
kini Rissa dan Ardi sedang di taman belakang.. di taman bunga mawar yg di buatkan sandi khusus untuk Wulan..
pak Joko mengantarkan kotak obat.. Ardi menerima nya dan mulai membersihkan luka Rissa..
" apa ini sakit..." tanya Ardi sambil meniup tangan Rissa yg terluka...
Rissa hanya mengeleng.. sakit ini tak sebanding dengan apa yg sedang ia rasakan..
" kau mau jujur atau Abang paksa..." tanya Ardi seraya memberi obat merah..
" Abang sudah tau..." tanya Rissa..
" tak sengaja... dan jujur pada Abang.. " tanya Ardi..
tiba tiba Rissa meneteskan air matanya.. ia binggung mulai dari mana..
" apa kau mencintainya dari dulu..." tanya Ardi.. Rissa mengangguk..
" itu sebabnya kalian saling menjauhkan diri..." tanya Ardi..
" maksud Abang..." tanya Rissa..
" Rissa bahkan kamu saja tak mau jujur pada Abang.." alih Ardi..
" aku mencintainya bang.. entah sejak kapan... aku juga tak tau.. dan cinta itu tak bisa ku bunuh bang... aku tau kalau ini salah.. makanya aku memilih mondok.. setidaknya aku bisa melupakannya.. tapi telnyata tidak bang..." terang Rissa..
" itu sebuah anugrah terindah Rissa.. dan dia tak mengenal siapa dan punya hubungan apa saat muncul.. " terang Ardi..
" Abang tahu..." tanya Rissa...
" Abang sudah curiga pada mu.. dan hari ini kau mengakuinya..." kata Ardi memeluk adik kecilnya
" Abang jahat... " kata Rissa
" maafkan Abang ya dek.. sebenarnya Abang juga tau jika bang Syarif juga mencintaimu.. tapi aku ingin lihat kesungguhannya..." batin Ardi..
tanpa mereka sadari sandi mendengar semuanya... sandi marah mendengar penuturan Rissa pada Ardi...
" kita pulang.. tak usah lagi kesini.." kata sandi mengenggam lengan Rissa..
__ADS_1
" pa... lepaskan Rissa pa.. kasihan.." kata Ardi membela Rissa..
" diam Ardi.. kau mau menutupi sampai kapan.. ini perintah sekarang kita pulang..." bentak sandi..
Ardi dan Rissa terdiam melihat sandi yg sudah di kuasai amarah.. Rissa tau jika kemarahan sang papa adl benar..
semua kaget melihat sandi menyeret Rissa yg masih menangis.. sedang Ardi mencoba mencegah sang ayah...
Wulan pun menghampiri mereka.. Wulan juga binggung apa yg terjadi.. karena yg dia tau sandi ingin melihat keadaan Rissa tapi kini malah seperti menahan amarah yg begitu besar..
" sandi apa yg kau lakukan.. kasihan Rissa..." kata Bu Mala...
" cukup.. ini urusan keluarga sandi.. dan wulan.. Ardi cepat masuk.. kita harus pulang sekarang..." kata sandi kasar..
Wulan yg tau suaminya sedang marah pun memilih mengikuti perintah sandi.. Ardi duduk di depan.. dan Wulan memeluk Rissa untuk menenangkan putrinya masih sedikit syok atas perlakuan sandi..
kini mobil di kendarai sandi menuju bandara.. jet pribadi sudah siap... kini mereka pun menuju Jakarta... sandi terus diam tanpa ingin menjelaskan..
Ardi juga tak bisa berbuat apa-apa.. karena ia sadar ini sebuah kesalahan...
sedang di rumah besar Shiddiq semua di buat binggung dengan sikap sandi.. karena sandi seperti di kuasai amarah...
" pak Joko panggil semua pelayan..." perintah Bu Mala...
tak lama semua pelayan di rumah itu berkumpul.. dan berbaris rapi di depan Bu Mala dan semua keluarganya.. sedang Syarif menenangkan Ella yg masih binggung dengan situasinya...
" ada yg tau.. kenapa sampai sandi marah..." tanya Bu Mala.. semua diam karena takut..
" saya tanya.. ada yg tau kenapa sandi bisa marah..." tanya Bu Mala lagi..
tapi semua pembantu rumah itu seakan takut menjawab pertanyaan yg di ajukan oleh Bu Mala...
" baiklah kalian tak ada yg jawab.. pak Joko beri hukuman berat untuk mereka semua..." kata Bu Mala...
" baik nyonya..." kata pak Joko..
semua pembantu mulai takut dan panik.. mereka tau hukuman berat yg di maksud... dan mereka tak ingin mengalami itu..
" saya minta maaf nyonya.. sebenarnya saya tau tapi takut kalian tak percaya dengan yg akan saya katakan.." kata Bu Ani...
__ADS_1
" kami akan percaya karena kamu sudah dari dulu bekerja disini..." kata Bu Mala..
" coba jelaskan bik Ani..." tanya Vita tak sabar..
"sebenarnya tadi tuan Ardi dan non Rissa sedang membahas sesuatu.. dan saat itu tuan sandi datang...
tuan sandi marah karena pengakuan non Rissa pada tuan Ardi dan juga jawaban tuan Ardi .." jelas Bik Ani..
" pengakuan apa.. jawaban apa..." tanya Bu Mala..
"saya tak begitu yakin.. cuma tentang non Rissa yg jatuh cinta tapi cinta itu salah dan dapat menghancurkan keluarga ini..." terang bik Ani..
PYARR....Syarif yg sedang memegang gelas pun tanpa sadar mengenggam gelas itu hingga hancur...
Syarif mulai mengerti yg di maksud bik Ani..
Syarif mulai panik saat tau kemarahan sandi yg bisa melukai Ardi yg telah membantunya menyembunyikan semua ini..
" pah kita harus ke Jakarta sekarang..." kata Syarif..
" tapi kenapa dan tangan mu terluka..." kata Rafi..
" aku mohon pah.. Ardi dan Rissa dalam bahaya... papi tak akan mengampuni mereka pa..." teriak Syarif...
" lebih baik kita semua pergi.. biar semua nya jelas..." kata Surya..
kini mereka semua menuju ke bandara untuk ke Jakarta.. sedang Ella dan Lia tetap di rumah karena Lia yg punya balita tak mungkin ikut.. begitupun Ella yg lelah dari perjalanan jauh...
Syarif berdo'a semoga sandi tak melakukan sesuatu pada Ardi dan Rissa.. karena Syarif tau jika sandi memiliki buruk...
kini mereka sudah sampai di bandara Soetta dan mereka di jemput oleh pak Edi yg membawa mobil yg cukup besar untuk mereka semua..
kini mereka menuju rumah sandi dan Wulan di Depok.. benar saja baru sampai mereka sudah mendengar tangisan Rissa dan suara sandi yg terdengar marah dan begitu keras...
.
.
.
__ADS_1
.
. Mohon dukungannya dengan like komen dan vote 😘😄😘😄😘😄 terimakasih