Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
bahagia dan duka


__ADS_3

tak terasa kandungan Aisyah sudah masuk bulan ke tujuh, hari ini Aisyah sedang melakukan senam seperti biasa.


tapi bedanya hari ini Jacob pun ikut menemani, Jacob makin jarang keluar rumah, untuk urusan pekerjaan di serahkan pada Fredy, Edo, putra dan Indra.


Jacob dan Aisyah latihan pernafasan dengan baik, setelah selesai Jacob duduk bersama Aisyah di taman.


"mas, kita ke rumah mommy yuk, aku ingin melihat keadaan Jessica, bukankah dia sudah dekat dengan waktu bersalin," kata Aisyah.


"baiklah, tapi di sana kamu tak boleh lelah oke," kata Jacob.


mereka pun berganti pakaian, kemudian berangkat ke rumah utama keluarga Smith.


saat sampai ternyata semua orang sedang berkumpul, bahkan Aline juga pulang bersama ketiga anaknya.


saat Aisyah dan Jacob masuk rumah, Neel dan Kenzo sudah menyapa mereka dengan bahagia, sedang Neev menunjukkan sikap yang begitu cool.


"mami, kami kangen mami," kata Kenzo dan Neel.


"assalamualaikum mami, papi," sapa Neev.


"waalaikum salam, mami juga kangen kalian bertiga," kata Aisyah memeluk mereka bergantian.


"hai kak, makin cantik dan subur nih,"goda Jacob.


"aduh mulut mu Jack, ini mbak sudah diet ketat, oh ya apa kalian tau keadaan Louis dan Mecha, mereka tak bisa di hubungi," tanya Aline.


"benarkah, kemarin aku di hubungi kak Louis dan menanyakan dokter terbaik di Belanda untuk penyakit dalam, tapi katanya kondisi mereka baik," jawab Jacob.


"memang siapa yang sakit, setau ku Mecha sehat-sehat saja," jawab Aline.


"tak tau, katanya sih temennya, pak Jay tolong bawakan jus susu kurma ya," kata Jacob berbohong.


"baik tuan muda," jawab pak Jay.


terlihat Aisyah sedang bermain bersama Kenzo, sedang Neev sedang menunjukkan sesuatu pada Jacob.


Jessica dan Rissa pun keluar dari dalam, Rissa tak menyangka jika semua sedang berkumpul.


Jessica pun duduk di samping Aline, tapi tiba-tiba perut Aisyah begitu sakit, Kenzo pun kaget melihat Aisyah yang meringis.


"papi.." panggil Kenzo.


"mas... sakit," kata Aisyah.


"kenapa sayang?" kata Jacob menghampiri Aisyah.


tak di duga, Aisyah malah pendarahan saat itu, Rissa menghubungi Edward mengatakan kondisi Aisyah.


Jacob pun panik dan langsung membawa Aisyah ke rumah sakit, Jacob bahkan mengemudikan mobilnya dalam kecepatan tinggi.


Sesampainya di rumah sakit, Aisyah pun langsung di bawa ke ruang operasi, karena Edward sudah tau pasti akan ada komplikasi.

__ADS_1


Edward pun melakukan prosedur operasi, tapi Edward baru mengetahui jika salah satu dari bayi itu denyut jantungnya lemah.


setelah dapat persetujuan dari Jacob, Edward pun memulai operasi. Rissa baru datang bersama Jessica.


tak di duga Jessica malah merasakan mulas pada perutnya, jadilah Rissa menunggu Jessica yang juga akan melahirkan.


James dan Jasper sudah di telpon, James sudah meminta Indra untuk menyiapkan semua kemungkinan.


bahkan James sudah memiliki dokter khusus yang akan menangani cucu-cucunya. Indra sedang menyiapkan semua alat medis di rumah utama, jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


Edward berhasil melakukan operasi cecar, tapi bayi perempuan Aisyah tak mau menangis. dokter pun berusaha melakukan pertolongan pertama.


mulai dari memijat bagian dada, sedang bayi laki-laki sudah di bersihkan dan berada di inkubator.


setelah sepuluh menit, akhirnya bayi perempuan itupun juga menangis dengan keras.


Edward pun begitu bahagia mendengar tangisan dari cucu perempuan nya itu.


sedang suster membersihkan Aisyah, dan masih berada di ruangan khusus untuk pemilihan pasca operasi.


Edward pun keluar dan menemui Jacob dan James, Jacob langsung menghampiri Edward.


"bagaimana keadaan istriku Pi?" tanya Jacob.


"hei Aisyah baik-baik saja, untung kamu cepat membawanya kemari, dan kamu tak ingin bertanya tentang kedua anakmu?" tanya Edward.


"ya bagaimana keadaan kedua cucuku," kata James khawatir.


mendengar itu Jacob langsung sujud syukur karena mendengar kedua anaknya dan juga Aisyah sehat.


Jacob pun ingat dengan Jessica, "papi, Jessi juga sedang melahirkan," kata Jacob.


mendengar itu Edward pun berlari menuju ke ruang persalinan tapi malah sudah mendengar tangisan bayi.


dokter Wibowo keluar dan memberi selamat pada Jasper, "selamat tuan, bayi anda laki-laki dan terlahir sehat," kata dr.wibowo.


hari itu keluarga Smith kedatangan tiga cucu bersamaan, "terima kasih ya Alloh, telah memberikan hadiah terindah ini pada keluargaku," kata James.


"aku tak mengira jika keluarga Smith, akan menjadi keluarga sebesar ini, bahkan dengan begitu banyak cucu," kata Edward ikut senang.


"ya, semoga keluarga mu juga," kata James berpelukan dengan Edward.


Jessica sudah di pindah ke ruang rawat biasa, begitupun Aisyah yang sudah sadar dari obat bius.


keluarga Aisyah juga datang dari Bali, pak Agung, Bu Ninik yang terlihat begitu bahagia melihat cucu-cucu mereka meski hanya dari jauh.


"kalian berdua ayo makan dulu, mommy tadi meminta kak Aline membuat bubur untuk kalian," kata Rissa.


"terima kasih mom," jawab Aisyah dan Jessica.


Jasper menyuapi Jessica, begitupun Jacob yang menyuapi Aisyah. bahkan Aisyah bahagia melihat senyum suaminya terus terukir.

__ADS_1


"mas," panggil Aisyah.


"terima kasih, kamu membawa dua malaikat kecil kita hadir di dunia ini, aku janji akan menjaga kalian bertiga," kata Jacob.


Aisyah mengangguk, setelah menyuapi Aisyah, Jacob pun menjelaskan semuanya tentang bayi mereka yang harus menjalani perawatan khusus.


Aisyah pun mengerti dan akan mengikuti semua arahan dari dokter, tak lama terdengar Aline yang datang bersama Kennard bersama.


"selamat atas kelahiran putra putri kalian," kata Aline.


"terima kasih, loh mana para anak-anak?" tanya Aisyah.


"mereka di rumah, Neel dan Neev yang akan menjaga Kenzo dan Ivy, lagi pula ada banyak pelayan di rumah," jawab Kennard.


Kennard pun melihat ke arah Jacob, Jacob pun mengerti tentang tatapan dari Kennard. "aku akan pergi sebentar, kamu tunggu di sini ya, mommy dan kak, aku titip istriku, karena aku ada urusan dengan kak Ken," pamit Jacob.


"baiklah," jawab Rissa dan Aline.


Jacob berjalan terlebih dahulu dan menuju ke area taman, saat berbalik Kennard langsung meninju wajah Jacob.


Jacob pun jatuh tersungkur, "bangun atau aku tak segan membunuhmu," bentak Kennard.


"bunuh saja, apa kau tega melihat istriku dan kedua anakku yang baru lahir menjadi anak yatim," kata Jacob yang berdiri.


"tapi kau tega menyembunyikan masalah sebesar ini dariku, apa kau sudah tak menganggap ku sebagai putra tertua keluarga ini," kata Kennard marah besar.


"bukan aku, tapi itu permintaan nya, aku juga sudah bilang jika Daddy bisa membantu, tapi dia kekeh tak mau membuat kalian semua sedih," jawab Jacob.


"ah... sialan, seberapa parah, kenapa dia tak membawa pulang mereka saja, setidaknya disini kita bisa merawatnya bersama," kata Kennard.


"dia tak ingin menyusahkan kita semua," jawab Jacob.


"menyusahkan apa, dia ingin istrinya sampai mati dan membuat anaknya jadi yatim, dan dia terpuruk dalam rasa bersalah, apa yang dia inginkan. aku tak habis pikir bagaimana Mecha menghadapi penyakitnya," kata Kennard.


"apa Mecha sakit," kata Rissa terkejut.


keinginan Rissa memanggil Jacob karena di cari dokter, malah membuatnya me dengar berita mengejutkan ini.


"mommy..."panggil Kennard dan Jacob.


Rissa tak percaya dan langsung mendekat ke arah kedua putra nya itu, "katakan sekali lagi? Mecha sakit? sakit apa? jawab!" bentak Rissa.


Kennard pun menunduk karena dia juga baru mengetahui yang terjadi, "maaf mommy, kak Mecha mengalami gagal hati, dan dia membutuhkan donor secepat nya, dan jika tidak maka kemungkinan hidupnya tak lama," jawab Jacob.


plak... Rissa menampar Jacob karena berani menyembunyikan masalah sebesar ini dari keluarganya.


"Jacob aku tak menyangka kamu mengetahui semuanya, dan memilih merahasiakan dari kami," jata Aisyah.


"maaf mommy, aku sudah di sumpah oleh kak Mecha atas nyawanya, untuk merahasiakan ini dari kalian semua," jawab Jacob.


Rissa tak menyangka, saat ada kebahagiaan datang tapi juga ada musibah sebesar ini menghampiri putranya yang lain.

__ADS_1


__ADS_2