Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
sandi kembali


__ADS_3

hari ini adl acara tujuh bulanan Lia.. semua sedang berada di hotel hanya tinggal Wulan yg setia menunggui sandi..


Wulan hanya terus mengaji di samping sandi dengan derai air mata.. Wulan saat ini terlihat sedikit kurus.. tubuh mulai kurus.. lingkaran mata hitam dan mata sedikit bengkak karna terus menangis...


sandi pun membuka matanya untuk pertama kalinya..


"air...." kata sandi lemah..


Wulan pun mengambilkan air dan membantu sandi minum.. Wulan menekan tombol dokter.. tak lama dokter datang.. tak lama Bu Mala dan Zain menemui mereka..


Zain tadi sedang menghadiri acara Lia.. kini Zain memeluk sang adik dan Bu Mala.. dokter menghampiri mereka..


dokter mengajak semua masuk.. di dalam sandi memeluk Bu Mala.. saat Wulan mendekat dia pun menolaknya..


" maaf kau siapa..." tanya sandi..


dunia Wulan runtuh seketika ketika sandi tak mengingatnya...


" sandi dia istrimu.. dan tengah mengandung anakmu..." kata Bu Mala..


" aku belum menikah Bu.. dan aku tak suka gadis seperti dia ini..." kata sandi..


Zain memeluk Wulan sangat erat.. tiba tiba perut Wulan terasa sakit...


" kak.. perutku.. sakit kak...." kata Wulan


Zain mengendong Wulan menuju ke ruang persalinan.. terpaksa lagi lagi Wulan melahirkan sebelum waktunya.. bagaimana lagi Wulan terlalu tertekan dengan kenyataan sandi tak mengingatnya...


Wulan menjalani operasi cecar.. dia melahirkan dua putri yg cantik.. Zain mengadzani kedua keponakanya.. air matanya menetes melihat keponakan kecilnya..


setelah sadar dari obat bius Wulan mencoba tegar.. meski sandi tak mengingatnya dua harus berjuang demi ke lima anaknya..


Wulan ingat nama yg ingin di berikan oleh sandi saat kedua putrinya lahir..


# Casandra Adeline Sandiaga


# Clarissa Azzalea Sandiaga

__ADS_1


Zain bahkan takjub mendengar kedua nama keponakannya..


" dek.. kamu tak mungkin masih bertahan di sini... sandi tak mengingat mu... bagaimana kalau kita pulang ke Jombang.. setidaknya kau bisa membesarkan kelima anakmu..." kata Zain..


" baiklah kak.. aku akan ikut katamu.. mungkin dengan kepergian ku.. mas sandi bisa cepat sembuh.." jawab Wulan..


sudah tiga hari Wulan menjalani perawatan.. sedang Sandra dan Rissa perlu perawatan intensif sebelum mereka siap.. karna kondisi mereka yg lahir prematur..


Wulan selalu mengunjungi mereka.. kadang kadang saat sandi tidur.. dia akan menghampirinya dan selalu berdo'a untuk kesembuhan sang suami..


seperti hari ini.. dia mengunjungi ke dua bayi nya sampai malam.. setelah itu Wulan ke kamar sandi.. di lihatnya sandi sedang tidur dengan nyenyak.. Eko yg menjaganya pun memilih meninggalkan mereka berdua...


kemudian Wulan membelai kepala sandi sambil berdo'a...


“Allahumma Rabban nasi, adzhibil ba’sa isyfi anta asy-syafi la syifa’a illa syifauka syifaan la yughadiru saqman.”


Artinya: “Ya Allah Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit ini, sembuhkan lah, engkau dzat Yang Maha Menyembuhkan, tak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tak meninggalkan rasa sakit.”


tak terasa air mata Wulan menetes.. sandi merasa tenang saat ada seseorang yg membelai kepalanya..


" mas.. ini aku istrimu.. aku ke sini menjengguk mu.. mas maafkan aku.. mungkin saat bayi perempuan kita sehat aku akan ke kampung tinggal bersama orang tua ku.. karna kamu selalu merasa sakit saat aku berada di sampingmu.. mungkin ini jalan terbaik yg dapat aku jalani..." kata Wulan mengenggam tangan sandi sambil menangis..


" aku pergi mas.. kau akan selalu jadi suami dan ayah dari kelima buah hati kita.. assalamualaikum... aku pamit..." kata Wulan mencium tangan sandi..


Wulan menangis di luar ruangan sandi.. Eko yg melihat pun di buat iba.. bagai mana bisa cobaan selalu menerpa keluarga sandi..


kini Wulan berada di apartemen miliknya.. apartemen hadiah dari sandi.. barang barang Wulan dan ketiga putranya sudah di antar ke kampung... Bu Mala tak bisa menghentikan keputusan Wulan yg ingin bersama orang tuanya...


hari ini kedua bayi perempuan itu sudah boleh pulang.. Viktor dan Sena serta pak Nawi dan Bu nawi menjemput mereka...


Bu Sena dan Bu Nawi mengendong kedua bayi itu.. sedang Viktor dan pak Nawi mengandeng trio Ar..


" mama.. kami ingin bertemu papa..." kata Ardi..


" tapi sayang.. papa masih sakit jadi kalau papa tak mengenali kalian... kalian harus mengerti ya..." terang Wulan..


" iya mama... kami janji..." jawab Ardan....

__ADS_1


Wulan mengandeng ketiga putranya untuk menemui sandi yg tengah santai di temani Bu Mala..


sandi kaget melihat tiga anak laki laki yg mirip dengannya serta wanita yg selalu datang saat dia pura pura tidur..


" maaf kami menganggu... kami hanya mau pamit..." kata Wulan mencoba menahan air matanya..


" Oma.. papa.. Ardi pergi ikut mama..karna papa sakit.. jadi Ardi dan adek adek ikut mama pulang ke kampung bersama Mbah Kakung dan Mbah uti.." kata Ardan menyalami sandi..


" papa Ardan akan jaga adek adek dan mama.. papa cepet sehat ya agar bisa bareng lagi.. " kata Ardan menyalami sandi..


sandi terdiam.. dia merasa sedih saat anak anak itu mengucapkan perpisahan padanya.. sedang arka mengenggam tangan Wulan dan tak mau menghampiri sandi..


" arka sayang.. kenapa arka tak pamitan pada papa..." tanya Wulan lembut..


" papa jahat... papa selalu bikin Mama nangis.. alka benci papa...tapi sekalang mama selalu nangis kalena papa..." kata Arka..


" sayang arka anak baik.. sekarang pamit ya.." rayu Wulan..


"papa jahat.. alka benci papa..." kata Arka menangis keluar dari ruangan itu..


" mas maafkan arka.. kami semua pamit mas.. ibu.. maafkan jika Wulan dan anak anak pernah menyusahkan kalian semua.. sekali lagi Wulan minta maaf..." kata Wulan meninggalkan ruangan itu..


kini mereka menuju kampung halaman Wulan bersama.. arka terus menangis di gendongan Viktor.. sedang Ardi dan Ardan hanya diam di sepanjang jalan..


setelah kepergian mereka semua sandi merasa ada sesuatu yg hilang dan terasa kosong... terutama saat arka mengatakan "papa jahat" itu serasa hati sandi di remas mendengar kata itu...


sampailah kini Wulan bersama semuanya.. Zain membangun rumah mereka sangat luar.. sekarang rumah itu memiliki 7 kamar tidur.. karena untuk keponakanya.. dan sekarang Viktor dan Sena ikut tinggal di kampung karna Zain yg menjalankan perusahaan ya...


Viktor mewariskan perusahaannya pada Zain dan Wulan.. bahkan hotel dan villa sudah di alihkan atas nama trio Ar.. sedang untuk kedua putri Wulan... Viktor memberikan beberapa unit ruko di kawasan elit Jakarta..


Viktor dan Sena senang bisa ikut merawat kelima putra putri Wulan.. sedang pak Viktor ikut membantu pak Nawi bertani dan berternak..


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2