
Anastasya menatap Alvin minta penjelasan tentang makanan di depan wanita itu.
"kenapa? makan ini enak banget loh," jawab Alvin.
"ini kenapa di campur gini sih," kata Anastasya.
"ya gini kalau kita makan di warung kaki lima, sekarang makan kita masih harus beli kue pesanan bos," kata Alvin menginggat kan.
Anastasya pun mulai makan dan ternyata di luar ekspektasi darinya, makanannya begitu enak.
"Bu Atun makanan anda berhasil membuat bule ini kesurupan," kata Alvin menggoda Anastasya.
plak.. "berhenti mengoceh, aku sedang makan," kata Anastasya memukul bahu Alvin.
Alvin pun hanya tertawa saja melihat tingkah Anastasya, ya dia tau gadis ini pertama kali ke Indonesia.
Alvin membayar dan kini mereka menuju ke sebuah toko kue langganan dari Chintya, mereka membeli beberapa kudapan ringan dan juga kue kesukaan Chintya.
setelah itu mereka pun pulang, seorang pelayan sudah menunggu mereka, Alvin dan Anastasya pun memberikan kue itu pada para pelayan.
sedang di kamar Julian sedang membuat Chintya kesal karena harus terus berganti baju.
Julian hanya ingin Chintya terlihat sempurna dan tanpa cacat sedikitpun. akhirnya Julian pun memilih gaun selutut dengan warna baby pink.
Chintya mengerjai rambut hitamnya, dan Julian memakaikan kalung berlian yang begitu indah di leher Chintya.
"sayang apa ini?" tanya Chintya.
"ini adalah hadiah yang tadi di berikan oleh sahabat ku, katanya ini akan cocok dengan nyonya Baskara yang cantik dan ternyata benar," jawab Julian.
Julian juga memakaikan gelang yang serupa, tak lupa anting. bahkan perhiasan itu menambahkan cantik penampilan dari Chintya.
terdengar suara bell pintu, Julian pun mengajak Chintya untuk turun ke bawah. ternyata para tamu sudah datang.
Chintya menyapa hangat tamu itu, bahkan wanita tadi tak menyangka jika gadis SMA yang sempat di bentaknya adalah istri dari sahabat nya.
"wah mau memberiku kejutan ya teman, kamu tak bilang kalau gadis yang aku bentak tadi itu istrimu," kata Maria kesal.
"aku kan tadi sudah bilang, tapi kamu yang gak percaya. kamu bilang mana mau gadis cantik seperti mereka jadi istriku," jawab Julian yang menahan sakit akibat pukulan dari Maria.
"oh oke baiklah, halo cantik. maaf yang tadi siang, perkenalkan namaku Maria Agashi. aku sahabat suamimu ini," kata Maria langsung memeluk Chintya.
"hallo kak, namaku Chintyara Baskara, biasa di panggil Chintya," jawab Chintya.
"hai aku Joseph Agashi, suami Maria dan juga sahabat seperjuangan suamimu, dan ini putra kami Goerge Agashi," kata Joseph berkenalan.
"Chintya," jawab Chintya sekilas.
mereka pun duduk dan berbincang, "bisa kita berbicara berdua Chintya," tanya Maria.
__ADS_1
"tentu, mari," jawab Chintya.
mereka pun pergi ke tepi kolam renang, Maria terus melihat gerak gerik Chintya yang begitu tenang dan anggun.
"ada masalah apa kak?" tanya Chintya yang berada di depan Maria.
"apa kamu mencintai Julian?" tanya Maria langsung.
"jika aku tak mencintainya dari awal, mungkin aku akan bunuh diri saat di jual oleh orang tuaku," jawab Chintya.
"apa dia memperlakukan mu begitu buruk?" tanya Maria.
"tidak dia begitu baik, saat aku membutuhkan perlindungan dia adalah orang pertama yang datang dan memelukku," jawab Chintya.
"aku harap kamu akan terus bersama dirinya, asal kamu tau dia itu pria baik sebenarnya, cuma kebaikannya tertutupi dengan sikapnya yang arogan dan berdarah dingin," kata Maria.
"iya kak, tapi sekarang suamiku sedikit berubah, dia sudah bisa tersenyum dan bercerita tentang segala hal dengan ku, bahkan dia tak akan membunuh siapapun jika kesalahan nya tak fatal," jawab Chintya.
Maria langsung memegang tangan Chintya, "terima kasih hadir di hidup sahabatku,dia sudah seperti adik laki-laki ku sendiri,karena kami bertiga tumbuh di jalanan yang begitu keras," jawab Maria sambil menangis.
"aku berjanji akan terus berada di sampingnya sampai maut yang memisahkan kami," jawab Chintya.
"Maria. sayng kemarilah, kenapa kalian berbicara saja sampai sejauh itu," panggil Julian.
"dasar tukang perintah, aku hanya berbicara tenang rahasia perempuan, kenapa kamu gak terima," kata Maria.
