
"wah kalian hebat sekali dalam membuat cemilan khas Korea ini," puji viola.
"ini hanya hal kecil, aku terbiasa karena memang hobi masak," jawab Icha.
"kebetulan dong, kak Altaf tuh hobi makan, terutama cemilan gini," jawab viola.
"masak! tapi tubuhnya bagus gitu," jawab Icha tak percaya.
"ciye... Icha, udah perhatian. enak dong jadi kalian bisa sering wisata kuliner, dan ku sudah tak takut gendut lagi," kata Kayla senang.
"gak bisa. gila gue kalo makan sama dia, udah dingin ngalahin kutub Utara," kata Icha sambil menghentakkan kakinya.
tanpa di sadari Altaf ada di belakang nya, Kayla menunjuk belakang tubuh Icha, saat berbalik ada mata elang dari Altaf.
karena kaget Icha akan jatuh tapi di tangkap oleh Altaf, mata keduanya pun bertemu. "aduh haus nih," kata viola menggoda keduanya.
saat sadar Icha malah mendorong Altaf, Altaf pun membersihkan dirinya. "dasar ceroboh," kata Altaf.
"ya cowok dingin super jutek!" teriak Icha.
Altaf sedang meminta di buatkan es kopi, dan cemilan karena mereka sedang begitu banyak pekerjaan.
"katakan sekali lagi kalau berani, dan kau akan ku hukum," kata Altaf.
"dasar cowok jutek, nyebelin, tukang marah, es kutub," kata Icha.
tak di duga Altaf langsung menghampiri Icha, dan langsung mencium bibir Icha di depan semua orang.
setelah itu Altaf langsung meninggalkan Icha yang masih syok dan terdiam, Icha pun memegang bibirnya.
"ya... ciuman pertama ku!" teriak Icha.
sedang Altaf tertawa dan mengejek Icha, sedang Kayla menahan tawanya, pasalnya baru Altaf yang berani berbuat seperti itu pada Icha.
Aisyah hanya bisa memalingkan wajahnya dengan apa yang terjadi, pasalnya mereka terlalu berani, mereka pun usai membuat makanan.
kemudian pak Ali membawanya ke ruang kerja, sedang para perempuan makan di depan TV. Aisyah juga membantu Kayla dan Icha mengerjakan tugas Mereka.
ternyata viola juga akan sekolah di sekolah keluarga as Shiddiq, jadilah mereka makin dekat.
mereka juga menelpon Chintya yang tak ada kabar dari pagi. telpon pun tak bisa di hubungi.
"wah nih anak kemana sih, kok ponselnya gak aktif," kata Kayla kesal.
__ADS_1
"mungkin dia sedang jalan-jalan, terus ponselnya sengaja di matikan, ingat Kayla kita harus selalu positif thinking," kata Aisyah.
"baiklah, oh ya viola, kamu sudah punya seragam, ingat jangan terlalu mencolok, karena takutnya kamu ada yang membully," kata Icha.
"tapi aku gak takut, aku pemegang sabuk hitam taekwondo," jawab viola.
"aku makin tenang, karena kalian adalah langganan BK, dan bisa membantu viola,"kata Aisyah.
"siap ibu komandan, pasti di laksanakan," jawab Icha.
"dan berhenti merokok oke," kata Aisyah.
"tak janji kalau itu," jawab Kayla.
mereka terus berbincang hangat, sambil menunggu para pria itu selesai bekerja.
sedang di Perancis. Chintya sedang membantu Anastasya yang sengaja di culik seseorang.
dan itu bertepatan dengan Chintya yang mengajaknya bertemu di taman kota, Chintya juga ikut di sekap di sebuah rumah tua.
Julian pun begitu panik karena Chintya yang di culik di negara asing, bahkan Julian membatalkan semua janji bisnisnya.
kini mereka sedang mencari kedua gadis itu, bahkan ponsel Chintya juga sudah hancur karena di banting oleh para penculik.
"Alvin. aku tak mau tau, bagaimana pun caranya, temukan gadis itu dan bunuh mereka yang berani menyentuh milikku," perintah Julian.
sedang Tyson juga sedang mencari keberadaan dari Anastasya, yang tiba-tiba hilang kontak.
bahkan Tyson sudah menghubungi semua sahabat dan teman dari Anastasya, tapi tak ada yang tau keberadaan gadis itu.
Anastasya dan Chintya di ikat dengan kuat, Chintya mencoba membuka ikatan dari tangannya.
Chintya bahkan tak merasakan luka lecet yang timbul karena usahanya itu. pasalnya Anastasya ketakutan dan panik.
"tenang Anastasya, tarik nafas buang, bernafas dengan normal, yakinlah kita akan keluar dari sini," kata Chintya menenangkan Anastasya yang sesak nafas. karena terus menangis karena panik.
seorang pria masuk ke dalam ruangan itu, dan melihat Chintya yang begitu indah dan sempurna, tiba-tiba dia ingin menikmati tubuh itu.
"tolong lepaskan kami, aku bisa memberimu uang sebanyak yang kamu mau, tapi tolong lepaskan kami," mohon Chintya.
"aku tak butuh uang, aku menginginkan dirimu, tubuhmu, lagi pula kamu bukan incaran bos kami, tapi gadis itu, jadi seandainya aku membunuhmu pun bos tak akan marah," kata pria itu.
"cih aku tak Sudi kau sentuh, mending aku mati dari pada kau menikmati tubuhku," teriak Chintya.
__ADS_1
"sialan, gadis bodoh," kata pria itu yang menampar Chintya cukup keras.
"tuan aku mohon selamatkan aku, aku tak mau pria ini menyentuhku," batin Chintya.
Alvin sudah menemukan tempat penyekapan Chintya dan Anastasya, Julian langsung memimpin sendiri operasi pembebasan Chintya.
Alvin tak menyangka jika Chintya bisa membuat Julian semarah ini saat ini, bukan karena hal buruk tapi karena ke khawatiran Julian pada Chintya.
pria itu pun melepas ikatan Chintya, saat sudah lepas Chintya mencoba kabur dengan menendang kemal**n pria itu.
"brengsek. tangkap gadis itu, bawa dia kemari!" teriak pria itu mengundang semua temannya.
pria itu pun menonjok perut Chintya hingga kesakitan, Chintya pun ambruk dan meratapi nasibnya.
tapi lama kelamaan rasa sakit itu begitu besar menjalar. "bos wanita ini mengeluarkan darah," kata salah satu pria.
"ya Tuhan, sakit sekali, tuan aku mohon selamatkan aku," kata Chintya berharap Julian datang.
Chintya pun pingsan karena rasa sakit itu, Julian pun mendobrak masuk ke gudang itu. Julian melihat Chintya yang sudah tergeletak dan dari kakinya keluar darah.
Julian menatap marah pada semua orang di ruangan itu, Julian langsung membunuh semua orang tanpa ampun.
setelah itu Julian langsung menghampiri Chintya yang pingsan, "bangun Chintya, jangn menutup matamu," kata Julian menepuk pipi Chintya.
Julian langsung mengendong Chintya untuk di bawa ke rumah sakit, seang Alvin menyelamatkan Anastasya.
"bereskan semuanya, dan buat pria itu mengaku siapa yang menyuruh mereka," perintah Alvin.
"baik," jawab semua orang.
Alvin pun melaju dengan kecepatan tinggi, Anastasya ketakutan melihat darah dari Chintya.
sedang Julian terus memeluk Chintya, dia tsk ingin kehilangan gadis itu, "aku mohon bertahan demi aku, kalau tidak aku bisa membunuh orang tuamu," kata Julian. tanpa sadar air mata pria itu pun menetes.
sesampainya di rumah sakit, Chintya mendapat kan pertolongan pertama,dia di bawa ke ICU, Julian pun duduk dan menunggu dokter.
Anastasya juga di bawa Alvin untuk mendapatkan perawatan, karena Anastasya juga mengalami beberapa luka.
Julian terlihat begitu khawatir, bahkan terus mondar mandir menunggu di depan ruang UGD.
Tyson terlambat, karena semua sudah mati, dan satu yang hidup sudah di bawa oleh anak buah Julian pergi.
di markas mereka sedang menyiksa pria itu untuk mengakui siapa yang menyuruh mereka. bahkan anak buah Julian begitu kejam dalam interogasi.
__ADS_1