Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
pulang ke rumah


__ADS_3

sudah lima hari Aisyah di rumah sakit, kondisinya juga sudah membaik, begitupun kedua bayinya.


hari ini Jacob pun akan membawa Aisyah dan kedua anaknya untuk pulang, Fredi Dan Edo sudah menjemput keduanya.


Aisyah mengendong Radit, sedang Ayanna tidur di gendongan Jacob, mereka hanya tak ingin membuat keluarga repot.


apalagi James sedang sibuk dengan kepulangan Mecha dari Belanda beserta yang lainnya.


saat sampai di rumah, ternyata Bu Ninik dan pak Agung sudah menyambut kedatangan anak dan menantunya.


mereka juga sangat bahagia bisa melihat kedua cucu mereka yang sehat, bahkan pak agung tak menyangka jika Jacob bisa sebaik ini pada mereka.


keduanya bayi itu pun di bawa ke kamar khusus di sebelah kamar Jacob dan Aisyah, bahkan Aisyah tak menyangka kamar itu begitu luas.


ada tempat bermain, dan dua ranjang berukuran cukup besar, dengan warna biru dan pink.


Radit dan Ayanna terlihat begitu tenang dalam ranjang bayinya. Aisyah memilih memompa ASI nya.


karena asi Aisyah begitu banyak, bahkan Aisyah juga memberikan pada Bryan karena Jessica tak bisa menyusui Bryan.


sedang Jacob masih mengoyangkan box bayi agar kedua anaknya nyenyak, Jacob juga sambil membaca nama-nama Alloh.


ya Aisyah juga sudah membiasakan kedua anaknya mendengar lantunan ayat suci Alquran ataupun sholawat.


"dek, lusa kita akan mengadakan acara aqiqah, kita undang ibu-ibu pengajian dan anak yatim saja ya," kata Jacob.


"boleh mas, tapi jangan lupa tetangga juga," kata Aisyah.


tok.. tok..


"maaf tuan, nyonya, ada urusan dari rumah utama, katanya ingin mengambil susu asi untuk den Bryan," kata pak Ali.


"iya pak, ini tolong berikan padanya, dan minta tolong untuk di simpan di freezer jika tidak di minuman," kata Aisyah.


"baik nyonya," kata pak Ali.


"dek, berarti Bryan menjadi saudara dari Radit dan Ayanna," kata Jacob.


"iya mas, lagi pula dia tetap putra kita kan seperti halnya Ivy," jawab Aisyah.


Jacob tak menyangka jika istrinya itu begitu tulus dalam segala hal, Jessica memang memiliki sedikit masalah.


tapi berkat Aisyah, Bryan tetap bisa menerima asi eksklusif dari Aisyah. ibu Ninik datang membawakan susu dan juga makanan untuk Aisyah dan Jacob.

__ADS_1


"kalian makan lah dulu, biar ibu yang menjaga mereka," kata Bu Ninik.


"terima kasih Bu, kenapa harus repot seperti ini, rumah ini banyak memiliki pembantu Bu," jawab Jacob.


"mereka sedang sibuk, lagi pula kamu juga putra ibu, jadi tak ada salahnya kan membuatkan makanan untuk anak ibu," jawab Bu Ninik.


Jacob dan Aisyah pun makan berdua, sambil melihat Bu Ninik yang terus tersenyum melihat Radit dan Ayanna.


Jacob melihat perbedaan Aisyah saat ini, terlihat begitu lahap saat makan, apalagi saat ini mereka makan makanan sehat.


Jacob pun mengerti jika ini semua demi nutrisi kedua anaknya. tak lama Indra mengabarkan jika pesawat yang membawa keluarga Louis sampai.


dan mereka langsung di bawa ke rumah Jacob untuk perawatan, karena James menaruh semua peralatan medis di rumah Jacob.


meski masih dalam satu kawasan, rumah utama Jacob terpisah dengan rumah steril yang di bangun khusus.


setidaknya butuh satu jam dari bandara ke rumah Jacob, Aisyah dan Jacob pun menyambut kedatangan mereka.


terlihat Louis sedikit kurus karena harus mengurus kedua buah hatinya, dan juga Mecha yang sedang sakit.


