Manda pun keluar dan memijat pangkal hidungnya, pasalnya kondisi Aisyah tak seburuk yang di bayangkan.
"bagaimana keadaan aisyah," tanya Valen dan Stevani.
"dia hanya lelah dan terlalu banyak terkena hawa dingin, lain kali jika kalian mengajaknya keluar, jangan lama-lama mengerti, kalau tidak habis kalian berdua," kata Manda.
"baiklah Manda, maaf kami tadi lupa waktu, dan lagi cuaca di sini sangat berbeda dengan Indonesia," kata Stevani.
"oke, dia akan di pindahkan ke ruang rawat untuk sementara," jawab Manda merangkul keduanya.
"oh ya Louis, kamu akan di sini berapa lama?" tanya Manda.
"mungkin seminggu, karena ada pekerjaan," jawab Louis.
"owh... dan istrimu di Belanda, dia tak masalah di sana?" tanya Manda.
"tentu, dia di sana banyak yang menjaga," jawab Louis.
__ADS_1
Manda pun mengangguk senang, meski dia memiliki perasaan dengan Louis tapi dia tak mungkin merusak rumah tangga Louis demi egonya.