Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S3_ mall


__ADS_3

jet pribadi mereka mendarat di bandara Soetta pada subuh hari... mereka memutuskan untuk istirahat di mansion milik James...


Ken dan Aline masih melanjutkan tidur karena mereka berdua mengalami jetlag... sedang Rissa dan James juga sedang beristirahat sebelum menjemput kedua anak mereka di rumah Sandra...


tapi tak lama ponsel Rissa berdering.. Rissa melihat dan mengangkat nya ternyata telpon dari Sandra...


" ya assalamualaikum Sandra..." kata Rissa dengan suara masih serak...


" bunda... kapan pulang... kami rindu pada bunda dan papa...." teriak Jacob...


Rissa langsung kaget dan bangun... Rissa tak mengira jika Jacob yg menelponnya..


" iya sayang... nanti bunda jemput... kalian tak nakal kan..." kata Rissa...


" Jessi terus menangis.. sedang kak Louis sibuk dengan konsernya...." adu Jacob..


" baiklah... nanti bunda kesana ya... tunggu dan jangan buat mami kalian repot oke.." kata Rissa..


" jangan lupa oleh oleh nya bunda... " kata Jacob yg dapat arahan dari Sandra...


" iya dan bilang sama mami Sandra bunda sudah beli tas dan sepatu yg dia inginkan kemarin...." kata Rissa..


" benarkah... kamu memang saudari yg baik..." saut Sandra...


" cih.. kau menyebalkan..." jawab Rissa sambil mematikan telpon nya sepihak...


Rissa kembali mengulang dirinya sambil bersandar di dada James.. Rissa begitu nyaman dengan keadaannya saat ini...


siang hari semua sudah berkumpul untuk menikmati sarapan meski sudah sedikit terlalu telat...


Ken sudah terlihat baik karena Aline yg membantunya mengobati luka lukanya... sedang Rissa dan James sudah bersiap untuk menjemput dan memberikan beberapa oleh oleh pada saudaranya....


" kalian mau ikut sama mommy dan Daddy..." tanya Rissa...


" tidak mom.. aku ingin istirahat di rumah sekalian mengerjakan pekerjaan ku.. lagian ada Aline yg bisa membantuku..." kata Ken..


" baiklah.. kalau begitu nanti siang ada orang butik yg akan membuat gaun pengantin untuk Aline dan juga tuxedo milikmu..." kata James...


" oke Daddy..." jawab Ken..


" maaf bisakah pernikahan ini di lakukan secara sederhana saja... karena aku masih ingin bekerja..." kata Aline..


" kalau begitu kita buat kebaya untuk acara akad nikah saja.. dan resepsi bisa di lakukan kapanpun... apa Daddy dan Ken setuju...." jawab Rissa..


" tentu jika Ken dan Aline sudah sepakat.. Daddy hanya bisa mendukung keinginan kalian..." jawab James...


Ken pun tak merasa keberatan dengan permintaan dari Aline.. karena baginya pernikahan ini adalah awal bagi mereka untuk saling mengenal..


kini James dan Rissa sudah pergi menjemput Jacob dan Jessica sedang Aline dan Ken mengerjakan pekerjaan kantor di rumah.. bahkan Aline begitu cekatan sebagai sekertaris meski Ken juga memiliki asisten pribadinya sendiri..


ya asisten Ken bernama Ozil dia juga seorang pria Eropa yg begitu loyalitas dalam bekerja bahkan dia akan menghadang peluru yg di arah ke pada Ken terlebih dahulu...


Ozil adalah seorang pria jalanan saat muda dan umurnya di atas Ken.. tapi Ken membantunya dan menyelamatkan nya saat dia di keroyok karena mencuri makanan untuk keluarganya...


Ken juga membantu keluarga Ozil bangkit dan sekarang memiliki usaha sendiri.. dan mulai saat itu Ozil menyerahkan hidup dan nyawanya untuk mengabdi pada Ken...

__ADS_1


" Ozil.. ini Aline dia adalah calon istriku dan juga sebagai sekertaris di perusahaan ku.. dan pastikan tak ada yg mengetahui status dari kami..." kata Ken..


" baik tuan... dan juga saya sudah mengetahui beberapa orang memiliki rekening mencurigakan tentang perusahaan cabang.. " kata Ozil..


" baiklah.. terus selidiki dan aku ingin lihat separah apa mereka menghabiskan. uang milikku... dan jika perlu kau bisa membereskan mereka.. aku tak mau ada penghianat di perusahaan ku..." kata Ken...


" baik tuan.. saya permisi kembali ke kantor..." kata Ozil..


