
sinar matahari sudah bersinar terang, Mecha bangun dan merasa ada seseorang yang memeluknya.
Mecha membuka mata dan kaget meliht Lui yang tengah tertidur dengan pulas, Mecha tersenyum sambil jarinya menelusuri wajah sempurna Lui.
"pagi istriku," sapa Lui dengan suara serak.
"pagi mas, kita kesiangan lihat matahari sudah muncul," kata Mecha yang kini duduk.
"tak masalah, oh ya bantu aku ke kamar mandi yuk," kata Lui.
"siap mas," jawab Mecha sudah siap membantu Lui.
Mecha membantu Lui berpindah ke kursi roda, bahkan kini Mecha membantu Lui di kamar mandi.
meski badan Lui lebih besar, tapi Mecha begitu sigap dalam membantu Lui.
"kamu kecil tapi tenaga mu besar ya Mecha," kata Lui yang duduk di bawah guyuran shower.
Mecha tersenyum sambil mencuci muka,"aku kuat karena ingin menjalankan tugas ku mas," jawab Mecha.
"tolong handuknya dek," kata Lui.
Mecha memberikan handuk pada Lui, setelah itu Mecha membantu Lui berdiri dengan tubuhnya sebagai tumpuan.
Lui memeluk tubuh istrinya begitu erat, bahkan Lui tersenyum melihat kegigihan Mecha.
"seperti nya aku tak bisa hidup tanpa mu dek," kata Lui.
"benarkah, kenapa bukannya mas gak suka dengan istri cerewet seperti ku ini," jawab Mecha menyiapkan baju Lui.
"ya tapi aku sudah terbiasa dengan dirimu, mungkin aku akan menyedihkan jika kau meninggalkanku," kata Lui.
Mecha menatap Lui, Mecha mengecup kening Lui,"jangan pernah mengatakan itu lagi, aku akan selalu bersama mu mas, semoga kita hanya akan terpisahkan oleh maut," kata Mecha.
"Amien dek," kata Lui yang juga mencium kening Mecha.
sedang pasangan yang lain masih tak ingin membuka mata, Aline dan Ken masih menikmati tidur mereka setelah kegiatan panas mereka setelah sholat subuh.
Aline terbangun karena merasa silau dengan cahaya matahari yang masuk ke kamarnya, Aline melihat jam sudah cukup siang.
Aline bangun terlebih dahulu dan mengambil kimono untuk ke kamar mandi, setelah selesai mandi Aline membangunkan Ken.
"suamiku, ayo bangun mas sudah siang, pagi ini kita ada rapat," kata Aline.
"iya sayang, pagi istriku tercinta," kata Ken memeluk tubuh Aline yang berdiri di sampingnya.
"pagi, ayo sekarang mas mandi biar segar, dan jangan tidur lagi oke," kata Aline sambil mengecup bibir Ken sekilas.
"siap Bu bos," jawab Ken.
Aline memilih setelan jas untuk Ken, hari ini Aline memilih warna abu-abu serasi dengan baju yang ia gunakan.
__ADS_1
Ken memakai setelan jas yang sudah di siapkan oleh Aline, sedang Aline turun terlebih dahulu dan membuatkan kopi untuk Ken.
kini Ken dan Aline sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor, sedang Lui juga sudah di jemput oleh Ronald.
"mas nanti kita rapat dengan opa Azka dan om Abi loh, mas siapkan?" tanya Aline.
"siap dong, lagian om Abi mah orangnya santai kok, cuma ya gitu tengil," jawab Ken.
" oke, apa kita perlu ajak Feby karena dia yang akan menangani kerjasama ini?" tanya Aline.
kini mobil Ken sedang membelah jalanan ibu kota, Ken selalu memilih menyupir mobil sendiri saat Aline menjadi asisten nya.
"tentu, tapi bilang pada Feby untuk mengunakan baju yang sedikit tertutup karena kamu tau om Abi kan," kata Ken.
