Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
baby triple


__ADS_3

tak terasa kehamilan Wulan sudah berjalan 20 Minggu dan sekarang perut Wulan terlihat begitu besar..


Bu Mala melihat sang menantu binggung... melihat perut Wulan yg begitu besar tak seperti orang hamil biasanya...


" nak sebenarnya sudah berapa Minggu kehamilanmu.." tanya Bu Mala...


" 20 Minggu Bu... dan saat ini akan periksa ke dokter bersama mas sandi.." kata Wulan..


" ayo sayang.. Rafi sudah menunggu kita.." kata sandi mendorong kursi roda..


" lho san kok pakek kursi roda..." tanya Bu Mala..


" iya Bu kasihan melihat istri sandi Kemana mana bawa perut sebesar ini..." jelas sandi seraya mengelus perut Wulan...


" aw..." ringis Wulan..


" kenapa sayang.." tanya sandi


" ini anak mas bergerak di dalam... " kata Wulan...


setelah perdebatan dengan Bu Mala.. sandi membawa Wulan ke rumah sakit milik keluarga Rafi karna sandi juga pemegang saham terbesar di rumah sakit itu..


saat datang bahkan Rafi yg menyambutnya sendiri...


"pagi mas dan kakak ipar.." sapa Rafi..


"pagi juga " jawab sandi dan Wulan bersama..


" mari dokter Iwan sudah menunggu kalian..." kata Rafi


mereka menuju ruangan dokter kandungan... yg sudah di persiapkan Rafi bahkan dia tak sembarangan mencari dokter untuk kakak iparnya itu....


dokter Iwan tersanjung karna di percaya menangani menantu tertua keluarga Shiddiq...


" selamat datang dan selamat pagi tuan nyonya..." sapa dokter Iwan...


" pagi juga dok.." jawab mereka serempak..


" dokter tolong lihat keadaan istriku.. karna saat di Jakarta dokter mengatakan bahwa kandunganya bisa membahayakan hidup istriku.." tanya sandi


" baik tuan.. mungkin karna usia nyonya yg masih muda.. tapi kadang juga ada yg baik baik saja asalkan tidak membuat ibu hamil stress dan tertekan.." jelas dokter Iwan...


"ow... berarti saya harus bersiap setiap waktu dokter.." tanya sandi lagi..


" iya tuan.. dan apa ada keluhan nyonya..." tanya dokter Iwan


"tidak dok.. tapi saya suka makan sekarang begitupun mas sandi..."kata Wulan cuek..


sedang dokter Iwan dan Rafi menahan tawa mendengar perkataan Wulan...

__ADS_1


"itu normal nyonya karna ada bayi di perut anda.. dan silahkan berbaring di ranjang... kita akan lihat baby nya..." kata dokter Iwan..


sandi langsung berdiri dan mengendong Wulan ke atas bangkar guna melakukan USG... Rafi memaklumi karna selama kehamilan nya Wulan di manja sandi karna perkataan dokter sebelumnya...


saat perawat mulai menuangkan gel ke perut Wulan yg sudah buncit... dan dokter Iwan menempelkan alat USG 4D di perut Wulan di layar nampak ada yang bergerak tak hanya satu tapi ada tiga...


" selamat tuan... sepertinya istri anda mengandung bayi kembar tiga... " kata dokter Iwan..


" apa dok... kembar tiga... terima kasih ya Allah... atas kepercayaan mu.." kata sandi senang


Wulan pun tersenyum mengenggam tangan sandi erat... sandi pun terus tersenyum melihat pergerakan sang buah hati..


" apa itu tak membahayakan istri saya dok.." tanya sandi..


" tidak tuan.. kondisi kandungan nyonya sangat baik dan sehat... lihat gerakan dari baby's ini tuan.. apa anda ingin mendengar detak jantung nya..." jelas dokter...


"memang bisa dok.." kata sandi antusias...


tak lama terdengar suara detak jantung yg bersautan.. sandi pun meneteskan air matanya saat mendengar detak jantung anak anaknya...


setelah selesai sandi kembali mengendong Wulan dan mendudukanya ke kursi roda...


"apa semua oke dok..." tanya sandi..


"iya tuan dan tolong jaga selalu kondisi psikis nyonya agar tidak stres dan tertekan.." kata dokter..


"bisa iya bisa juga tidak... tergantung kondisi tubuh nyonya..." jelas dokter...


" apa masih perlu obat untuk kandungannya..." tanya sandi..


" tidak perlu tuan.. saya akan meresepkan vitamin untuk nyonya.." jelas dokter..


setelah selesai sandi pun keluar dan menuju apotik untuk menebus resep vitamin dari dokter tersebut..


sandi menjadi pusat perhatian para ibu ibu yg sama sama mengantri obat.... banyak yg memuji dan ada juga yg berkhayal punya suami seperti sandi ..


tak lama nama Wulan di panggil...


" nyonya Meidina Wulandari..." panggil suster..


"tuan ini vitaminya dan harganya 500rb.." kata suster


sandi menyerahkan uang 600rb pada perawat tersebut...


"lebihanya ambil buat kalian..." kata sandi kembali menghampiri Wulan...


"ayo sayang kita pulang... atau kamu mau kemana.." tanya sandi...


" aku ikut mas ke kantor ya... soalnya bosen di rumah atau kalau boleh aku ke butik ya..." rengek Wulan...

__ADS_1


" baiklah kita ke kantor karna mas ada pekerjaan sedikit... jadi kamu temani mas.." kata sandi sambil mendorong kursi roda...


satpam telah mengambilkan mobil sandi... sandi mengendong Wulan dan mendudukkannya di jok mobil sedang satpam membantu meletakkan kursi roda di bagasi...


sandi dan Wulan sudah menuju ke kantor Shiddiq Grub karna sandi ada rapat bersama VG company....


tak lama mobil sandi sudah sampai di gedung pencakar langit itu... terlihat Viktor. Zain. dan Bu Sena telah sampai di lobi...


mereka sangat senang melihat Wulan ikut bersama sandi...


" halo sayang... apa kabar... dan bagaimana keadaan cucu Oma..." tanya Bu Sena..


" Alhamdulillah Bu baik... dan triple juga sehat kok..." jelas Wulan...


" apa triple... jadi kamu hamil 3 bayi..." tanya Zain terkejut...


sandi dan Wulan mengangguk bersama.. mereka merasa bahagia begitupun para keluarga mereka....


sandi meminta Eko membawa Bu Sena dan Wulan ke ruanganya karna ingin Wulan beristirahat di sana...


sedang sandi membahas kerja sama antar perusahaan Shiddiq Grub dan VG company...


Eko tengah menemani Bu Sena dan Wulan... Eko meminta OB untuk membuatkan minum dan cemilan untuk kedua wanita itu..


"pak Eko apa hubungan anda dengan suci ada kemajuan..." tanya Wulan yg sukses membuat Eko terkejut..


" ah... apa nona... saya dan suci..." tanya Eko kikuk...


" jangan bohong aku tau lho... dan tenang Lia juga sudah di dekati oleh 2 pria malahan..." kata Wulan tersenyum...


" ah... itu... saya baru berkenalan dengan keluarganya.. dan suci masih mau lulus kuliah dulu.." jelas Eko..


" apa mau aku bantu pak... biar makin sukses..." tawar Wulan...


Eko hanya tertunduk malu karna perkataan wulan yg terus membahas suci...


.


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😘


terima kasih atas dukungan ya

__ADS_1


__ADS_2