
pagi hari Wulan bangun seperti biasa tapi mood ya sedang tak baik.. dia masih merasa sedih..
Bu Mala masuk ke kamar Wulan dan mendapati Wulan tengah menangis di ranjang..
"sayang kamu kenapa..." tanya Bu Mala
" Bu aku ingin pulang... tolong biarkan aku menenangkan diri di kampung... aku tak sanggup harus bertemu mas sandi.. dan aku tak ingin anak ini di gugurkan...." kata Wulan..
"tapi bagaimana dengan ketiga putramu.." tanya Bu Mala..
Wulan terdiam.. dia tak mungkin menjauhkan putranya dari sang ayah... Wulan pun kembali menangis..
"tenang sayang...sandi tak ibu bolehkan untuk menemuimu.. sebelum dia berubah..." kata Bu Mala memeluk Wulan..
pak Joko membawakan sarapan Wulan ke kamar.. sedang trio Ar bermain di kebun belakang.. Wulan hanya bisa memandang mereka dari balkon..
kehamilan ini Wulan mengalami morning sicknees dan itu membuatnya lemas...
ππππππππππΊπΊπΊπΊπΊ
di kantor sandi tak bisa konsentrasi karna kepikiran keberadaan istri dan anaknya.... sandi pun meninggalkan kantor dan menuju ke rumah sakit milik Rafi..
sandi langsung nyelonong ke ruangan Rafi.. sedang Rafi kaget dengan kelakuan sandi..
"kok tumben kakak ipar ke sini.. mau cek up.." tanya Rafi..
"gak.. gue lagi pusing nie.." kata sandi duduk selonjoran di sofa..
"kenapa..." tanya Rafi..
" raf.. aku mau tanya kalau seandainya Wulan hamil apa itu akan membahayakan nyawa nya..." tanya sandi..
" ya kita periksa dulu kak.. tapi asalkan kakak ipar tak stres dan tertekan dia akan baik baik saja..." kata Rafi..
"tapi dulu di bahagia.. tapi tetap membahayakan nyawa nya..." kata sandi..
"itu karna usia kakak ipar.. lagian dulu dia hamil kembar 3 dan mengalami hipertensi juga.." jelas Rafi..
sandi hanya terdiam mendengar penjelasan Rafi.. kemudian dia duduk dan termenung..
seorang suster masuk ke ruangan Rafi dengan panik.. dan tergesa-gesa...
" maaf dokter... tolong ke UGD sebab nyonya muda Shiddiq mengalami pendarahan...." kata suster ana..
__ADS_1
"baik suster saya ke sana.." kata Rafi meninggalkan sandi..
sandi yg kaget pun mengikuti langkah Rafi menuju ke ruang UGD dan terlihat Bu Mala yg tengah menangis di temani bik maya...
sandi shock.. tiba tiba tubuhnya limbung melihat Bu Mala yg sudah menangis di depan ruang UGD.. sandi menghampiri Bu mala..
"sandi... "kata Bu Mala memeluk sandi..
" Bu ada apa.. siapa yg di dalam..." tanya sandi..
"maaf kan ibu san... tak bisa menjaga istri surya..." kata Bu Mala..
"ada apa Bu sebenarnya..." tanya sandi..
flashback on...
Lia tengah bermain bersama dengan trio Ar dan Bu Mala saat Wulan ikut bergabung.. mereka bercanda dan tertawa karna trio Ar begitu aktif berlari kesana kemari..
bahkan taman belakang seperti kapal pecah dan saat Lia akan mengambil minum tak sengaja dia menginjak bola mainan milik Ardi dan membuatnya jatuh
dan Wulan yg melihat darah di baju Lia meminta Bu Mala dan bik Maya untuk membawanya ke rumah sakit...
Wulan dan para baby sitter trio Ar di rumah.. sebenarnya Wulan ingin ikut tapi Bu Mala tak memperbolehkannya.. karna dia sendiri sedang tak sehat..
flashback off...
tak lama Surya sampai di rumah sakit dan menemui sang ibu dan sandi.. entah mengapa Surya begitu marah melihat sandi..
bugh... pukulan keras mendarat di pipi Sandi.... Bu Mala makin histeris melihat kedua putranya yg tengah berkelahi..
Rafi yg keluar dari ruang UGD memisahkan Surya yg sudah mencengkram leher sandi..
" Sur.. lepas dia Abang kita Sur..."kata Rafi memisahkan Surya dan sandi..
" kakak apa.. pria pengecut ini bahkan bisa menyakiti istrinya yg tengah hamil..." sarkas Surya
" tenang Sur.. mereka baik baik saja... dan Lia dan bayinya masih bisa di selamatkan..." kata Rafi..
Surya melepas cengkraman ya.. sedang sandi terbatuk-batuk... Bu Mala pun menghampiri Surya dan memeluknya...
" nak lihat istrimu.. dan biarkan ibu yg mengurus sandi.." kata Bu Mala..
Surya pun menemui Lia sedang sandi masih terduduk dan Bu Mala memeluknya tapi Rafi yg menatap penuh amarah...
__ADS_1
"kamu mau bilang apa Rafi.. cepat katakan.." kata sandi..
" apa kakak ipar sedang hamil .." tanya Rafi..
" iya dan aku menyuruhnya untuk mengugurkan kandungan itu.." kata sandi sambil berdiri...
bugh.... kini giliran Rafi yg mendarat kan bogem nya pada sandi... Rafi tak menyangka sandi bisa melakukan permintaan gila itu..
"apa kau gila kak.. kau bisa membunuh kedua nya dengan perkataan mu..." sarkas Rafi..
"apa maksudmu ..." kata sandi berdiri sambil menahan sakit..
" kau bisa membuat nya tertekan dan itu tak baik untuk ibu hamil muda.. apalagi dulu kakak ipar pernah terkena gagal jantung.. dan itu bisa berpengaruh..." kata Rafi..
sandi terdiam dia seperti mengulang memori otaknya saat kelahiran ketiga putra mereka.. sandi akan keluar rumah sakit saat tiba tiba sebuah ambulan berhenti di depan UGD dan terlihat bik Siti dan pak Joko yg keluar dari ambulan..
dan sesaat seorang perawat menarik bangkar dan nampak seorang wanita yg nampak pucat di dorong menuju ke UGD..
Rafi meminta seorang suster untuk memanggil dokter yg dulu pernah menangani pasien mulai dari dokter Iwan dan dokter spesialis lainya..
sandi terdiam melihat pasien yg baru saja di dorong menuju ke ruang UGD dunia luluh lantak.. sandi terduduk lemas dan di bantu pak Joko
Bu Mala hanya menangis melihat lagi lagi putri nya masuk ruang UGD...
"bik apa yg terjadi..." tanya Bu Mala pada bik Siti..
" maaf nyonya sepuh.. tadi nyonya sedang mengunjungi mansion.. saat masuk ke ruang kerja dan kamar tidur nyonya terlihat sangat sedih nyonya sepuh tapi nyonya menangis sambil memeluk foto keluarganya... saat nyonya akan kembali ke rumah besar tiba tiba nyonya pingsan...tubuh nyonya pucat dan saya minta bantuan pak Joko untuk membawa nyonya ke rumah sakit... " jelas Bik Siti..
sandi makin frustasi mendengar perkataan bik Siti...
"ini salah ku... salahku.. salahku..." kata sandi memukuli kepalanya...
Bu Mala hanya bisa menenangkan sandi yg terus menyalahkan dirinya sendiri.. dia yg membuat istrinya mengalami semua ini...
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen ππππππ terima kasih