
Syarif mendatangi Wulan yg sedang membaca Alquran di ruang tamu.. karena sebentar lagi sandi akan pulang dari kantor..
ya sandi sudah memindahkan kantornya jadi berada di Jakarta sedang perusahan yg di Surabaya di percaya kan pada Eko..
"assalamualaikum ma...", kata Syarif..
"waalaikum salam Syarif.. gimana dua gadis mama gak ngerepotin kamu kan..." tanya wulan..
" gak kok ma.. malah Syarif senang bisa makan masakan Rissa yg persis kayak makanan buatan mama..." kata Syarif lesu..
" tapi kenapa kamu lesu gitu... apa ada yg ingin kamu katakan.. apa ada sesuatu kamu bisa membaginya dengan mama Syarif..." kata Wulan..
" ma.. Syarif tak mengerti ya.. Syarif merasa sedih saat melihat seorang gadis sedih.. dan Syarif merasa ingin selalu ingin membuatnya tersenyum... karena senyumannya bagi Syarif adl hal terpenting..." terang Syarif..
" aduh.. anak mama sudah jatuh cinta ternyata.. " kata Wulan tertawa..
" jatuh cinta..." kata Syarif..
" iya sayang.. perasaan yg kamu rasa itu adl cinta.. kamu tak ingin gadis itu sedih atau terluka dan kamu akan selalu mencoba membuat dia selalu tersenyum apapun itu caranya..." terang Wulan..
Syarif terdiam.. dia tak mungkin jatuh cinta pada sepupu kecil nya itu.. Syarif tak ingin keluarga nya hancur apalagi kalau sampai sandi tau bisa di habis Syarif..
" ini salah.. aku tak boleh jatuh cinta pada Rissa.. ini salah.. ya Alloh buang rasa ini dari hatiku.." batin Syarif..
Wulan yg binggung melihat raut kesedihan Syarif setelah mendengar penjelasannya.. Wulan tau jika Syarif masih ingin membuat orang tuanya bangga..
" Syarif dengarkan mama.. sandarkan cinta mu itu pada Alloh.. dan mana yakin jika dia jodoh mu pasti akan bersatu suatu saat nanti.." kata Wulan..
" iya ma.. " jawab Syarif..
sedang di dalam kamar.. Rissa masih binggung dengan perasaan nya.. dia merasa sedih saat Syarif mengendong Sandra saat tidur tadi...
" pelasaan apa ini.. kenapa aku sedih melihat bang Syalif mengendong Sandla tadi..." gumam rissa..
ya saat ini Sandra dan Rissa sudah kelas 2 SMP dan tahun ini Syarif lulus dari kampus Viktoria...
Rissa menginggat ketika Syarif menolongnya saat di bully tadi.. tiba tiba pipinya merona merah dan dia terus tersenyum.. baginya Syarif adl malaikat penolong..
dan saat Rissa melihat wajah Syarif yg tersenyum entah kenapa ia merasa jantungnya berdetak kencang...
"ahh.. kenapa aku jadi malu sih..." kata Rissa..
tanpa Rissa sadari Arka melihat tingkah Rissa yg aneh dan senyam senyum sendiri.. pun di buat geli..
" mama... Rissa sedang jatuh cinta...." teriak Arka kencang..
Rissa yg kaget pun melihat kearah arka.. Rissa mengejar arka hingga turun ke bawah..
" mama.. papa... lihat lah Rissa sudah jatuh cinta..." ledek arka sambil terus berlari..
" ih.. bang alka diem.. issa gak jatuh cinta kok.. tapi.. tapi.." jawab Rissa gugup..
__ADS_1
" ciye.. gak bisa jawab..." kata Arka menuju kearah sandi dan semua saudaranya..
" ahh.. bang arka... bruk.." Rissa jatuh ke pelukan Syarif karena kakinya tersandung karpet..
sesaat mata Syarif dan Rissa bertemu jantung mereka berdetak begitu cepat.. Syarif terpana akan Maya indah Rissa.. sedang Rissa terpaku pada mata hitam milik Syarif...
" bang Syarif.. Rissa... kami di sini loh.. ke apa kalian tak menganggap kami..." goda Ardan..
Rissa bangun dengan buru buru dan tak sengaja membentur dagu Syarif..
" aduh..." kata kedua nya..
" hahaha... kalian kenapa..." tawa sandi..
