
James menuju ke ruang kerjanya.. sedang pak Jay menghampiri Rissa yg masih berada di ruang kesehatan...
" nyonya silahkan anda ke kamar.. " kata pak Jay..
" baik pak.. " jawab Rissa..
kini Rissa mengikuti pak Jay menuju ke kamar utama.. mereka sampai di depan sebuah pintu kayu yg besar.. pak Jay membuka dan nampak sofa setengah lingkaran dan sebuah tv yg berukuran besar..
" silahkan nyonya.. dan semua baju nyonya sudah di siapkan di walk in closet.. dan jika memerlukan sesuatu anda tinggal telpon kami..." kata pak Jay..
" baiklah pak.. dan bisakah aku minta teh panas..." kata Rissa..
" baik nyonya... saya akan bawakan..." jawab pak Jay seraya meninggalkan Rissa...
kini Rissa menutup pintu.. dan saat dia melihat dinding Rissa melihat foto James yg sedang duduk dengan angkuhnya...
" kenapa ada foto kak James di sini... apa ini sebenarnya.. apa mungkin kak James adl tuan Arthur" batin Rissa..
tok.. tok.. tok...
" nyonya.. ini tehnya..." kata pak Jay..
" iya pak... anda masuk.. pintunya tidak di kunci..." kata Rissa..
kini pak Jay masuk.. pak Jay melihat Rissa yg masih memandang foto James dengan tatapan binggung..
" itu foto tuan sebelum kecelakaan dan juga kebakaran villa dua tahun lalu nyonya..." kata pak Jay..
" jadi.. suamiku.. dia... " kata Rissa kaget..
" iya nyonya.. beliau mengalami kejadian itu beruntun.. dari kematian keluarganya hingga kebakaran yg melukai wajah tuan..." kata pak Jay..
" ya Alloh.. apa ini yg terjadi sebenarnya...." kata Rissa mulai terisak...
" nyonya ada apa..." binggung pak Jay...
pak Jay pun mendatangi James yg sedang berada di ruang kerjanya bersama Jhon.. sedang crish di minta untuk menyambut kedatangan sandi dan keluarga....
BRAK... pak Jay membuka pintu dengan panik...
" maaf tuan.. nyonya.. nyonya..." kata pak Jay panik..
James yg panik langsung berlari menghampiri Rissa yg menangis di kamarnya.. James melihat Rissa menangis sambil terduduk di lantai...
" kamu kenapa...." tanya James...
" kenapa.. kenapa kakak menikahiku... aku tak pantas bersanding denganmu...." kata Rissa mencengkram baju James..
" apa maksud mu Rissa..." tanya James binggung...
" kenapa kak James menikahiku... kakak tau aku wanita yg lemah.. kenapa kakak mengorbankan semuanya... demi menikahiku..." kata Rissa
__ADS_1
James terdiam mendengar panggilan Rissa.. ya James sudah tau keadaan Rissa dari Ardi selama mereka bersahabat...
" aku tak pantas bersanding denganmu... " kata Rissa..
" dengar Rissa.. bagaimanapun kau sekarang adl istriku.. dan berhenti jadi wanita lemah.. aku tak mau melihat mu menangis lagi.. kau harus kuat bersanding bersamaku.. apa kau mengerti...." bentak James...
Rissa hanya mengangguk.. kemudian James mengajak Rissa duduk di sofa.. James memberikan teh pada Rissa..
" ya Alloh... kenapa dia menikahiku padahal dia tau keadaanku.. bahkan dia rela membantu kesulitan keluarga kami..." batin Rissa..
" aku akan pergi menyambut keluargamu... dan sekarang kau istirahat.. semua bajumu sudah ada di walk in closet.. dan kamu tak boleh keluar dari kastil tanpa izin dariku.. paham..." kata James..
" iya kak...", jawab Rissa..
kini James memerintah kan pada pak Jay untuk mengawasi Rissa.. sedang dia dan Jhon bersiap untuk menyambut keluarga sandi di kastil tamu..
James tak suka jika harus melihat kastil utama penuh dengan orang.. karena itu dia meminta crish mengajak keluarga sandi menginap di kastil tamu..
meski jarak nya tak jauh.. hanya butuh 45 menit dari kastil utama dengan naik mobil...
crish sudah berada di bandara Amsterdam untuk menjemput keluarga sandi.. terlihat mereka datang semua..
crish menyapa dengan sopan keluarga baru dari majikannya itu...
