
kini Aline sudah di ijinkan pulang dari rumah sakit, Rissa meminta mereka untuk tinggal di rumah utama.
"mommy kenapa kami harus di rumah utama," kata Ken protes.
"ayolah Ken, biarkan mommy merawat istrimu, meski kalian di samping rumah tapi enak jika kalian tinggal di sini," kata Rissa.
"yang di katakan mommy benar, dan kamu akan bekerja di perusahaan sendiri dulu karena aku sudah meminta izin Daddy untuk honeymoon," kata Lui sambil tertawa.
"ahh.. sialan aku baru saja mau ijin dan Daddy malah keduluan kamu, ya udah cepet buat keponakan, biar rumah ini makin rame," kata Ken.
"tenang itu pasti terjadi saudaraku, kalau bisa aku minta langsung kembar tiga karena akan sangat ramai," kata Lui.
"ya di rumah ini mempunyai gen kembar yang begitu banyak, tapi anehnya terjadi hanya di keluarga kita, sedang mami dan ketiga papi tidak memiliki anak kembar," kata Ken.
"karena tak semua anak kembar bisa memiliki anak kembar nantinya," jawab Rissa.
" owh.. sana bersiap lah biar aku yang handel perusahaan," kata Ken.
" terima kasih kau memang saudara yang baik," kata Lui sudah berlalu menemui Mecha yang tengah bersiap dengan bawaannya.
"kau siap sayang?" tanya Lui.
"iya mas, aku sudah lama tak ke Jawa Timur, aku sudah merindukan makanannya yang begitu menggoda," kata Mecha.
"tentu kita bisa menikmati kuliner di sana," kata Lui memeluk Mecha.
"dan kita akan mencari kebenaran tentang adik mu itu sayang, karena orang ku sudah menemukan bibi dan paman mu itu," batin Lui.
sore itu Lui dan Mecha berpamitan pada yang lain untuk honeymoon, kini mereka menuju ke bandara.
perjalanan mereka cukup singkat 1jam 40 menit mereka sudah mendarat di bandara Juanda Surabaya.
orang kepercayaan Lui menjemput mereka dengan melakukan pengawalan ketat, mereka pun menuju ke mansion milik James.
sebenarnya di Surabaya banyak saudara mungkin nanti malam Lui akan mengajak Mecha bertemu dengan keluarga Surya.
"mas ini rumah siapa?" binggung Mecha melihat Mension yang begitu mewah.
"ini rumah Daddy, dulu mereka sempat tinggal di Surabaya tapi kini memilih di Jakarta karena pusat perusahaan di sana," kata Lui.
"tapi rumah ini?" tanya Mecha.
"ini tetap terjaga, apalagi perumahan ini begitu ketat bahkan kita masuk harus memiliki kartu akses khusus," kata Lui.
" baiklah," jawab Mecha.
mereka pun masuk dan menuju kamar milik Lui di lantai bawah, kamar Lui sudah di modifikasi dengan sangat luas.
setelah menyusun semuanya, kini Lui dan Mecha berjalan jalan berkeliling dengan mengunakan motor matik.
mereka berhenti di daerah taman bungkil, taman pelangi hingga ke taman mundu.
mereka juga memilih untuk makan di warung pinggir jalan, bahkan Lui sangat menikmati waktunya bersama Mecha.
cuaca di sore di Surabaya lumayan panas, tapi tak menghalangi pasangan pengantin baru yang tengah hangat hangat nya itu.
__ADS_1
setelah puas mereka memilih untuk main kesalah satu mall di kota itu, "mas bisakah aku membeli beberapa buku resep masakan?" tanya Mecha.
"kenapa tak mencari menu di google saja sayang," jawab Lui sambil merangkul Mecha.
"aku lebih suka membaca buku ketimbang di ponsel, dan aku ingin memilih beberapa novel," kata Mecha.
"baiklah, apapun untuk mu," kata Lui.
ya Lui menjadi pria yang sangat memanjakan sang istri, apalagi cinta Lui tumbuh dengan sendirinya.
Mecha menjadi wanita paling beruntung karena Lui tak akan melepaskan genggaman tangan Mecha.
mereka terus bersama dalam memilih buku, bahkan Lui ikut memilih beberapa bacaan saat senggang.
saat memilih buku tak sengaja Mecha menabrak seorang gadis yang juga sedang memilih buku.
"maaf aku tak sengaja, apa kau terluka?" tanya Mecha.
"tidak masalah mbak, aku baik baik saja," jawab Kania.
"eh.. kamu bukanya yang kemarin lusa di Jakarta minta foto kan?" tanya Lui.
"iya mas, mbak dan mas sedang liburan ya?" kata Kania.
