Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_ kalian saudara


__ADS_3

sebelum kedatangan keluarganya dari Surabaya...


sandi sampai di rumah dengan amarah.. Ardan dan arka serta Sandra kaget melihat kedatangan sandi beserta Wulan serta Ardi dan Rissa...


"Ardi berlutut..." perintah sandi..


Ardi pun berlutut sesuai dengan perintah sandi.. sandi masuk ke ruang kerja dan mengambil rotan hukuman...


Rissa makin menangis melihat sandi datang dengan membawa rotan... Rissa pun menghalangi sandi...


" pa.. issa mohon pa.. jangan sakiti bang Aldi pa.. ini salah issa pa..." kata Rissa menghalangi sandi..


" Ardan pegang Rissa... arka pegang mama... jgn ada yg berani maju..." sarkas sandi...


Ardan memegang rissa yg terus berontak.. begitupun arka yg memeluk Wulan yg mulai panik melihat sandi... Sandra sudah ketakutan melihat amarah sandi...


" jawab papa.. apa yg kalian sembunyikan..." tanya sandi..


Ardi memilih bungkam untuk melindungi Rissa...


" jawab Ardi..." bentak sandi..


Ardi tetap tak bergeming.. dan memilih menutup mulutnya..


PLAK... sebuah pukulan di terima Ardi di punggungnya.. Rissa makin berontak di pelukan Ardan.. sedang Wulan dan Sandra sudah menangis..


" pa.. issa mohon.. jangan sakiti bang Aldi pa..." teriak Rissa..


" jawab Ardi... " bentak sandi


" apa yg papa ingin kan.. apa papa mau membuatku jujur.. kalau begitu papa coba.. aku tak akan memberitahu sedikit pun.." jawab Ardi..


" bang Aldi...." teriak Rissa..


kini Syarif dan semua pun datang.. semua kaget melihat Ardi yg sedang menerima hukuman.. sedang Rissa dan Wulan yg menangis histeris di pelukan Ardan dan arka..


" sandi apa yg kau lakukan..." bentak Bu Mala..


" diam.. cukup jangan ikut campur urusan keluargaku...." bentak sandi..


" kak.. kita bisa membicarakan semua ini.. jangan seperti ini kak..." teriak Vita yg melihat Ardi...


" cukup... aku ingin memberi pelajaran.. cinta mereka terlarang...." sarkas sandi..


semua terdiam mendengar penuturan sandi...


" apa maksud mu pa... cinta terlarang apa..." tanya Wulan..

__ADS_1


" tanya putra mu.. " kata sandi..


" Ardi apa yg di katakan papamu... bersumpah lah demi mama... apa yg di katakan papa tak benarkan..." teriak Wulan..


Ardi milih diam tak menjawab.. dia tak mau adiknya yg harus menerima hukuman ini..


" bang.. jujul aja bang.. bial issa yg mendapat hukuman... jangan Abang..." teriak Rissa..


" diam Rissa.. aku tak mau kau menerima ini.. biar aku..." kata Ardi..


sandi sudah mengangkat rotan nya.. saat akan memukul punggung Ardi.. Rissa menginjak kaki Ardan dan pelukan terlepas.. Rissa berlari melindungi Ardi dengan memeluk Ardi dari belakang..


PLAK... rotan itu memukul punggung Rissa.. Rissa tersenyum memeluk Ardi.. Rissa menerima pukulan dari sandi..


Syarif dan semua kaget melihat kejadian itu..


Surya mendorong sandi...


" kau gila kak.. mereka putra putrimu.. " bentak Surya..


Rissa masih memeluk Ardi.. tiba tiba pelukan Rissa melemah..


" maaf ya bang.. issa buat Abang sakit.. gala gala issa.. papa pukul Abang.. jangan malah ke papa.. ini salah issa.. issa capek bang..." kata Rissa tersenyum kemudian pingsan..


" Rissa... bangun Rissa..." teriak Ardi..


Sandra panik dan makin menangis dan memeluk saudari kembarnya...


" tolong bawa Rissa ke rumah sakit pa... Rissa sakit pa...." teriak Sandra.


sandi langsung menghampiri Rissa yg pingsan dan langsung menggendongnya Surya sudah menyiapkan mobil.. Sandra ikut mobil bersama sandi..


Wulan meminta arka menyiapkan mobil untuk menyusul sandi.. saat Ardi akan ikut bersama sang mama.. Ardi menatap Syarif...


bruk... pukulan di terima Syarif di pipinya...


" kau pengecut bang.. tak akan ku biarkan kau memilikinya..." sarkas Ardi yg berjalan bersama Ardan..


sandi mencoba membangun kan Rissa.. Surya menuju rumah sakit dengan mengebut karena takut keadaan Rissa memburuk...


setelah menempuh 20menit mereka sampai di rumah sakit.. Rissa langsung di bawa ke UGD dan mendapat penanganan...


dokter keluar dari UGD dan bertanya..


" apa pasien punya alergi terhadap obat.. dan apa pasien mempunyai penyakit..." tanya dokter


" alergi obat tak ada tapi Rissa menderita Takikardia, dok sejak satu tahun ini..." jawab Sandra...

__ADS_1


sandi langsung memandang Sandra dengan tatapan sayu.. dia tak tau jika putrinya menderita..


" baiklah saya akan mencoba melakukan tindakan..." kata dokter yg sudah memanggil spesialis jantung...


sandi mendekati Sandra... Sandra tau jika hal ini terjadi berarti nyawa saudarinya terancam..


" papa.. maafkan aku.. aku di buat bersumpah oleh Rissa tak memberi tahu kalian... karena Rissa tak mau papa dan mama kuwatir..." terang Sandra..


" papa yg salah karena tak bisa melihat kesedihan anak anak papa.. papa yg kurang perhatian pada kalian..." kata sandi memeluk Sandra yg sudah terisak di pelukan sandi..


Surya tak menyangka jika keluarga sandi akan mendapat cobaan untuk kesekian kalinya.. dia tak menyangka keponakan yg selalu ceria sedang berjuang untuk sembuh...


kini Wulan dan trio Ar sampai di rumah sakit.. Wulan menuju sandi dan Sandra yg masih terisak..Wulan pun memeluk Sandra dan sandi..


" pa bagaimana keadaan Rissa..." tanya Ardi..


" Rissa sedang di tangani dokter.. dan kita harus berdoa agar Rissa bisa bertahan dan sembuh..." terang sandi..


" apa maksud papa..." tanya Ardan..


" Rissa menyembunyikan kalau dia menderita Takikardia, sudah satu tahun ini.." terang Sandra..


" apa yg kau bicarakan Sandra..." tanya Ardi..


" bang.. satu tahun ini Rissa menyembunyikan penyakitnya dari kita.. dan Rissa selalu ceria agar tak membuat kita sedih.. tapi Rissa selalu menahannya sendiri..." kata Sandra .


" kenapa kalian menyembunyikan masalah sebesar ini...." bentak Ardi..


" aku sudah di buat bersumpah atas namanya agar tak memberi tahu kalian.. dan Rissa punya keinginan yg terakhirnya..." terang Sandra..


" apa maksudmu..." tanya arka..


Sandra mengeluarkan diary yg pernah diambilnya saat menjengguk Rissa di pondok...dan di dalam diary itu tertulis semua isi hati Rissa...


Wulan dan sandi membaca diary milik sang putri.. Wulan menangis begitupun sandi yg memeluk Wulan...


" aku tak akan membuat ******** itu memiliki adik ku.. " kata Ardi sambil memukul tembok rumah sakit...


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2