Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
dia siapa?


__ADS_3

Julian sudah bersama Chintya dan Alvin menuju ke tempat pembuatan anggur tradisional di Perancis.


saat sampai mereka di sambut oleh seorang gadis baik dan cantik, "selamat datang tuan," sapa Anastasya.


"baik nona, bisakah aku bertemu dengan pemiliknya, aku ingin membeli beberapa anggur kwalitas terbaik, dan tolong kamu ajak nona ini untuk berkeliling," kata Julian.


"tentu, tuan Tyson di dalam, dan nona mari ikut aku, akan ku tunjukkan kebun anggur kamu," kata Anastasya.


"baiklah," jawab Chintya.


Tyson sedang menikmati wine di tangannya saat Julian dan Alvin datang, Tyson hanya tersenyum sekilas.


"kenapa harus repot-repot kemari, aku bisa mengirim wine pesanan anda ke Indonesia," kata Tyson.


"aku sedang ada pekerjaan penting di sini, jadi sekalian mampir, apa wine pesanan ku sudah ada," tanya Julian.


"anda memang tak pernah basa basi tuan, tentu aku berhasil menyiapkan anggur itu," jawab Tyson.


sedang dua orang gadis itu sedang berjalan menyusuri perkebunan anggur, Anastasya juga menjelaskan perbedaan antara wine.


saat di kebun anggur hijau, Chintya di beri satu tangkai anggur, "coba Anda cicipi," kata Anastasya.


Chintya pun memakan anggur dan terasa begitu segar, manis asam bercampur jadi satu. "wah rasanya sangat segar dan ini anggur terbaik," kata Chintya.


"itu msih berbentuk buah nona, dan jika sudah di jadikan wine harganya bisa sangat mahal," kata Anastasya.


"benarkah, wah aku tak mengira seperti itu, apa aku boleh mencicipinya?" tanya Anastasya.


"tentu, mungkin para pria sedang mencoba beberapa wine, mari kita ke sana," kata Anastasya.


mereka pun sampai di tempat penyimpanan wine, ternyata benar jika ketiga pria itu sedang menikmati wine mereka.


Julian pun memberikan gelasnya pada Chintya, Chintya langsung mencium aroma wine dan juga memutarnya.


setelah itu dia meminumnya sedikit, Chintya tak mengira rasanya akan begitu fantastis, "kau menyukainya?" tanya Julian.


Chintya mengangguk, Tyson pun sudah mengemas beberapa, Chintya meminumnya tapi kini malah Julian yang menelan wine itu dari mulut Chintya.

__ADS_1


"hentikan, banyak orang di sini," kata Chintya memukul dada Julian.


mereka pun pamit pergi, Chintya bertukar alamat email dengan Anastasya agar bisa mengobrol.


sedang di rumah peternakan, Aisyah sedang duduk santai bersama Jacob. Manda dan Valen pun pergi ke rumah sakit.


sedang pergi entah ke mana, mereka pun menikmati waktu bersama. "mas bagaimana keadaan semua orang? aku kangen Ivy," kata Aisyah.


"mereka semua baik, mau pulang, aku sudah menyiapkan hadiah untukmu," kata Jacob.


"baiklah aku mau, tapi mas harus berjanji untuk tak meminta ku untuk menyingkirkan bayi kita, apapun yang terjadi," kata Aisyah.


"iya aku janji padamu, tapi kamu juga harus berjanji akan bersama ku sampai kita tua," kata Jacob.


"baiklah, aku janji," kata Aisyah.


Jacob pun meminta daddy-nya untuk menyiapkan pesawat pribadi untik kepulangan mereka.


tapi Jacob madih ingin bersama Aisyah sedikit lama lagi Perancis. pasalnya mereka harus mengunjungi beberapa tempat.


sedang di Surabaya. Ardi terkejut melihat saudara kembar nya sedang duduk di depannya.


"ayolah bang, kalian itu sudah tua jangan kebanyakan gaya, ingat kita ini saudara kembar," kata Arka.


Ardan menghembuskan nafas dalam, "hai bang, maaf baru datang setelah sekian lama, maaf masalah yang terakhir," kata Ardan.


