
"aduh.. apa yg kalian berdua lakukan.. kalian berdua menghancurkan dapur..." kata papa Andrian..
mama Ina yg sadar akan perubahan dari dua wajah wanita yg menunggu di meja pantry..
mendengar perkataan papa Andrian Sandra dan Rissa memang langsung tertunduk..
" udah ih.. papa kok kepo.. kita sekarang mandi..." kata mama Ina menyeret papa Andrian..
" dan kalian berdua.. lanjutin dan jangan buat anak mama yg cantik cantik ini sedih ya.. awas..." tambah mama Ina..
" terima kasih mama..." kata Sandra dan Rissa bersama..
mama Ina membisikkan tentang Rissa dan Sandra yg sempat cemberut karena ucapan papa Andrian.. akhirnya mama Ina mengajak papa Andrian untuk istirahat saja..
kini masakan yg di buat oleh Edward dan James pun jadi.. meski berbentuk abstrak.. dan kurang meyakinkan..
" pak Kim.. tolong dapurnya di bersihkan ya..." panggil Edward...
" baik tuan muda..." kata pak Kim
pak Kim memanggil semua maid untuk membersihkan dapur yg sudah hancur itu.. James dan Edward membawa makanan mereka ke meja makan.. mereka berdua juga pamit untuk mandi..
saat dua pria itu mandi.. Sandra dan Rissa sudah mulai mencicipi.. awalnya mereka ragu karena bentuk fisik yg hancur.. tapi saat mereka mulai makan.. mereka terkejut karena rasanya yg bisa di bilang enak..
tanpa sadar Sandra dan Rissa sudah menghabiskan separuh dari pizza dan brownies mereka..
tak lama mama Ina dan papa Andrian turun.. mereka melihat Rissa dan Sandra pun akhirnya ikut mencicipi masakan yg di buat oleh dua pria itu..
kini Edward dan James juga bergabung.. mereka kaget melihat ke empat orang itu sudah menikmati masakan mereka..
" kenapa tinggal segini aja..." tanya Edward..
" apa enak.. dan sayang suka.." tanya James..
Rissa hanya mengangguk dan memberikan dua jempolnya dan juga ciuman di pipi James..
"aww.." kata Rissa sambil meringis..
" kenapa sayang.. ada yg sakit..." tanya James..
" tenang kak.. mereka hanya menendang.. dan itu sedikit sakit..." kata Rissa..
" Edward apa itu tak berbahaya..." tanya James..
" tenanglah.. nyonya Smith merasa sakit karena yg nendang dua orang... dan tolong jaga mood Rissa karena itu juga mempengaruhi baby's nya.." kata Edward..
" aku selalu mengusahakan nya.." jawab James..
__ADS_1
" kalau bisa terus awasi Rissa jangan biarkan dia sendirian.. dan sebelum tidur kalian bisa mendengarkan lagu klasik atau ayat suci Alquran supaya baby's nyaman..." kata Edward..
" dengar itu hubby.. jika kamu terus meninggalkan ku.. mending aku pulang ke Indonesia agar bisa bersama keluargaku agar tak sendirian.." kata Rissa...
" iya maafkan aku yg terlalu sibuk.. dan mulai sekarang kamu ikut aku ke kantor..." kata James..
" no.. aku gak mu harus di kantormu yg begitu banyak orang yg kurang baju gitu berkeliaran.. aku tak mu mereka mempengaruhi anak-anak ku..." kata Rissa..
" kurang pakaian..." kata James..
" itu baju yg kekecilan hingga seperti telanjang.. belum rok yg hanya 3 cm.. lebih baik gak usah pakai baju aja sekalian..." kata Rissa cemberut..
James langsung menghubungi Jhon dan membuat pengumuman tentang baju yg harus di kenakan mulai besok.. jika ada yg melanggar akan di kasih sangsi yg berat bahkan pemecatan jika masih tak menggubris peraturan yg di buat James..
Rissa langsung memeluk James.. sedang Sandra yg nampak tak nyaman di dekat Edward..
" bunny.. sini aku suapi..." kata Edward..
" stop jangan mendekat.. kmu masih bau.. sana mandi lagi.." kata Sandra..
" tapi aku baru mandi.." kata Edward..
" tapi bau.. pergi mandi sana ih.. kalau gak tidur di luar selama seminggu..." ancam Sandra..
" baiklah.. " jawab Edward..
mama Ina tersenyum melihat tingkah dua saudara itu.. apalagi mereka sudah menganggap James juga putra sendiri...
kini James dan Rissa sudah pulang.. sedang Sandra masih bermanja dengan Edward.. Edward pun dengan senang hati menuruti permintaan Sandra...
Sandra ingat jika ulang tahun pernikahan orang tuanya mereka adalah Minggu depan.. Sandra pun akhirnya meminta izin pada Edward...
"oppa.. hari jadi pernikahan papa dan mama Minggu depan.. aku dan Rissa harus pulang... karena kami terbiasa merayakan dengan kumpul bersama.. dan lagian juga ada pertemuan keluarga karena kak Arka dan juga kak Ardan akan memperkenalkan calon istri mereka.." kata Sandra..
"iya sayang.. aku dan James sudah mempersiapkan semuanya.. dan aku mohon jaga dirimu dan juga Rissa karena keadaannya yg Mudah naik turun.." kata Edward...
" pasti itu sayang.. dan kalian juga akan datangkan.." kata Sandra..
" iya.. mungkin akan datang sebum acara di mulai.. karena kesibukan kami..." jelas Edward..
" baiklah... tak masalah.. asal kalian tetap datang.. jika tidak.. uh.. habis kalian berdua..." kata Sandra ..
" hehehe... santai bunny.." kata Edward mulai mencium bibir Sandra sekilas..
Sandra langsung menyerang Edward.. bahkan dia kaget melihat Sandra yg begitu ganas hari ini.. Edward pun menikmati setiap perbuatan Sandra...
sedang James tengah di buat pusing oleh Rissa yg tiba tiba minta makan rujak buah malam malam...
__ADS_1
sedang para juru masak tak ada yg bisa membuatnya.. dan James tak mungkin menelpon mama mertuanya karena di Indonesia sudah tengah malam..
Rissa sedang menangis karena keinginannya tak tercapai.. akhirnya James membuat permintaan Rissa hanya dengan melihat video di media sosial..
30 menit rujak pun siap.. Rissa langsung memakannya.. tapi dia sedikit merasa aneh dengan rasanya...
" kok beda ya..." kata Rissa...
" itu pakai kacang Mede sayang... karena pak Jay tak memiliki kacang tanah... lagian itu di sangrai dan tidak di goreng.. jadi lebih sehat.." jawab James..
Rissa terus menikmati rujaknya meski hanya ada buah seperti apel, melon dan juga semangka..
itu sudah cukup bagi Rissa.. saat telah selesai pak Jay membereskan piring sedang Rissa mengulurkan karena minta gendong pada James..
James langsung mengendong Rissa.. bahkan Rissa terus mengecup bibir James saat sudah berjalan lima langkah.. James tersenyum melihat tingkah Rissa yg mengemaskan..
meski Rissa sedikit sulit di tebak suasana hatinya.. James membaringkan Rissa di ranjang.. kemudian membuka hijab yg di gunakan Rissa dan membantu berganti pakaian tidur yg sudah di siapkan James tadi..
James mengelus perut buncit Rissa sambil menyapa kedua putranya..
"hai.. dua pangeran Daddy.. baby Ken dan baby Lui..." sapa James..
" Ken... dan Lui..." kata Rissa...
"ya.. itu panggilan untuk kedua pangeran Daddy... apa kamu setuju sayang..." tanya James..
" tentu.. itu sangat bagus dan simple.. aku menyukainya.. baby Ken dan Lui.." kata Rissa..
James merasa sebuah tendangan dan makin antusias mengajak dua bayinya untuk mengobrol.. Rissa begitu bahagia bisa memiliki James di hidupnya yg akan segera sempurna dengan kelahiran baby Ken dan baby Lui....
.
.
.
mampir ke novel Secret Daddy ya...
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1