" ahh.. kalian semua menyebalkan... " teriak Rissa menuju ke kamarnya...
kini semua saling pandang.. mereka tak pernah melihat Rissa yg seperti itu.. sedang Syarif sesaat terpesona akan manik mata indah Rissa..
" lihat karena ulah kalian Rissa ngambek..." kata Fahry..
" tenang Rissa itu gak mungkin ngambek terlalu lama.. kalau itu terjadi tinggal minta bang Ardi atau bang Syarif yg bujuk pasti luluh dech tu anak..." kata Arka enteng..
" dasar kau ini arka..." kata syarif melempar bantal pada arka...
" yaelah bang.. biasa juga gitu.. " kata Arka..
" udah udah sekarang kalian minum dan ini tadi mama bikin brownis dan kue yg lain..." kata Wulan..
kini para pria itu sedang berbincang dan tertawa bersama..
" bang Syarif tahun ini Abang lulus kan.. apa langsung terjun ke rumah sakit.." tanya Ardi..
" sepertinya aku harus kuliah dan mencari pengalaman dulu.. aku tak mau bekerja di rumah sakit milik keluarga ku dulu..." terang Syarif..
" kamu mau ngambil S2 di mana Syarif..." tanya sandi..
" mungkin di luar negri dan mungkin sekalian mencoba bekerja di rumah sakit di sana..." kata Syarif..
" apa mami Vita dan papi Rafi mengizinkan bang..." tanya Ardan..
"mereka mengizinkan.. karena mereka mau aku punya pengalaman sebum memegang rumah sakit keluarga nantinya..." kata Syarif...
" kau memang terbaik Syarif.. dan universitas mana yg kamu pilih..." tanya sandi..
" di universitas Harvard papi.. dan Syarif sudah mendaftar untuk S2 di sana dan sudah di terima..." terang Syarif..
" kita akan satu universitas bang.. aku juga sudah masuk Harvard tahun ini.. " kata Ardi..
" ya kita kehilangan kalian dong.. dan siapa yg akan jajanin kami lagi..." kata Arka..
" diam arka.. pikiranmu makanan Mulu..." kata Fahry..
__ADS_1
" kalian harus jadi yg terbaik.. dan banggakan kami sebagai orang tua..." kata sandi..
" siap papa..." kata Syarif dan Ardi kompak...
Rissa mendengar semuanya.. dia tak menyangka bahwa Syarif akan kuliah di luar negri.. ia tiba tiba merasa sedih akan hal itu..
Rissa terus membantu Wulan memasak meski dengan wajah sedih...
" aduh.. kenapa gadis bunda sedih gini sih..." kata Wulan..
" mama.. kenapa bang Ardi dan bang Syarif mau kuliah di luar sih.. memang kampus di Indonesia gak bagus ya..." tanya Rissa polos..
" mereka kan mau cari pengalaman terbaik sayang.. mereka akan sering pulang kok.. jadi Rissa jangan sedih ya..." terang Wulan..
" iya mama.. " kata Rissa..
saat para pria sedang berbincang.. Sandra turun dari kamarnya dengan muka bantal dan menuju ke sofa tempat para abangnya kumpul..
Sandra yg belum sepenuhnya sadar pun memeluk Syarif yg di kira sandi.. Syarif yg kaget pun mencoba melepaskan pelukan Sandra malah semakin erat..
" Sandra lepaskan..." kata Syarif..
" ihh.. papa jahat .... Sandra kan mau manja sama papa..." kata Sandra sambil memejamkan matanya..
kini semua menahan tawa saat melihat tingkah Sandra yg mengira Syarif sandi.. sedang Syarif merasa risih saat Sandra memeluknya..
Rissa sedang membantu Mak ina untuk menata meja makan.. ia kaget melihat Sandra yg memeluk Syarif sedang yg lain hanya tertawa..
" sandla... kau peluk siapa..." teriak Rissa..
" berisik Rissa.. aku peluk papa lah.. eh.." kata Sandra kaget saat melihat Syarif..
" hahahaha..." tawa semua orang mengema karena tingkah Sandra..
sedang Rissa yg merasa jengkel pun berlari masuk ke kamarnya.. entah kenapa ia selalu tak suka jika Sandra terlalu dekat dengan Syarif...
.
.
.
mampir ke novel SINGLE MOTHER ya..
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1