
setelah aktifitas malam mereka, keduanya tertidur dengan lelap, Wulan yang nyaman dalam dekapan hangat Sandi,
waktu subuh pun datang, Wulan sudah bangun seperti biasa, meski badannya terasa remuk redam karna perbuatan Sandi tadi malam.
Wulan tak bisa bergerak, karena Sandi masih memeluknya,
Wulan mencoba untuk melepaskan pelukan Sandi dengan perlahan, tapi Wulan malah ikut membangunkan Sandi, Wulan mengambil gaun tidurnya yang tergeletak di lantai.
saat Wulan akan bangkit dari ranjang, Wulan merasakan sakit pada area kewanitaannya, sandi yang melihat pun tersenyum.
"mau di bantu sayang?" tanya Sandi.
Wulan menggeleng karena malu, tapi tanpa di duga Sandi langsung mengendong Wulan ke kamar mandi.
Wulan mandi terlebih dahulu, kemudian Sandi, merekapun melakukan sholat berjama'ah, setelah itu Wulan turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan, sedang Sandi kembali tidur.
Wulan yang sedikit menahan rasa sakitnya, Bu Mala yang baru memasuki dapur merasa heran.
"kamu kenapa Wul, kamu sedang sakit?" tanya Bu Mala membelai jilbab Wulan.
"tidak bu, hanya sedikit lelah," kata Wulan tersenyum dengan wajah malu.
Bu Mala menyadari sesuatu saat melihat cara Wulan berjalan yang sedikit berbeda, Bu Mala hanya bisa tersenyum.
"sini duduk dekat ibu," kata Bu Mala menepuk kursi di sampingnya.
"iya bu," jawab Wulan mendekati sang mertua.
"apa semalam kalian melakukanya?" tanya Bu Mala antusias.
Wulan menjawab dengan mengangguk kan kepalanya, Bu Mala pun memeluk menantunya dengan erat.
"terima kasih, sudah mau menerima Sandi meski dia kasar padamu nak, ibu selalu berdo'a pada Alloh untuk kebahagiaan kalian," kata Bu Mala melepas pelukannya.
Sandi terbangun karena tak nyaman tidur tanpa memeluk istrinya, Sandi pun memutuskan untuk turun tapi dia baru sadar saat melihat bercak darah di sprei.
"ah.. dia memang sempurna, terima kasih telah mengirim jodoh yang bisa menjaga kehormatan dan dirinya," gumam Sandi.
Sandi turun dengan pakaian santai, Sandi langsung menuju ke arah dapur, di sana Wulan tengah memasak sendiri, Sandi pun menghampiri dan memeluknya dari belakang.
"kenapa kau sudah masak hem, padahal aku masih membutuhkan mu," kata Sandi menaruh dagunya di pundak Wulan.
"ahh... mas sandi jangan seperti ini, malu nanti ada yang lihat," kata Wulan dengan wajah yang sudah memerah.
"biarkan saja, aku hanya ingin bermanja dengan istriku, lagi pula tak ada yang berani memarahiku," kata Sandi mengeratkan pelukannya sambil mencium pipi Wulan.
__ADS_1
tanpa mereka sadari Bu Mala sudah berkacak pinggang, dan mengeleng melihat tingkah manja Sandi.
"Sandi kalau mau manja dengan istrimu di kamar sana, dasar tak tau tempat, tapi buatkan aku cucu segera," kata Bu Mala sedikit berteriak.
Wulan terkejut dengan kata kata mertuanya, sedang Sandi malah tersenyum dan mengangguk.
tak lama Wulan pun di gendong seperti mengendong karung beras oleh Sandi, karena permintaan sang ibu yang tak mungkin di tolak Sandi.
" mas... aku mau di bawa kemana..." rengek Wulan sambil memukul punggung Sandi pelan.
"aku mau memakan mu sampai tak tersisa," kata Sandi sambil berjalan ke kamar.
Wulan pun hanya bisa terdiam, karena dia tak mungkin menolak, tapi dia masih merasa sakit akibat kegiatan Sandi semalam yang berulang.
"mas aku ada ospek nanti, aku kan mahasiswa baru tak mungkin bolos kan," mohon Wulan.