" Hem.. " jawab Ken sekenanya...


sedang Rissa dan James sudah sampai di rumah Sandra.. dan benar saja terdengar suara tangisan dari Jessi yg begitu keras..


Rissa langsung masuk dan melihat putrinya yg sedang bermain bersama Devan dan Jacob..


Jessi menangis karena Jacob tertawa karena ulah Devan.. sedang Rissa merasa bodoh karena telah ketakutan berlebihan...


"hei.. tenang mereka hanya sedang bermain.. kenapa wajah mu pucat begitu..." kata Sandra..


" aku hanya takut dia terluka... apalagi dia tak pernah aku tinggal pergi jauh seperti kemarin.." jawab Rissa yg duduk di samping James..


" oh ya.. Sandra tolong minta pelayan mu mengambil oleh oleh di bagasi mobil.. aku masih lelah dan ini kuncinya..." kata James melempar kunci pada Sandra..


Sandra menyuruh beberapa pembantunya mengambil oleh oleh untuk keluarga Sandra.. bahkan tiga pembantu itu membawa begitu banyak barang...


" kalian beli begitu banyak untuk kami..." tanya Sandra..


" ya.. nyonya Folke telah berjasa menjaga ketiga anakku jadi ini hanya hadiah kecil.. dan ada juga gaun untukmu saat konser Louis nanti..." kata Rissa ..


" kau pengertian sekali adikku.. aku bahkan belum menyiapkan gaun untuk itu..." kata Sandra..


"Jessi... Jacob.. ayo pulang sayang..." ajak James..


" iya papa..." jawab mereka..


kini Jacob dan Jessi sudah memeluk Rissa dan James.. Jessi begitu manja.. Rissa tau jika Jessi menginginkan sesuatu...


" papa bisakah mengajak kami ke tempat bermain di mall..." kata Jessi..


" tentu.. ayo sekarang bereskan barang kalian dan kita akan ke mall.. dan kalian bebas melakukan apapun..." kata James .


" terima kasih papa .." jawab Jessi..


" Devan mau ikut sayang..." tawar Rissa..


" tidak bunda... Devan mau berlatih taekwondo... " jawab Devan...


" baiklah... terima kasih ya sudah mau menjaga Jessi dan Jacob..." kata Rissa


" tentu.. aku begitu senang memiliki saudara seperti Jacob dan saudari seperti Jessi yg selalu lucu saat di ganggu..." kata Devan menahan senyum karena Jessi yg sudah cemberut...


kini mereka pun pamit dan menuju ke mall sesuai dengan permintaan Jessi.. sesampainya di mall.. James jadi pusat perhatian karena ketampanannya dan juga kedua anak mereka yg juga punya wajah yg terbilang tampan dan cantik karena blasteran..


Rissa berjalan sedikit di belakang karena masih belum percaya diri bersanding di samping James yg sempurna.. dia menyadari keadaannya sudah tak seperti dulu..


James pun menyadari jika Rissa seperti merasa minder.. kini James menghampiri Rissa dan menggandengnya..

__ADS_1


James tak peduli omongan orang baginya Rissa adalah dunianya bersama keempat anak mereka..


Jhon dan crish juga sudah datang untuk mengawal tuan dan nyonya besar mereka.. kini orang mulai berbisik tentang fisik Rissa yg cacat..


James yg tau pun menghentikan langkah nya dan kini menatap pada segerombolan ibu ibu yg tengah bergosip itu..


" ibu ibu.. jangan suka menjelekkan fisik seseorang padahal diri anda saja belum sempurna.. aku mencintainya.. bahkan dia lebih sempurna di banding kalian... dan lebih baik anda bercermin terlebih dahulu sebelum menghina seseorang..." kata James datar..


" huh sombong..." jawab ibu ibu itu..


" Jhon... kosongkan mall ini dan tutup mulut orang yg berani menghina nyonya dari keluarga Smith..." kata James begitu datar..


" baik tuan..." jawab Jhon..


tak lama para bodyguard datang untuk mengosongkan mall untuk keluarga James.. bahkan para ibu ibu kaget saat tau jika mereka salah menghina orang..


mereka tak menyangka jika melihat keluarga yg begitu kaya di Eropa bahkan kekayaan nya tak bisa di ukur... apalagi Rissa juga putri keluarga Shiddiq..


" kalian terkena masalah besar dengan mulut ember kalian..." kata crish datar berdiri di depan para ibu ibu tukang gosip...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih



dapat salam dari Daddy James yg masih menggoda di usianya sudah matang...😂😂😂❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2