
sedang di kantor Ken sedang menghadapi pria yang menyebalkan apalagi dia mengunakan sekertaris nya sebagai penggoda.
Ken memandang jijik kearah sekertaris pria itu, bahkan Ozil menjadi tameng untuk Ken yang akan di dekati oleh sekretaris centil itu.
Ozil bahkan menatap dengan tatapan tajam tapi malah di balas dengan tatapan menggoda.
"maaf tuan seperti nya perusahaan anda belum sesuai standard perusahaan kami," jawab Ken.
Ozil mengerti dan langsung mengusir mereka dari gedung ASG internasional, Ken sedang memijit kepalanya karena pusing.
Ken ingin sekali rasanya pulang dan memeluk istrinya yang cantik, apalah daya saat pulang pun kedua jagoan nya akan senang mengganggunya.
sebuah pesan masuk ke ponsel Ken, Ken melotot membaca pesan itu, seakan ada angin segar Ken langsung bersiap pulang.
"Ozil aku pulang dulu, oh ya kamu handel kantor ya," kata Ken.
"baik tuan," jawab Ozil.
Ken langsung menancap gas menuju ke sebuah toko bunga, setelah membeli beberapa jenis bunga Ken pun melanjutkan perjalanan.
mobil Ken memasuki sebuah halaman mansion mewah, Ken langsung bergegas masuk dan terlihat Aline sedang memasak di dapur.
Ken langsung menghampiri Aline yang asik memasak, Ken langsung memeluknya dengan erat.
"kau meminta ku pulang, sekarang aku disini," kata Ken mencium leher Aline.
"hentikan kita di dapur, kau ke atas dulu, aku akan menyusul," kata Aline mencium pipi Ken.
"baiklah jangan lama-lama ya," kata Ken.
Aline mengangguk, Ken menaruh bunga itu di meja makan, Aline mengambil vas dan mengisinya dengan air.
Aline membawa bunga itu ke kamar, memasak di lanjutkan oleh beberapa pelayan.
saat Aline masuk Ken hanya mengunakan boxer ternyata Ken akan mandi, Ken langsung mengendong Aline menuju ke kamar mandi.
mereka menikmati waktu sore bersama, Ken merindukan kesempatan seperti ini, mumpung kedua putranya sedang di bawa oleh Jacob jalan-jalan.
__ADS_1
Ken akan memberikan bonus untuk Jacob yang bisa membawa kedua anaknya menjauhi Aline sebentar.
Jacob membawa kedua keponakannya menuju ke sebuah taman, tak lama ada seorang gadis yang menghampiri Jacob.
"hai Jack, mereka Neel dan Neev?" tanya gadis cantik dengan perawakan wanita Asia.
"hai Laura, ya ini kedua keponakan kembarku," jawab Jacob.
"mereka lucu dan tampan," kata Laura mensejajarkan tubuhnya dengan Neel dan Neev.
"lihat dulu siapa uncle mereka, oh ya jadi ke mall, tapi maaf kali ini kita membawa mereka," kata Jacob.
"tak masalah, aku menyukai anak kecil, ayo Jack kita berangkat," kata Laura.
di dalam mobil Jacob terus tertawa bersama Laura, sedang dua bocah itu sibuk dengan dunia mereka di belakang.
mobil milik Jacob masuk ke sebuah parkiran, setelah itu mereka berempat masuk ke dalam mall.
keempat nya menjadi pusat perhatian, apalagi wajah bule yang di miliki oleh Jacob, Neel dan Neev berpadu dengan Laura yang terus tersenyum.
mereka memasuki sebuah area bermain, Laura bermain menemani Neel, sedang Jacob menemani Neev, ya kesukaan mereka sama.
tapi mereka hanya membutuhkan suasana baru, setelah puas mereka pun menuju ke sebuah kedai makanan cepat saji.
"uncle kata Daddy tak boleh makan itu," kata Neel menunjuk burger.
"kalian tak makan itu, kalian makan ayam goreng ini," kata Jacob.
"benarkah, wah..."kata Neel senang.
"Laura tolong jaga mereka, biar aku pesan ayam untuk kita," kata Jacob.
"baiklah," jawab Laura.
Jacob memesan ayam goreng crispy dua porsi jumbo, Laura kaget saat Jacob datang dengan pesanan yang begitu banyak.
"ini terlalu banyak jack, mubazir kalau tak habis," kata Laura.
__ADS_1
"tenanglah, kau lihat kedua anak ini pasti kaget," kata Jacob.
benar saja Neel dan Neev hanya makan ayam tanpa nasi, bahkan mereka terlihat lahap, Laura tertawa bersama Jacob saat melihat kedua muka anak itu sudah cemong.
setelah puas dan kenyang mereka memutuskan untuk pulang, apalagi hari makin malam.
Jacob mengantarkan Laura pulang dan menyapa ayah Laura, "mampir dulu Jack," kata ayah Bambang pada Jacob.
"maaf yah,Jacob harus pulang, kasian keponakan Jacob udah tidur karena kelelahan," jawab Jacob.
"baiklah hati hati ya di jalan," kata ayah Bambang saat Jacob mencium tangannya.
Jacob sudah meninggalkan rumah sederhana itu, mobilnya membelah jalanan ibu kota, perjalanan Jacob sedikit memakan waktu.
saat mobil Jacob sampai Aline dan Ken sudah menunggu mereka, Aline dan Ken mengambil kedua putra mereka yang sudah tertidur.
"bagaimana kencannya? apa mereka menganggu mu?" tanya Aline.
"tidak, mereka bahkan begitu penurut dan menyenangkan, lagipula kekasih ku menyukai anak kecil," jawab Jacob senang.
"oh ya aku sudah punya tempat untuk bengkel milikmu, besok Ozil akan mengirimkan semua berkasnya padamu," kata Ken.
"wih bayaran nya sebanding nih, lain kali kalau butuh sesuatu bilang ya kak Aline," kata Jacob.
"pasti," jawab Aline tersenyum pada Ken.
"ya sudah ayo masuk, oh ya Jacob mommy mengomel terus katanya kau tak pernah menelponnya sekarang," kata Ken saat sampai di dalam rumah.
"aish... aku malas kalau mommy memintaku untuk ke Belanda, aku mau disini saja dengan kalian," kata Jacob.
"setidaknya bilang baik-baik Jacob, kakak tak keberatan asal kau bahagia," kata Ken.
Jacob pun tak percaya mendengar perkataan Kennard yang begitu lembut, ya seiring berjalannya waktu orang pasti berubah.
.
.
__ADS_1
.
.