"kamu ini seperti orang lain melupakan kami, aku dan Arka sering menghubungimu tapi kamu seakan menjauh," kata Ardi.


"maaf bang, aku juga sedikit ada guncangan di Jerman, dan itu membuatku harus fokus, dan ini juga aku ingin menitipkan viola pada Rissa," kata Ardan.


"kami pun akan ikut menjaganya, oh ya bagaimana kabar putra mu Yusuf?" tanya Ardi.


"sedikit terguncang setelah kecelakaan yang merenggut nyawa istriku, apalagi aku yang selalu sibuk dengan dengan pekerjaan ku," jawab Ardan.


"lihatlah, bang Ardi yang bisa bertahan bersama Kirana, sedang kami malah sudah di tinggalkan oleh para istri kami," kata Arka sambil tersenyum sedih.


"bukankah mama ingin menjodohkan dirimu dengan Syafa, kenapa tak mau?" tanya Ardi pada Arka.

__ADS_1


"siapa yang tidak mau, tapi aku harus menjernihkan pikiran ku dulu sebelum ini terjadi," jawab Arka.


"sedang kamu Ardan, masak tak punya gadis incaran, ayolah Jerman negara bebas," jawab Ardi.


"tidak lah, aku ingin fokus pada Yusuf dan juga viola, dan aku yakin kedua anakku tak akan semudah itu menerima orang baru," jawab Ardan.


ketiganya pun larut dalam obrolan cukup hangat, sedang Altaf sedang bertemu dengan Icha.


Altaf hanya ingin mengetahui kebenaran tentang gadis yang ingin di nikahkan dengannya itu.


Altaf terus menatap Icha yang masih mengunakan seragam sekolah, "jika tak ada yang ingin kau bicarakan, aku bisa pergi dari sini kan," kata Icha kesal.


"kenapa buru-buru," jawab Altaf.


"kau gila apa, kita sudah di sini selama satu jam dan kamu bahkan tidak mengatakan apapun, aku bukan patung yang hanya bisa diam," jawab Icha.


"kau butuh berapa untuk membatalkan semua ini, aku tak ingin menikah dengan mu," kata Altaf.


byur.. jus di gelas Icha pun mendarat di wajah tampan Altaf, Icha sudah tak bisa menghadapi Altaf.


"asal kamu tau, aku hanya mengikuti keinginan papi ku, dan jika kamu ingin membatalkan bicara dengan om Ardi dulu, Karena yang mengajukan pernikahan ini adalah dirinya, jadi jangan menilai semua orang dengan uang mu, aku bahkan bukan gadis biasa yang bisa kau iming-imingi dengan uang," kata Icha yang pergi dari restoran itu.


Icha langsung menancap gas mobilnya menuju ke apartemen miliknya, sedang Kayla juga sedang ada di apartemen itu.


"kampret... loe kenapa sih, Dateng aja kok masam gitu," kata Kayla yang sedang bersantai sambil menonton film.


"cih ku kira Altaf itu segagah pak Alex, ternyata dia lebih lemah, dan hanya mengukur semua dengan uang," kata Icha.


"dia seperti itu karena dulu dia sempat mengalami kejadian buruk, di tambah papi begitu ketat pada putra nya itu, jadilah Altaf penurut tapi juga sangat pemberontak," kata Alex.


"anj*ng... kalian hanya berdua di sini, wah jangan buat tempat gue mesum ya," kata Icha.


"gak kok, ini makan dulu pastanya, kebetulan aku membuatnya banyak, lagi pula kalau di luar panggil kakak saja, biar akrab," jawab Alex.


"oh ya mas, aku gak kelihatan kak Abimana? memang dia pergi?" tanya Kayla.


"dia sedang berada di Malaysia untuk mengurus pekerjaan, dan lagi mungkin dia cukup lama karena dia akan memegang pimpinan di sana," jawab Alex.

__ADS_1


Icha merasa jika Abimana pergi menjauh darinya, pasalnya Abimana mungkin tak ingin melihat dia menikah dengan pria lain.


__ADS_2