Aisyah langsung memeluk kedua keponakannya itu. sedang Jacob memeluk Louis untuk memberikan kekuatan.


Mecha sudah di tangani oleh dokter yang juga datang bersama mereka. terlihat Rissa yang begitu khawatir pada menantunya itu.


sebenarnya kondisi Mecha sudah membaik, hanya saja perlu sedikit perawatan dan juga pemantauan pasca pencangkokan.


🌹🌹🌹


sedang di sekolah, Chintya, Kayla, Icha dan Violla sedang mengikuti ulangan yang cukup sulit.


tapi tidak bagi Kayla dan Chintya, ya Kayla memang siswi yang pandai, sedang Chintya juga begitu pintar karena les private.


terdengar bell istirahat berbunyi, para siswa pun mengumpulkan semua hasil ulangan mereka.


"oi...ke kantin yuk," kata Kayla.


"boleh tuh, kebetulan aku lapar nih," jawab Chintya.


"nih dua orang pikirannya makanan Mulu," kata Violla.


mereka pun menuju kantin, dan saat mereka duduk seorang siswa menghampiri mereka.


"apa aku bisa bicara dengan kalian," tanya pria itu.

__ADS_1


"wah ada angin apa ini seorang pangeran sekolah menghampiri kami," kata Chintya.


"Aku ingin bertanya padamu di depan semua orang, apa kamu mau jadi kekasihku? Icha?" kata pria itu.


"apa!" teriak Icha kaget.


"iya, sebenarnya aku sudah menyukaimu dari kamu awal masuk sekolah, tapi semua aku simpan karena menunggu waktu yang pas," jawab pria itu.


"aku tak bisa," jawab Icha langsung.


"kenapa? kamu bahkan belum punya kekasih," jawab Raka.


"tapi kami bukan tipeku, aku ingi kekasihku seorang yang sukses," jawab Icha.


Raka pun langsung mendekati Icha, saat akan berbuat jahat, Chintya menahan Raka agar tetap diam.


"diam di situ Raka, ingat jangan berani berulah atau kau aku akan menghancurkan mu," kata Chintya.


"siapa kamu berani mengancam ku," kata Raka.


"hei kau hanya anak seorang pegawai negri biasa, jadi gak usah sok ya," kata Violla.


"aku pun tak takut dengan mu, aku hanya mengungkapkan perasaan padanya," jawab Raka.


Icha yang memilih diam pun akhirnya malah terganggu, dan memilih membentak balik.


"hentikan pertikaian kalian, aku bilang aku menolak karena aku sudah punya kekasih, dan untuk mu Raka berhenti bersikap arogan seperti ini, aku tak harus memamerkan siapa kekasihku pada kalian kan, yang pasti keluarga kami sudah saling mengenal," kata Icha kesal.


"kau lihat kan Raka, percuma kamu menyukai gadis seperti mereka, karena bagi mereka adalah uang yang pertama," jawab Nasya yang sudah kembali sekolah.


"sebutkan siapa manusia yang tak butuh uang dalam hidupnya?" kata Kayla.


"kau gadis murahan," kata Nasya pada Kayla.


"siapa yang lebih murahan aku yang memang punya hubungan dengannya, atau kamu yang rela tidur dengannya hanya karena kamu merasakan cinta bulsyit itu," jawab Kayla.


"wah jangan sampai aku membuatmu di keluarkan dan tak akan di terima di sekolah manapun," kata Violla.


"kau anak baru, lebih baik diam," kata Nasya.


"siapa kau berani menyuruhku diam, asal kau tau, aku juga keluarga besar dari as Shiddiq, membuatmu dan keluargamu diam itu tak sulit," kata Violla mencengkram dagu Nasya.


semua siswa-siswi pun kaget, pasalnya tak ada yang tau jika Violla juga cucu keluarga as Shiddiq pemilik yayasan sekolah bergengsi itu.

__ADS_1


Raka dan Nasya mundur, karena mereka tak bisa melawan Violla. namun Nasya lupa jika dia sudah berkali-kali menyinggung Chintya.


"jangan lupa Nasya, keluargamu bangkrut karena kau melemparkan Batu bata, aku bisa saja membuat mereka mati karena perbuatan mu kali ini, jadi ingat itu," kata Chintya.


__ADS_2