
Wulan berdiam diri di kamar sedang sandi menjepit anak anak... Wulan binggung sandi tak menginginkan kehamilannya.. sedang dia tak mungkin membunuh anaknya...
tak lama sandi datang bersama ke tiga putranya...
"mama.. aty ia.. aku de dek ma...." celoteh Ardan..
"wah benar kah sayang..." jawab Wulan
" he.eh..." jawab Ardi...
"ma.. au dek ayi.." kata Arka..
"mama belom bisa punya dedek bayi.. jadi nanti kalian bisa sama dedek aunty Lia aja ya..." jelas sandi..
Wulan terdiam.. apa sandi begitu tidak menginginkan bayi lagi... mood Wulan berantakan seusai mendengar kata sandi...
"baiklah trio Ar... sekarang kita makan... trus kita bisa belajar membaca oke..." kata Wulan
mereka berempat makan hanya celoteh dari Ardi. Ardan. dan arka yg terdengar.. sedang Wulan dan sandi hanya diam...
kini mereka tengah bermain mewarnai trio Ar begitu senang.. saling berebut dan bertengkar.. sedang sandi sedang berada di kamar untuk menyelesaikan pekerjaannya....
sandi merasa harus ke kamar mandi.. saat sudah selesai sandi tengah mencuci tangan tak sengaja ia melihat bungkus dari tes kehamilan.. sandi pun mengambilnya dan saat di lihat ada tes kehamilan di dalamnya.. dan ada dua garis merah..
seketika wajah sandi merah menahan amarahnya... sandi turun dengan membawa tes kehamilan itu.. sandi memerintahkan baby sitter ketiga putranya untuk membawa trio Ar ke kamar...
kini tinggal sandi dan Wulan.. sandi merasa begitu marah...
" aku ingin bayi itu di gugurkan.." sarkas sandi datar..
"gak... gak akan.. dua juga anak ku..." jawab Wulan..
"AKU BILANG GUGURKAN..." teriak sandi
"gak akan pernah...." jawab Wulan
"kamu..." kata sandi sudah mengangkat tangan nya
" pukul mas.. pukul.. tapi jangan harap aku mau mengugurkan anak ini.. " tantang Wulan...
"AAHH.." teriak frustasi sandi..
sandi meninggalkan Wulan yg sudah menangis... sandi pergi entah kemana... sedang Wulan masih menangis... dia tertekan.. tak lama bik Maya menghampiri Wulan..
__ADS_1
" nyonya baik baik saja..." tanya bik Maya..
" bibi apa aku salah mempertahankan anak ini..." kata Wulan..
"tidak nyonya.. mungkin tuan hanya belum siap" jawab bik Maya sambil memeluk Wulan..
tiba tiba Isak tangis wulan tad terdengar dan bik Maya melihat Wulan sudah pingsan.. bik Maya memangil Siti untuk minta bantuan Surya..
di rumah besar Surya. Lia dan Bu Mala tengah berbincang santai tiba tiba Siti datang dengan nafas yg terengah engah....
"maaf tuan.. menganggu..." kata Siti..
" bik Siti tenang dulu... tarik nafas pelan pelan..." kata Lia..
" maaf tuan.. tolong nyonya muda tuan.. nyonya pingsan..." kata bik Siti..
" apa.. Wulan pingsan.." kata Lia..
Surya langsung menuju ke rumah sebelah benar saja bik Maya tengah memeluk Wulan yg tengah pingsan...
" ini kenapa bik... kok bisa pingsan... dan di mana kak sandi..." tanya Surya sambil mengendong Wulan..
"maaf tuan.. bibi gak tau.. tadi tuan sandi pergi dari rumah dan nyonya sudah menangis.." kata bik Maya..
"maaf sepertinya nyonya sedang tertekan dan juga nyonya sedang hamil muda.. itu tak baik untuk kondisinya..." jelas dokter Manda..
"hamil muda dok..." tanya Bu Mala..
" iya nyonya.. tapi anda bisa membawa nyonya ke dokter kandungan besok.. untuk lebih memastikan lagi..." kata dokter Manda..
"baiklah dok.." jawab Bu Mala..
" kalau begitu saya pamit.." kata dokter Manda
Surya dan Lia mengantar dokter Manda sedang Bu Mala menemani Wulan yg masih belum sadar...
"ya Allah terima kasih... Engkau telah memberi nikmat kepada ku menyaksikan ke empat putriku hamil..." gumam Bu Mala..
" jangan gugurkan bayiku... jangan gugurkan bayiku..." kata Wulan..
Bu Mala terkejut mendengar perkataan Wulan... tak lama Wulan bangun dan mulai menangis...
"jangan menangis sayang.. nanti dedek bayinya ikut sedih..." kata Bu Mala
__ADS_1
" ibu.. mas sandi....hiks.. hiks...." kata Wulan memeluk Bu Mala..
" kak di mana kak sandi.. kenapa bisa meninggalkan kakak pingsan tadi.." tanya Surya...
Wulan hanya mengeleng karna sandi meninggalkannya dalam amarah.. Wulan hanya menangis di pelukan Bu Mala..
" baiklah.. mulai hari ini kamu dan ketiga putra mu tidur di rumah besar dan kita biarkan sandi untuk tenang dulu .." kata Bu Mala..
Bu Mala mengerti bahwa sandi mungkin tak siap untuk melihat Wulan mengandung lagi...itu sebabnya yg membuat Wulan tertekan..
Bu Mala dan Lia membantu Wulan menuju rumah besar.. begitupun ketiga putranya.. sedang Bu Mala tak mengizinkan para pelayan memberi tahu dimana keberadaan Wulan dan trio Ar...
Lia membawa Wulan ke kamarnya sedang Bu Mala memberitahu semua pegawai di rumah agar tak mengizinkan sandi masuk rumah...
"Bu kenapa ibu tak mengizinkan kak sandi masuk rumah ini..." tanya Surya..
" ini untuk kebaikan sandi... kamu tau nak.. tadi dalam pingsannya Wulan mengigau... dan itu sebab dia tertekan.." kata Bu Mala..
" maksud ibu.." tanya Surya
"Wulan berkata jangan gugurkan bayiku.. mungkin sandi belum siap memiliki bayi lagi atau mungkin dia hanya takut kejadian yg lalu terulang .." kata Bu Mala .
"baiklah Bu.. Surya ikut kata ibu.. karna Surya yakin semua adl keputusan yang tepat untuk kak sandi.."kata Surya..
sebenarnya Bu Mala tak tega melakukan ini.. tapi sandi keterlaluan.. Bu Mala hanya ingin sandi ingat bahwa dia sangat mencintai istrinya.. dan agar sandi sadar anak adl Rizki dari Allah...
mereka pun kembali beristirahat.. dan Wulan tidur di temani ketiga putranya... hanya mereka yg bisa menghibur Wulan saat ini..
tengah malam sandi kembali ke rumah saat sandi melihat kamar kosong.. dan juga kamar ketiga putranya.. sandi panik di mengecek CCTV tapi sayang Surya sudah mengambil rekaman CCTV tadi sebelum sandi pulang..
sandi pun marah dan menghancurkan semua barang di ruang kerja.. sandi ingat Wulan akan meninggalkan nya karna perkataannya tadi...
"kau tak boleh meninggalkan ku... aku mohon...", kata sandi duduk di lantai ruang kerja yg berantakan...
"JANGAN TINGGALKAN AKU..." teriak sandi
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih