Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
bonus chapter.


__ADS_3

Violla sedang menuju ke club milik Justin, setelah memikirkan mobilnya Violla langsung masuk kedalam club.


tapi Violla tak diijinkan untuk bertemu dengan Justin Karena sedang membahas bisnis, Violla pun memilih duduk di meja bar.


bartender pun langsung menyajikan minuman untuk Violla, Violla terus minum hingga dia sudah setengah sadar.


saat seorang pria menghampiri Violla, bahkan pria itu mengajak Violla untuk berdansa, dan Violla pun mau.


Violla yang sudah mabuk pun hanya ikut saja, pria itu bahkan begitu tergoda dengan tubuh indah Violla.


pria itu membawa Violla ke sudut yang cukup sepi dan mulai mencumbu Violla, Violla pun mendorong pria itu.


pria itu pun marah dan menampar Violla hingga tersungkur, pria itu kemudian merobek baju Violla.


kebetulan Qia ingin ke kamar mandi, ya dia baru selesai rapat dengan Fredy Dan Justin mengenai usaha yang akan di rintis bersama Jacob.


"tolong! lepaskan aku dasar pria bajingan," kata Violla.


"tenang sayang, aku akan memberikan kehangatan dan kesenangan dunia, jadi kamu harus diam ya," kata pria itu mulai menciumi bibir Violla.


bahkan Violla tak bisa melawan karena tangannya sudah di tahan di belakang tubuhnya.


ciuman pria itu turun ke leher Violla dan pria itu juga membekap mulut Violla agar tak bersuara.


Qia baru keluar dari kamar kecil, tak sengaja di melewati lorong itu, dan melihat kejadian itu, awalnya dia tak tertarik, tapi dia melihat sosok Violla yang menagis.


Qia langsung menghampiri pria itu dan memukul kepala pria itu dengan wedges yang di pakainya.


Qia pun melepaskan mantel yang dia gunakan untuk menutupi tubuh Violla yang telah Tel*n**ng.


"Violla kamu kenapa?" tanya Qia memeluk Violla.


"wanita sialan," kata pria itu melihat belakang kepalanya berdarah.


mendengar itu Qia begitu marah pada pria itu, dia mengambil tong sampah yang terbuat dari besi dan memukulkannya pada pria itu hingga pingsan.


setelah itu Qia kembali memeluk Violla, "tenang Violla, aku disini, kamu aman," kata Qia.


Violla tak membayangkan jika semua ini akan terjadi, dia merasa sekarang dia aman di pelukan Qia.

__ADS_1


"sudah jangan menangis, sekarang kita pulang," kata Qia.


"aku takut Daddy akan marah," jawab Violla masih terisak.


"kalau begitu kita ke apartemen ku," kata Qia.


mereka pun pergi, Qia menghubungi Justin jika dia harus pulang karena ada urusan mendesak.


Qia mengemudikan mobil Violla menuju ke apartemen miliknya, saat sampai Qia meminta Violla mandi.


sedang Qia menyiapkan pakaian untuknya, saat kembali ke kamar tamu, Qia tak melihat Violla keluar dari kamar mandi.


Qia pun membuka kamar mandi secara paksa, ternyata Violla sedang mengosok tubuhnya hingga merah.


Qia pun langsung menghentikan dan memeluk Violla, "hentikan. kamu melukai tubuhmu," kata Qia.


"aku sudah kotor, aku harus membersihkan nya," tangis Violla.


"hentikan, aku sedih melihat mu seperti ini, aku mohon,"kata Qia.


Violla pun luluh dan memeluk Qia, malam itu dua wanita itu sedang tidur bersama, pasalnya Violla tak mau jauh dari Qia.


Qia mengirim pesan pada Ardan jika Violla menginap di rumahnya, awalnya Ardan tak percaya.


tapi Qia terpaksa memberitahu Ardan tentang kejadian Violla, Ardan murka tapi Qia meyakinkan Ardan jika putrinya itu baik-baik saja.


keesokan paginya, Qia sudah membuat sarapan untuk dirinya dan Violla, Violla terbangun dan langsung mencari keberadaan Qia.


"kamu bangun, sekarang cuci muka mu dan kita akan sarapan bersama," kata Qia.


Violla pun mengikuti perkataan dari Qia, tak lama Ardan datang, "ingat mas, jangan membuatnya takut, kita bisa membicarakan ini," kata Qia.


"baiklah, aku akan mengikuti perintah mu," jawab Ardan.


Qia mengajak Violla ke meja makan, tapi saat melihat sosok Ardan Violla ingin bersembunyi, tapi Qia memeluknya.


"tenang, aku bersama mu, jadi kita akan bicarakan ini dengan daddy mu," kata Qia.


keduanya pun duduk di depan Ardan, Violla masih ketakutan hingga Qia mengenggam tangannya dan mengangguk.

__ADS_1


"baiklah kita sarapan dulu, dan tuan jangan pasang muka serem atau kamu keluar saja dari sini," kata Qia mencairkan suasana.


Ardan pun mengubah ekspresi wajah nya menjadi biasa, mereka pun sarapan dengan tenang.


setelah selesai, mereka pun duduk bersama di ruang tamu, Qia sudah membuat minuman untuk semua orang.


"terima kasih Qia, dan Vio apa yang ingin kamu jelaskan," tanya Ardan.


"Daddy, aku datang ke klub itu ingin menemui seseorang, tapi aku malah mabuk dan pria itu mendekatiku, dan dia berusaha memperkosaku di sana," jawab Violla dengan berderai air mata.


Qia pun memeluknya, Ardan pun duduk di samping kedua wanita itu, "sayang Daddy tak marah, untung Qia bisa menyelamatkan mu," kata Ardan.


Violla melepaskan pelukannya dari Qia dan memeluk Ardan, "Daddy juga membuat pria itu masuk penjara, karena dia berani membuat putri Daddy seperti ini," kata Ardan.


Violla pun mengangguk, Qia akan pergi saat tangannya di tahan oleh Violla. "bisakah kalian berdua memelukku, aku ingin merasakan pelukan dari orang tua ku lagi," kata Violla menatap Qia.


Qia pun mengangguk, mereka pun berpelukan bersama, Ardan juga mencium puncak kepala Violla.


"maafkan aku yang membuat cinta kalian terpisah, dan hari ini maukah Daddy dan bunda Qia menikah, demi aku dan Yusuf," kata Violla.


Ardan tak mengira jika Violla yang akan meminta langsung Qia menjadi ibunya, Qia pun merasa begitu senang mendengarnya.


mereka pun merasakan kebahagiaan, dan Violla kembali bisa merasakan kehangatan dari seorang ibu di diri Qia.


sedang di rumah Jacob, Aisyah sedang memarahi kedua pria itu tang hampir membuat Violla celaka.


Aisyah tak mengira jika ide gila suaminya dan juga Justin, hampir membuat Violla kehilangan masa depannya.


"jadi apa kata kalian?" tanya Aisyah.


"sayang ini bukan rencana kami, rencana kami cuma membuat Violla patah hati, agar Qia bisa merebut hatinya, tapi semua di luar kendali," jawab Jacob.


"tuan Jacobson. berhenti memanggilku sayang, asal kalian tau rencana kalian itu buruk, jika Violla terluka karena Justin maka Qia akan jadi pihak yang ikut bersalah karena kalian bertiga bersahabat, sekarang aku mau kalian berdua menghibur Violla," kata Aisyah.


"baik istriku," jawab Jacob pasrah. dia tau jika Aisyah sudah memanggil namanya berarti Aisyah sudah marah besar.


Justin pun mengakui jika dua juga salah dalam hal ini, dia akan menghampiri Violla untuk melihat kondisinya.


Aisyah tak mengira jika ulah konyol dari sahabat itu hampir membuat kehormatan Ardan tercoreng.

__ADS_1


tapi beruntung Qia berhasil menyelamatkan Violla tepat waktu. dan Aisyah juga tau jika Violla sudah menerima Qia bersama Ardan.


__ADS_2