
" apa maksudmu..." bentak James ..
" aku tau.. kau dan Ardi sama sama suka one night stand saat kuliah.." kata Syarif..
" setidaknya aku setia dengan istriku.. itu adl masala lalu.. dan apa kau lebih baik.. cuma pria yg tak berani memperjuangkan cinta mu dan saat dia bahagia kau mau merusak kebahagiaannya.. cih..." jawab James..
"setidak nya aku lebih baik dari mu.." kata Syarif..
" apa yg baik.. aku tak pernah melihat pria yg diam melihat keluarga wanita yg di cintai terluka dan tersakiti kau tetap diam.. bahkan saat dia butuh bantuan dan dorongan di mana kau.. dan malah bertunangan dengan sahabatnya yg sama sama menjijikan itu..." dorong James..
Syarif memukul James... James tertawa melihat Syarif yg tak bisa menjawab..
" andai aku tak menginggat paman Arthur Folke adl sahabat papa dan juga seperti saudara.. udah kau bunuh kau..." teriak James memukul Syarif..
semua kaget mendengar perkataan dari James.. sedang Arthur yg namanya di sebut pun juga kaget..
" hentikan.. apa maksudmu James.. apa yg kau ketahui.." tanya Arthur Folke..
" aku mengetahui semuanya uncle.. tentang anda dan juga nona Shakira Prayoga..." kata James..
" anda tak mau tau.. siapa pria yg ingin menghancurkan pernikahan ku ini..." kata James...
" jangan banyak omong kau.. " kata Syarif yg mulai menyerang James..
tapi saat akan memukul James dia berhenti melihat siapa yg berdiri di depannya.. bahkan kepalan tangan Syarif hampir menghantamnya..
plak.. tamparan di terima oleh Syarif.. Rissa mendengar sua pertengkaran dari James dan Syarif..
" kau tak malu bang... aku menyesal telah berjanji pada Oma untuk membantumu bangkit.. seharusnya aku membiarkanmu.. aku kecewa.. kau berniat menghancurkan rumah tangga ku dengan caramu yg licik.. " kata Rissa..
" tapi dia tak pantas dengan mu.." kata Syarif..
" trus siapa yg pantas dengan ku.. aku harus menunggumu sampai kapan.. aku menerimanya sebagai suamiku bahkan dengan semua kekurangannya dan juga masa lalunya.. karena semua manusia pernah membuat kesalahan..." kata Rissa..
" dan mulai sekarang..aku mohon.. berhenti mencampuri semua urusanku.. karena aku mencintai suamiku.. karena cuma dia yg pantas jadi ayah dari kedua bayiku..." kata Rissa menyatukan tangannya..
" aku juga mencintaimu.. " teriak Syarif..
" maaf.. itu bukan cinta tapi obsesi.. jika Abang benar benar mencintaiku.. Abang akan merelakan dan mengikhlaskan aku bahagia dengan suamiku karena dia adl cintaku sekarang..." kata Rissa...
Syarif pun bersimpu menyadari kekalahannya.. dia tak menyangka jika cinta nya sudah usai karena Rissa dan James tak bisa di pisahkan..
" uncle Arthur.. apa kau tak ingin memeluk putra anda dan Shakira Prayoga.." kata James..
__ADS_1
" maksudmu.." tanya Arthur Folke..
" Syarif Prayoga.. putra kandung anda dan juga Shakira.. aku menyadari saat mencari tau tentang Syarif.." kata James..
" jadi maksudmu.. Syarif adl putra Shakira.." kata Arthur Folke..
" iya uncle.. dan Shakira juga meninggal saat melahirkan Syarif.. sebenarnya Daddy juga mencarinya tapi karena semua di sembunyikan tapi aku berhasil mengetahuinya baru baru ini.." kata James..
" dia putra ku.. " kata Arthur Folke..
" diam lah.. aku membencimu..." kata Syarif..
tanpa di ketahui siapapun Syarif telah menyiapkan semuanya.. Syarif mengambil sesuatu di balik jasnya..
" jika Rissa tidak bisa menjadi milikku, maka kamu pun tak akan bisa..." kata Syarif..
dor.. dor.. suara tembakan yg diarahkan pada James.. tapi bukan James yg tertembak tapi Rissa yg melindungi James...
Rissa menerima dua peluru yg diarahkan Syarif.. Syarif terdiam melihat peluru itu menembus dada sebelah kanan Rissa..
" RISSA...." teriak semua orang...
James memeluk Rissa saat akan ambruk.. dunianya hancur saat melihat Rissa bersimbah darah.. Rissa memegang pipi James..
" aku mohon bertahanlah.. aku tak bisa hidup tanpamu.. aku mohon... aku mencintaimu..." kata James..
" aku tau.. " jawab Rissa..
Edward melihat kondisi Rissa.. dan James menahan luka tembakan agar tak menguatkan darah makin banyak..
" kita harus membawanya ke rumah sakit.." kata Edward..
" aku ikut kalian.. dan kita butuh kendaraan yg cepat karena harus segera sampai.." kata Arthur Folke..
" tuan helikopter di depan siap..." kata Jhon..
kini James mengendong Rissa sedang Edward menahan luka tembak agar tak mengeluarkan darah.. sedang Sandi menyuruh orang nya untuk menyiapkan rumah sakit untuk operasi dadakan Rissa...
Syarif sudah diamankan oleh trio Ar dan juga pengawal James.. semu keluarga tak menyangka jika Syarif bisa berbuat begitu jauh.. bahkan berencana melukai James..
Sandi menyuruh mereka membawa Syarif dan menaruh di rumah kecil.. trio Ar mengerti yg di maksud Sandi.. kini Wulan dan Sandra ikut sandi yg menuju ke rumah sakit..
sedang Jhon bersama pengawal.. membantu trio Ar untuk meringkus Syarif.. menunggu keputusan sandi dan juga James..
__ADS_1
10 menit helikopter itu sampai ke rumah sakit milik keluarga Shiddiq.. kini Edward dan Arthur di ruang operasi.. dan James begitu cemas melihat keadaan Rissa yg begitu banyak mengeluarkan darah..
". Ya Allah.. tolong selamatkan istriku.. aku rela Menganti nyawanya dengan nyawaku.. bahkan aku tak tau bagaimana hidupku tanpa nya.. dia adalah hidupku saat ini... aku mohon.. selamat kan mereka...". doa James..
pria yg selama ini begitu tegas dan dingin kini hanya bisa menangis di depan ruang operasi.. di begitu rapuh saat melihat wanita yg ia cintai harus meregang nyawa di depan matanya..
butuh waktu 30menit untuk Sandi, Wulan dan Sandra untuk sampai di rumah sakit.. Sandi melihat James yg sedang terduduk di lantai sambil menangis.. Sandi langsung memeluk menantunya itu..
setelah 3jam operasi.. Edward dan juga Arthur keluar.. James mendekati mereka dengan perasaan was-was...
" bagaimana keadaannya..." tanya James..
" maaf.. kami sudah berusaha.. tapi peluru itu menembus paru paru sebelah kanan Rissa.. jadi sekarang keadaan Rissa koma.." kata Arthur..
" tidak.. bagaimana bisa.. kenapa kau lakukan ini.. kenapa bukan aku yg mengalaminya.. kenapa harus Rissa..." kata James
" James.. tenang.. kita bisa membawa Rissa ke Belanda dan aku yg akan merawat nya karena janinnya juga masih berkembang.. disana semua peralatan kita sudah canggih..." kata Arthur..
" baiklah.. aku akan meminta crish menyiapkan semu peralatan yg uncle butuhkan.. dan kita bawa Rissa secepat nya.." kata James..
" dan papa.. bisakah pernikahan kami di percepat.. biar aku bisa menemani Rissa di Belanda.. dan papa tak perlu kuatir.." kata Sandra..
" baiklah.. jika itu keinginan kalian besok kalian menikah.. dan saat keadaan Rissa stabil kalian semu akan terbang ke Belanda..." kata Sandi..
kini Arthur menyiapkan dan terus memantau keadaan Rissa.. sedang James memerintahkan crish untuk menyiapkan salah satu ruangan kastil untuk sebagai ruang perawatan Rissa.. dan menyiapkan semua alat yg di butuhkan oleh Arthur..
.
.
.
.
mampir ke novel Secret Daddy ya.. itu bang Ardi
.
.
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1