"iya kami sedang berbulan madu, kamu sendirian saja?" tanya Lui.
"aku sedang ingin sendiri mbak, lagi budreg (kesal/pusing) saja," jawab Kania.
" mau gabung gak, kebetulan kami mau ke toko kue habis ini," ajak Mecha.
"gak kok aku malah senang banget bisa ketemu kamu di sini, oh ya namaku Mecha dan ini suamiku Louis, dan kamu?" tanya Mecha mengulurkan tangannya.
"namaku Kania Anggraini mbak, biasa di panggil Kania," jawab Kania sambil menjabat tangan Mecha dan Lui bergantian.
kini mereka bertiga menuju ke sebuah kafe untuk minum kopi dan makan kue, " sayang aku ke bawah bentar ya karena mau tuker mobil," pamit Lui.
"oke sayang cepetan balik nya kalau hak aku bisa di pek wong loh," goda Mecha.
"inggeh bojoku seng ayu Dewe gak onok tunggal e gawe mas Louis tok(iya istriku yang cantik tak ada duanya buat mas Louis saja)," jawab Lui yang fasih.
Kania malah tertawa meliht Lui, " kenapa Kania?" tanya Mecha saat Lui sudah menjauh.
"tidak mbak lucu saja, karena muka bule tapi bisa bahasa Jawa medok lagi," kata kami.
"mas mah keturunan bule Surabaya makanya dia juga bisa fasih," jawab Mecha.
"oh ya, kamu kuliah atau kerja?" tanya Mecha.
"aku kuliah mbak semester akhir, ini makanya sering ke toko buku buat cari referensi, mbak kayaknya bahagia banget sama masnya?" tanya Kania.
"iya tapi kisah cinta kan memiliki cerita masing masing kami, kamu pasti akan mengalami nya nanti," kata Mecha.
" mbak Mecha benar," kata Kania.
mereka pun berbincang bersama, dan lucunya mereka begitu akrab bahkan seperti saudara.
__ADS_1
kini Lui pun sudah kembali ke meja mereka, "maaf tadi mang latip lama sampai nya," kata Lui.
"tak masalah mas, oh ya aku mau ke toilet sebentar ya, Kania kmu di sini tunggu aku urusan kita tadi belum selesai," kata Mecha.
"oke mbak, aku tunggu dan siap siap mbak nanti kalah," jawab Kania.
"bahas apa sih?" tanya Lui.
"cuma permainan dan yang kalah tiga kali harus mau melakukan apapun permintaan yang Menang," jawab kami.
"huh dasar wanita aneh aneh aja kalian ini," kata Lui sedang kami menikmati minumannya.
dari jauh terlihat Shinta yang sedang bersama Bhara, Shinta mengajak Bhara menghampiri Kania karena mengira jika Lui adalah kekasih rahasia Kania.
"hayo ketahuan, ini pacar rahasia mu selama ini?" kata Shinta mengejutkan Lui dan Kania.
tapi mata Kania melotot karena orang yang di belakang Shinta sudah menampakkan wajah datar dan arogan.
"bukan dia suami temenku," jawab Kania panik.
"eh.. mas bukannya yang di Jakarta waktu itu ya, kok sama Kania hayo.. kalian tukaran nomer ponsel ya," tambah Shinta.
"enggak kok, dia itu suami temen ku, istrinya sedang di toilet," kata kami menjelaskan.
"alah ngaku aja deh," kata Shinta.
"maaf ya mbak, dia ini temen istri saya dan istri say sedang di kamar mandi, jadi saya mohon jangan mengatakan hal yang tak benar," kata Lui.
"alah mas jangan malu lah, aku gak masalah kok lagian ganteng ini," kata Shinta dan tak menyadari perubahan wajah Bhara yang sudah menhan amarah yang siap meledak.
"wah kok ramai, ada apa sayang," kata Mecha yang bergabung duduk di samping Lui.
"untuk mbak Mecha cepet balik, dia sahabat ku dan papinya, dia mengira jika mas Louis adalah pacarku, tolong jelasin mbak," mohon kania.
"ha-ha-ha maaf ya Mbak nya yang cantik, ini suami saya dan kami berteman jadi kami gak bohong kok," kata Mecha memamerkan cincin nikah mereka.
" ow.. ku kira pacar Kania, habis dua selalu menghindar saat di tanya mana pacarnya maaf ya mbak," kata Shinta.
"tak masalah, mari bergabung aja sekalian makin rame makin asik," kata Mecha.
mereka pun berbincang dengan begitu akrab bahkan Lui dan Bhara cocok untuk melakukan kerja sama.
mereka pun berpisah Shinta bersama Kania dan Bhara pamit duluan, sedang Mecha sedang menikmati waktu bersama sang suami.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih