
malam hari, Devan sudah berangkat menuju ke bar milik Justin, di sana Alex dan yang lain sudah menunggu di ruang VVIP.
Devan pun naik ke dalam club, tapi baru juga masuk seorang gadis menabrak dirinya. "minggir dasar pria menyebalkan," maki gadis itu.
"dasar gadis aneh," kata Devan kesal.
Devan pun menuju ke dalam ruangan, ternyata sudah di tunggu oleh Justin, Louis, Jacob, Alex dan Abimana.
mereka pun saling berpelukan untuk melepaskan rindu, sedang di bawah Julian terus mengawasi istrinya dan sahabatnya.
pasalnya hari ini mereka bertemu bersama, bahkan sekarang Alvin sudah menjadi penjaga, untuk kedua gadis yang sedang bergoyang dengan alunan musik keras.
Alvin tak mengira jika Kayla bisa begitu sexy saat bergoyang, berbeda dengan Anastasya yang masih memiliki kesadaran.
Julian pun membawa istrinya masuk ke ruang VVIP, sedang di ruang VVIP terlihat mereka berenam sedang minum kecuali Jacob.
"Alex, aku dengar pernikahan mu di batalkan?" kata Devan.
"benar, dan jangn membahas masalah itu lagi, aku bahkan tak ingin melihat wajah Kayla sekarang," jawab Alex.
"kenapa? kamu malu atau?" tanya Jacob.
__ADS_1
"aku hanya tak ingin dia tau kebenaran yang sesungguhnya, karena cukup aku yang tau cerita ini," kata Alex.
"bagaimana kalau aku yang mengantikan dirimu, aku bisa membuatnya jatuh cinta padaku dengan mudah," tawar Devan.
"kalau begitu, kita bertaruh siapa yang bisa mengajaknya nonton, maka kita akan memberikan mobil kesayangan sebagai taruhannya," usul Abimana.
"aku juga ikut, lumayan mobil kalian bisa menjadi koleksi mobil milikku," kata Justin menaruh kunci mobil di meja.
ketiganya pun menyetujui, Alex tak menggubrisnya, dia hanya tak ingin berurusan dengan Kayla mulai saat ini.
Alex memilih keluar dari ruangan karena merasa sesak, Jacob pun mengikuti saudaraku itu.
Alex berdiri di pagar pembatas lantai dua sambil melihat semua orang berpesta di bawah.
bahkan terlihat Kayla bisa tertawa begitu lepas tanpa beban. Alex mengenggam pagar besi itu dengan kuat.
wajahnya menunjukkan kemarahan yang cukup besar, "tak pantas kau mengawasi dia, karena dia bisa mendapatkan pria yang lebih baik darimu," suara Chintya mengejutkan Alex dan Jacob.
"wah lihatlah, nyonya Baskara sudah bisa berbicara arogan di depanku, ternyata kalian bertiga sana saja," kata Alex.
"tutup mulutmu, atau aku akan merobeknya," ancam Julian.
__ADS_1
"silahkan saja, aku hanya tak menyangka jika seorang pengusaha bisa takluk dengan wanita penebus hutang seperti dirinya itu," kata Alex.
"jaga bicaramu Alex," bentak Jacob.
"memang benarkan, asal kau tau. aku bertunangan dengan Kayla hanya ingin menyelamatkan gadis itu agar tak menjadi budak nafsumu, tapi nyatanya, kau sendiri sudah jatuh dan sekarang hanya suami yang rendah," hinaan yang di lontarkan Alex.
Chintya tak mengira jika Alex bisa menghina dirinya dan suaminya, dia tak menyangka Alex yabg terkenal penuh kasih sayang tapi ternyata.
plak.. tamparan di berikan oleh Kayla, dia sudah mendengar segalanya. "aku tak butuh perlindungan darimu, aku bisa mengandalkan diriku sendiri, asal kau tau aku menyesal pernah mencintaimu dan ingin bersama dengan mu, aku membencimu," kata Kayla dengan syara meninggi.
sebelum pergi, Kayla bahkan sempat menyiram wajah Alex dengan minuman. setelah itu mereka semua pun pergi.
"kau mencari mati, hinaan mu bisa membahayakan seluruh keluarga as Shiddiq, kau tau bagaimana buruknya Julian," kata Jacob.
"lepaskan, itu urusan para orang tua, aku tak ingin ikut campur," jawab Alex.
"kau bodoh Alex," maki Jacob.
"setidaknya aku tau sebelum bersama dengan gadis yang salah," kata Alex.
"asal kau tau dia berusaha menjadi istri yang baik dari Aisyah selama dua bulan ini, dan kau berhasil membuatnya terluka, selamat," kata Jacob yang memilih pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Jacob tak mengira jika saudaranya itu bisa begitu berubah saat ini, sedang Alex terdiam mendengar perkataan dari Jacob.
dia tak mengira jika selama ini, Kayla terus belajar untuk menjadi istri Sempurna, dia hanya mengira jika gadis itu hanya pergi bermain kerumah Jacob.