" oke mas," jawab Aline.
mobil mereka sampai di perusahaan, semua karyawan menunduk hormat pada Ken dan Aline.
bahkan mereka kagum dengan keduanya yang begitu serasi, bahkan tangan Ken tak lepas dari pinggang istrinya itu.
mereka sampai di lantai paling atas, Aline dan Ken menyiapkan bahan untuk presentasi.
sedang di rumah Mecha sedang berada di taman bunga dan tengah mencari inspirasi, bahkan Mecha masih menatap kanvas kosong di depannya.
Rissa tersenyum melihat Mecha, "apa yang kau lamun kan Mecha?" tanya Rissa.
"aku hanya sedang binggung ingin melukis apa," jawab Mecha.
"itu mudah nak, tutup matamu bayangkan apa yang ingin kau gambar maka inspirasi itu bisa datang dengan sendirinya," kata Rissa.
"baiklah menantu kedua, mommy mau menjemput kedua adik mu dulu, dan ya jangan sampai melupakan kesehatan mu saat melukis," kata Rissa
"siap ibu ratu," jawab Mecha tertawa.
Rissa sudah berangkat bersama James untuk menjemput kedua anak mereka yang Bru pulang dari studi tour.
Mecha memejamkan matanya dan menikmati semilir angin dan juga wangi bunga di sekelilingnya.
Mecha melihat wajah tampan Lui yang sedang tertawa lepas, Mecha pun membuka matanya sambil tersenyum.
kini Mecha mulai melukis di atas kanvas yang cukup besar itu, Mecha begitu lihai mengoleskan cat akrilik.
Mecha memberi warna dasar lukisannya dengan warna biru, Mecha bahkan seakan bisa melihat Lui yang tengah menjadi model lukisannya.
Mecha begitu mudah menorehkan cat di tas kanvas itu, dan tak terasa waktu sudah berjalan begitu cepat.
Mecha telah berhasil menyelesaikan lukisannya dan tinggal membingkainya, Mecha menyimpan lukisan itu di kamar tamu dan menguncinya.
setelah membersihkan diri, Mecha memilih mengantar makan ke kantor sang suami karena tadi dia sudah memasak sebelum melukis.
pak totok kini mengantar Mecha ke kantor ASG internasional, sesampainya Mecha langsung di sambut resepsionis dengan hormat.
__ADS_1
kini Mecha menuju ke lantai di mana suaminya bekerja, saat tiba Mecha menuju ke ruangan Lui, Mecha menghampiri Ronald.
"apa suamiku sibuk asisten Ronald?" tanya Mecha.
"tidak nona, silahkan masuk kebetulan ini juga sudah jam makan siang," kata Ronald.
"baiklah terima kasih," kata Mecha.
"sama sama nona," kata Ronald.
kini Mecha mengetuk sebelum masuk keruangan Lui, "apa aku menganggu mu mas?" tanya Mecha saat masuk.
"tidak sayang, aku senang kau bisa kemari, ada apa?" tanya Lui yang menjalankan kursi rodanya menghampiri Mecha.
"aku membawakan makan siang untuk mu, karena aku tak mau suamiku ini sakit karena lupa untik makan siang," kata Mecha.
"kau memang istri yang baik dek," kata Lui.
kini Mecha menyiapkan makan siang untuk Lui dan bahkan kini Lui semakin manja dan minta di suapi.
Mecha dengan senang hati menyuapi suaminya itu, kini hubungan keduanya juga makin dalam tanpa disadari.
sedang di tempat lain Feby sudah di buat kesal oleh sikap Abi yang usil dan tukang menggoda.
Aline hanya bisa mengeleng kan kepalanya karena mereka tengah makan siang bersama setelah rapat yang menguras energi.
"Feby kamu sudah punya pacar apa belum?" tanya Abi tanpa malu.
"opa itu kenapa om Abi kok gak ada wibawa nya banget sih," bisik Ken.
"biarkan Ken, kau tau sendiri bagaimana perangai om mu itu," kata Azka asal.
"maaf tuan apa pentingnya buat anda," jawab Feby ketus.
"aku akan menikahi mu jika kau masih sendiri bagaimana mau kan?" tanya Abi.
"uhuk.. uhuk.." kini Azka yang terkejut mendengar perkataan sang putra.
begitupun Feby dan Aline yang kaget mendengar ajakan menikah oleh Abi.
"tak lucu," jawab Feby kesal.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih