
sandi mengejar Wulan dan trio Ar... sandi turun mengunakan lift karyawan sedang Wulan dan anak anaknya mengunakan lift khusus...
sandi meraih tangan Wulan sampai di lantai bawah.. dan membuat Wulan menatap sandi dengan wajah sedihnya...
" dek... tolong berikan mas kesempatan untuk menjelasan dek..." kata sandi...
" cukup pa.. cukup buat Mama nangis... Ardi gak akan biarin mama di bohongin papa lagi.." kata Ardi..
Ardi menghalangi sandi... sedang arka dan Ardan membawa Wulan keluar dari gedung Shiddiq Grub...
" dek jika kamu tak mau mendengar penjelasan mas.. bukan hanya pernikahan kita yg hancur tapi juga pernikahan Surya juga..." kata sandi...
Wulan yg mendengar perkataan sandi pun berhenti... kemudian kembali dan menatap mata sandi..
"kalau begitu... aku ingin dengar penjelasan mu mas dan biarkan ketiga putramu juga tau..." kata Wulan...
" baiklah... ayo kita ke ruangan khusus... agar tak ada yg mendengar hal ini.. " kata sandi..
kini mereka bersama menaiki lift menuju ruangan khusus milik sandi di roof top...
sandi menyuruh ken membawa bukti kejahatan dari Dini.. dan pemerasan yg di lakukannya...
kini mereka sedang berada di ruangan itu.. trio Ar mengapit sang mama sedang sandi sedang di tatap tajam oleh ketiga putranya dingin...
Ken datang sambil membawa bukti yg di miliki sandi... Ken mengunci dan mulai mematikan lampu di roof top itu..
"ini akan menjelaskan semuanya dek..." kata sandi...
sandi mulai memperlihatkan foto Surya yg tengah tidur bersama dini..
" mas ini apa..." tanya Wulan...
sedang trio Ar melotot melihat foto itu..
" itu om Surya... kenapa tidur bareng Tante tadi..." kata arka..
" ini apa pa..." tanya Ardi..
" ini adl foto yg di kirim kan oleh dini ke nomer hp Surya.. dan dia mengancam akan menyebarkan foto itu " kata sandi..
" apa itu benar kak Surya... " kata Wulan...
"iya dek.. itu memang Surya.. saat foto itu di ambil.. dia di berikan obat tidur..." kata sandi..
" apa yg di inginkan wanita itu mas..." tanya Wulan..
" dia ingin uang dan ..." kata sandi diam...
" dan apa mas..." tanya Wulan..
__ADS_1
" dan tanggung jawab oleh Surya..." kata sandi..
Wulan terdiam karena kaget mendengar penuturan sandi.. jika ia mau tanggung jawab Surya berarti keluarga Lia yg terancam..
" tapi kenapa papa yg menemui Tante itu di mall..." tanya Ardan
" sebenarnya papa hanya mau membantu Surya.. papa pura pura bik dengannya dan tak taunya malah ketemu twins dan mama kalian..." terang sandi..
" trus kenapa papa dingin sama mama..." tanya arka..
" papa binggung harus bersikap di depan mama kalian... dan ternyata sikap yg papa ambil lebih menyakiti mama kalian..." terang sandi..
" kenapa papa tadi marah sama kami.." kata Ardi ikut protes...
" karena papa ingin menyakinkan perempuan itu bahwa kami sudah terkena perangkapnya... tapi melihat mama kalian dan kalian meninggalkan ruangan papa... papa jadi berhenti berpura pura karena tak ingin di tinggalkan oleh kalian semua..." terang sandi...
" kenapa pa.. " tanya arka menyeringai..
"papa takut kalau harus kehilangan wanita seperti mama kalian... serta semua putra putri papa... " kata sandi..
"terus sekarang gimana mas masalah kak Surya..." tanya wulan..
" aku juga binggung dek.. karna semua bukti memberatkan Surya.. bahkan kami sudah berusaha semampu kami..." terang sandi..
" kasihan Lia dan anak anaknya mas..." kata Wulan...
" itu karena mas tak mau jujur dengan ku... apa mas tak menganggap pernikahan kita.." kata Wulan..
" maaf dek.. mas hanya tak ingin membuatmu stress karena masalah Ardi dan sekarang juga surya..." kata sandi..
" lain kali mas harus jujur padaku... kita lalui masalah ini bersama sama... " kata Wulan..
" iya dek .. maaf kan mas.. sayang gak akan tinggalin mas kan.." kata sandi..
Wulan mengangguk... sandi sudah akan memeluk Wulan.. tapi di tahan oleh Ardi..
" papa jangan mulai bucin dech.. ada kami dan om Ken nih..." kata Ardi
sedang Ardan dan arka sudah berkacak pinggang... Ken hanya tersenyum melihat keluarga bosnya..
" Ken apa kau sudah menangkap pria pelayan itu.." tanya sandi yg kembali memasang wajah coolnya..
"sudah tuan... dan sekarang sedang di interogasi oleh Eko..." jawab Ken..
" bagus.. kita sudah banyak bukti untuk menyeret wanita itu ke penjara... " kata sandi...
Ken membereskan bukti bukti itu.. sedang sandi memeluk Wulan ketika trio Ar membantu Ken..
" huh dasar papa bucin sama mama..." kata Arka...
__ADS_1
" biarin bucin sama istri sendiri kan gak salah..." kata sandi..
" ya udah ayo kita lihat Lia mas.. takutnya dia tak bisa mengontrol emosinya..." kata Wulan..
sandi bersyukur punya wanita seperti Wulan yg bisa mendengar dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin...
kini sandi menuju ke ruangannya dan ternyata Lia sudah marah besar pada Surya ... ketakutan Wulan terjadi.. Lia tak bisa mengontrol emosinya..
" Lia tenang kan diri mu... kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin.." kata Wulan..
" gak.. mas Surya keterlaluan bisa melakukan hal menjijikan itu.. aku membencinya..aku benci..." kata Lia memukuli Surya..
" Ken bawa wanita ini keluar dari Shiddiq Grub dan jangan biarkan dia masuk ke gedung Shiddiq Grub..." perintah sandi..
Ken menyeret dini dan mengusirnya di bantu Ardi... sedang sandi dan Wulan masih mencoba melerai Lia yg tengah marah besar..
" maaf kan mas dek.. mas di jebak... " kata Surya..
" mas bohong... aku benci mas.. " kata Lia tak sengaja mendorong Wulan hingga jatuh terduduk...
" AAAAA...." kata Wulan jatuh di lantai..
" mama..." teriak Ardan dan arka..
" sayang..." kata sandi menghampiri Wulan..
" Tante... om.. cukup.. kalian tak lihat mama jatuh.." teriak arka..
Lia berhenti dan melihat Wajah Wulan pucat menahan sakit..
" sakit mas..." kata Wulan...
" apa yang sakit..." kata sandi..
"darah ...." kata Lia gemetar melihat darah di baju Wulan..
" mas selamatkan bayi kita... ", kata Wulan mulai histeris..
sandi langsung mengendong Wulan.. dan membawanya ke rumah sakit.. trio Ar mengikuti dari belakang.. sedang Lia terduduk lemas melihat Wulan berdarah...
.
.
.
.
.mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1