"aku akan cepat, lagipula ini masih jam enam pagi, ospek mu jam sembilan pagi, jadi masih bisa," kata Sandi sudah membuka kamar.
Sandi menurunkan wulan di atas ranjang, mereka pun kembali menyatukan diri dalam gelora hasrat yang membara, Sandi serasa kecanduan dengan tubuh istrinya.
pukul delapan pagi, Wulan yang sudah siap setelah kegiatan panasnya bersama Sandi, sedang Sandi masih berganti baju untuk ke kantor.
Sandiaga sudah keluar dari ruang baju, Wulan membantu memakaikan dasi, jas dan sepatu untuk Sandi.
merekapun turun untuk sarapan, Wulan yang sudah cantik dengan gamis warna peach yang senada dengan hijabnya.
setelah sarapan Sandi dan Wulan menuju ruang tamu di mana Eko dan Ken menunggu.
"sayang kamu pergi bersama Eko ya, dan jangan nakal di kampus mengerti, aku mencintaimu..." kata Sandi sambil mencium kening Wulan.
Bluss wajah Wulan sudah merona mendengar kata cinta dari Sandi.
setelah mencium tangan dan berpamitan pada sang suami, Wulan sudah di dalam mobil yang tengah menuju kampus.
Eko menurunkan Wulan di depan kampus, lalu Eko melanjutkan perjalanan ke perusahaan Sandi.
Wulan yang tengah berjalan santai menuju tempat acara, tak butuh waktu lama dia sudah berkumpul bersama Lia dan Suci teman barunya.
mereka mengerjakan tugas yang di berikan oleh kakak senior mereka.
di perusahaan Eko dan Ken sedang berada di ruangan Sandi, untuk membahas tentang korupsi kemarin.
untung dia memiliki tangan kanan yang sangat bisa di andalkan seperti Ken dan Eko.
"bos besok akan ada rapat dengan salah satu client yang ingin bergabung dengan perusahaan kita, meski perusahasnnya tak besar tapi sepertinya menguntungkan," kata Eko.
__ADS_1
"aku tak ingin tergesa-gesa, coba kau selidiki dulu, untuk masalah makan siang, atur dan buat ini sebagai makan siang perkenalan dari perusahaan kita," kata Sandi datar.
Eko pun mengangguk, dia menjalankan perintah Sandi dengan menghubungi bagian IT untuk mengecek perusahaan yang tengah mendekat untuk bergabung.
tak butuh waktu lama, hasil dari penyelidikan orang IT sudah mendapatkan hasil yang baik.
Sandi pun membaca CV dari perusahaan yang bergerak dalam pembangunan villa mewah itupun tertarik.
"baiklah besok Ken ikut aku makan siang bersama," kata Sandi.
"baik tuan," jawab Ken.
"dan Eko sekarang tugas mu di perusahaan sudah selesai, jadi mulai kembali jadi bodyguard dan supir untuk istriku, jangan biarkan dia lecet sedikit pun, dan laporkan apa saja kegiatanya," perintah Sandi.
"baik bos, laksanakan," kata Eko sambil berjalan keluar dari ruangan Sandi.
Eko sekarang menuju ke kampus Wulan, tapi dia memutuskan untuk mampir membeli kopi dan cemilan, karena jam pulang kuliah Wulan masih jam 3 sore, sedang sekarang baru jam satu siang.
setelah selesai membeli kopi dan kue, Eko pun menuju ke kampus dan di sana dia menunggu di sebuah taman yang sepi.
Eko pun mengirim pesan pada Wulan,
"nona saya ada di taman kampus,
jadi kalau nona pulang, nona tinggal telpon saya, karna tuan Sandi tak ingin sesuatu terjadi pada anda, jadi mohon kerja samanya," isi pesan Eko.
Wulan pun membalas dengan cepat.
" oke pak eko, nanti saya telpon kalau sudah pulang," balas Wulan.
Wulan yang sedang berada bersama teman-teman wanita, karena sedang merencanakan tentang kemah sebagai bagian ospek, tapi Wulan binggung bagaimana meminta izin pada Sandi.
.
.
.
.
.
mohon dukunganya...😉😉😉😉😉
minal aidzin wal faidzin... mohon maaf lahir batin semua...
__ADS_1
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRY 😘😘😘😘