" selamat sore semuanya...." sapa crish sopan..
" sore.. apa kau hanya sendiri crish..." tanya Ardi..
kini keluarga sandi pun naik ke mobil yg membawa mereka menuju ke kastil.. trio Ar di buat kagum karena perjalanan mereka menuju kastil begitu asri..
kini mereka pun sampai di kastil.. disana James dan Jhon menyambut kedatangan keluarga dari Rissa..
setelah melihat-lihat dan kini mereka mengadakan makan malam bersama di kastil tamu..
" bagaimana keadaan Rissa..." tanya sandi
" dia sedang kurang enak badan pa.. dan sekarang masih istirahat... mungkin terlalu lelah.." jawab James...
" ya dia memang memiliki daya tahan tubuh yg berbeda di banding saudara saudaranya..." jawab Wulan..
" aku selalu mencoba untuk membuatnya bahagia meski jauh dari keluarganya..." jawab James..
" emm.. adik ipar.. besok boleh aku mengajaknya untuk jalan jalan ke mall atau kemana.. mumpung kami di sini..." kata Sandra..
" tentu boleh... asal kalian tak keberatan dengan pengawalan yg aku lakukan..." jawab James..
" tak masalah.. aku juga ingin merasakan jadi nyonya besar..." jawab Sandra..
mereka pun tertawa bersama... sedang Rissa sedang beristirahat di kamar.. Rissa sedang terlelap tidur karena efek obat.. serta terlalu lelah dengan semua kejadian yg menimpanya...
kini James dan Jhon kembali ke kastil utama.. pak Jay menyambut kedatangan mereka dengan sopan...
__ADS_1
" selamat datang tuan..." kata pak Jay..
" apa dia sudah makan malam pak..." tanya James..
" nyonya belum keluar kamar semenjak tuan pergi tadi.. dan saya tak berani untuk menganggu nyonya..." kata pak Jay..
" baiklah.. tolong siapkan omlete dan juga susu hangat dan bawa ke kamar kami..." perintah James..
" baik tuan.." jawab pak Jay
kini James menuju ke kamarnya sedang Jhon juga menuju ke kamarnya.. James masuk ke kamar dan terlihat sepi.. saat masuk ke ruang istirahat dia melihat Rissa tengah tidur di ranjang king size milik James.. dan rambut hitamnya terurai...
Rissa mengunakan baju tidur panjang yg ia bawa... James duduk di sampingnya dan membelai wajah cantik Rissa..
" kau tau.. kau adl gadis pertama yg membuatku jatuh cinta.. dan jantung ku berdetak begitu cepat saat melihatmu... dan membuatku menghentikan kegilaan ku dalam s*x.. aku janji selalu membuatmu tertawa saat di sampingku..." gumam James..
Rissa pun mengeliat karena belaian dari James.. kemudian Rissa membuka matanya.. dia melihat James yg sedang duduk di depannya...
" maaf kak.. aku tertidur..." kata Rissa mulai duduk..
" cuci mukamu.. sebentar lagi makan malam mu di antar oleh pak Jay.. sedang aku mau ganti baju dulu..." kata James..
" baiklah..." kata Rissa bangkit menuju ke kamar mandi...
tak lama pak Jay datang membawa nampan berisi makan malam milik Rissa.. Rissa meminta untuk di taruh di meja.. Rissa binggung karena tangan kanan nya terluka dan dia tak mungkin makan dengan tangan kiri...
James yg melihat pun mengambil sendok yg berusaha di genggam oleh Rissa... James menyuapi Rissa...
" apa aku boleh minta sesuatu.." kata Rissa..
" apa.." jawab James..
"bisakah kakak melepas topeng saat berada di rumah.." kata Rissa
" kenapa.. apa kau tak jijik melihat wajahku..." kata James..
" tidak.. aku hanya ingin melihat wajah kakak.. karena kakak sekarang adl suamiku.. dan aku tak mau ada rahasia di antara kita..." kata Rissa..
" baiklah..." kata James melepas topengnya...
Rissa hanya tersenyum... kini James kembali menyuapi Rissa dengan telaten.. mereka saling bercerita tentang hal hal kecil.. dan mengingat kembali saat pertama mereka bertemu...
.
.
.
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1