"aku tak percaya padamu, pasti kamu membongkar aib ku kan," kata Julian.
"sudah-sudah ayo kita makan malam dulu, semuanya sudah di siapkan di meja," kata Chintya menengahi.
"ya kamu harus mulai membiasakan diri dengan mereka Chintya, kadang mereka begitu dekat, kadang berisik, kadang bertengkar hebat dan kadang saling tertawa bersama, itulah persahabatan mereka," kata Joseph.
"baiklah akan ku ingat itu," jawab Chintya.
mereka pun makan bersama, Kayla sudah siap mengikuti acara akad nikah yang di lakukan oleh Altaf dan juga Icha.
tadi Chintya minta maaf karena tak bisa hadir karena ada tamu penting, Kayla berangkat bersama Alex.
sedang orang tua Kayla berangkat bersama Satria. rumah utama Shiddiq sudah di sulap bak gedung megah.
Andhara sedang berada di balkon kamarnya, dia sedang begitu sedih saat ini, karena dia teringat suaminya.
Kayla pun menemui sahabatnya yang seang berada di ruang rias, mereka pun langsung berpelukan saat bertemu.
"hai jangan menangis, kita akan jadi saudara," kata Kayla menghibur Icha.
"maaf aku sedikit sensitif," jawab Icha.
mereka juga menghubungi Chintya yang tak bisa hadir, tapi Alvin dan Anastasya yang akan mewakili Julian dan Chintya.
__ADS_1
tak lama mama dari Icha pun datang menghampiri sang putri, kini Kayla mendampingi sahabatnya itu untuk duduk di pelaminan.
Altaf sudah di depan pak Prakasa untuk melakukan ijab qobul, saat Icha sudah duduk di samping Altaf.
Kayla duduk di sebelah Alex untuk menyaksikan acara, Altaf dan pak Ronald Prakasa pun saling berjabat tangan.
"Ananda Altaf Abraham as Shiddiq bin Ardinata Abraham as Shiddiq, saya nikahkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Rasyania Frederica Prakasa binti Ronald Prakasa, dengan mas kawin uang sebesar dua ratus juta di bayar tunai," kata pak Prakasa.
"saya terima nikah dan kawinnya Rasyania Frederica Prakasa binti Ronald Prakasa dengan mas kawinnya tersebut di bayar tunai," jawab Altaf.
"bagaimana para saksi sah?" tanya pak penghulu.
"sah," jawab James dan juga pak Andi Handoyo bersamaan.
akhirnya doa pun di pimpin oleh penghulu, Altaf memakaikan cincin di jari manis Icha begitu pun sebaliknya.
kemudian Icha mencium tangan Altaf, setelah itu mereka pun melakukan sungkeman pada para orang tua.
acara pun berlanjut dengan resepsi, Kayla berkumpul dengan keluarga Smith, karena ada Asiyah yang datang dengan kedua anaknya.
Alvin dan Anastasya juga memberikan kado titipan dari Chintya dan juga Julian, mereka juga meminta maaf karena keduanya tak bisa hadir.
semua orang mengucapkan selamat, Alex dan Kayla terlihat begitu mesra dan serasi, apalagi kini Kayla mengendong Radit.
"kapan menyusul, kalian juga sudah pantas untuk menikah," tanya Rissa menghampiri keduanya.
"nunggu gadis ini lulus dulu mami, oh ya mana Jessica dan Jasper?" tanya Alex.
"mereka sedang menyapa tamu yang lain, ya di ajak kak James untuk berkenalan dengan para kolega," jawab Rissa.
acaranya memang mengundang beberapa investor dan juga teman bisnis. tapi lebih banyak keluarga besar yang datang.
pukul sebelas malam acara pun selesai, kini Altaf dan Icha sudah berada di kamar yang sama.
mereka tidak mungkin punya kamar masing-masing karena semua bisa curiga.
Icha keluar dengan piyama panjang berwarna merah bata, sedang kini Altaf sedang berada di kamar mandi.
mereka juga punya banyak sekali hadiah dari semua orang, Altaf keluar dengan hanya mengunakan boxer dan kaos putih oblong.
"kamu mu membuka hadiahnya," tanya Altaf.
"besok saja, sekarang aku mau tidur dulu," jawab Icha.
"kalau begitu taruh ponsel mu dan tidur, atau kamu ingin melakukannya," kata Altaf dengan senyumannya yang menyeringai.
Icha malah menantang Altaf, "memang kamu bisa melakukannya dengan wanita," kata Icha yang menarik Altaf dan mencium bibir suaminya itu.
Altaf pun menahan tengkuk Icha dan mereka lun saling berciuman mesra, Altaf melepas saat mereka kekurangan oksigen.
__ADS_1
"kamu butuh bukti," kata Altaf.
"tidak!" teriak Icha yang langsung menutup dirinya dengan selimut.