Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
pulang


__ADS_3

setelah menghabiskan pasta Wulan tak bisa tidur... begitupun sandi yg juga ikut terjaga...


"mas aku seperti mimpi.. " kata Wulan..


" mimpi.." tanya sandi binggung..


"iya punya suami.. dan anak yg ada di perutku..." kata Wulan..


" aku juga bersyukur punya istri yg cantik dan baik seperti istri kecil ku ini..." kata sandi memeluk Wulan...


" mas seandainya.. mas di hadapkan oleh dua pilihan antara aku dan anak kita... Wulan mohon tolong pilih anak kita ya..." kata Wulan..


" apa yg kau bicarakan dek... mas tak mungkin bisa memilih antara kalian..." kata sandi...


" aku mohon.. demi aku ya.." rengek Wulan... sandi pun hanya bisa pasrah mengiyakan permintaan Wulan...


akhirnya mereka kembali terlelap... berpelukan..


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


pagi hari semua orang sudah berkumpul di rumah Zain tapi dia anak manusia yg baru bersama belum nampak bayang hidungnya...


tok...tok...


"nak... ayo bangun... di sini tuan Viktor dan nyonya Sena menunggu kalian..." kata Bu nawi..


pintu di buka oleh wulan.... dia tersenyum sambil menyapa semuanya...


" pagi semua..." sapa Wulan..


" pagi sayang... mana suamimu..." tanya Sena..


" mas sandi lagi kena morning sicknees Bu ..." jawab Wulan..


semua orang terkejut karna sandi yg mengalami muntah di pagi hari...


tak lama Ken dan Eko datang dan membawa pesanan sandi...


"assalamualaikum semua..." sapa Ken dan Eko..


" lho ini kan pak Ken asistenya pak sandi ya... pemilik Shiddiq Grub..." kata pak Viktor saat melihat Ken...


"iya tuan .. saya asisten tuan sandi.. dan nona ini baju ganti tuan..." kata Ken memberikan godybag pada Wulan..


Wulan kembali ke kamar dan menyerahkan baju sandi.. setelah selesai sandi keluar dari kamarnya...


" pagi semua... maaf ya..." sapa sandi dengan lemah..


Viktor kaget karna suami Wulan adl pengusaha termuda dan terkaya se Asia saat ini...


" Zain suami adik mu..." tanya Viktor mengatung...


" iya tuan suami Wulan Sandiaga putra as Shiddiq pemilik Shiddiq Grub..." jawab Zain..

__ADS_1


"tapi saya tak tau kalau pak sandi sudah menikah..." tanya Viktor..


"karna saya menikah di desa istri saya pak .. dan belum mengadakan resepsi..." jelas sandi...


" kenapa malu haa..." kata Bu Sena sudah berkacak pinggang...


" bukan Bu.. karna saya masih sangat sibuk dan Wulan juga sibuk kuliah.. tapi saya janji akan membuat resepsi besar nanti.." jelas sandi..


" awas saja kalau kau bohong.. ingat sekarang dia juga bagian dari keluarga Gunawan..." jelas Sena...


sandi pun memandang Wulan sedang yg di pandang hanya mengangkat bahu ya...


mereka pun sarapan bersama keluarga mereka terlihat bahagia... setelah selesai sandi dan Wulan berpamitan untuk kembali ke Surabaya...


sebelum ke bandara Wulan memutuskan untuk ke toko dan berpamitan pada semua karyawannya..


sebenarnya Wulan sedih harus meninggalkan toko yg baru di rintis... tapi dia menyerahkan toko pada data yg juga orang kepercayaan Bu Sena..


setelah itu rombongan menuju bandara dan akan langsung terbang ke Surabaya.. butuh waktu 1jam 20 menit untuk sampai di bandara Juanda...


setelah sampai sandi mengajak Wulan untuk pulang ke apartemen miliknya karna rumah utama sedang renovasi...


Bu Mala dan dua asisten rumah tangga sudah berada di apartemen tersebut karna permintaan sandi...


gedung apartemen ini milik sandi dan apartemen Eko serta Ken juga berada di gedung ini cuma beda lantai ...


Wulan kaget karna diajak sandi pulang ke apartemen yg bahkan Wulan tak tau kalau suaminya memiliki gedung apartemen mewah ini...


sandi mengajak Wulan masuk ke lantai paling atas karna apartemen sandi terletak pada lantai tertinggi gedung ini ..


Bu Mala tengah menonton tv saat sandi masuk ke dalam apartemenya..


sandi pun masuk bersama Wulan... sedang Bu Mala asih fokus dengan acara tv..


" assalamualaikum Bu.." sapa sandi


" waalaikum salam kenapa pulang.. lebih baik jangan pulang sebelum membawa menantuku..." kata Bu Mala tanpa melihat sandi...


" Bu... menantu ibu ada di sini... " kata Wulan tersenyum..


Bu maks menoleh karna mendengar suara lembut menantunya .. saat melihat Wulan Bu Mala berlari dan memeluk Wulan erat....


" Bu jgn terlalu erat peluknya.. kasihan anak sandi kejepit..." kata sandi


" apa.... anak kamu..." kata Bu Mala terkejut..


" iya Bu.. di sini ada sandi jr.... " kata Wulan mengelus perutnya..


" ya Allah... terima kasih... semoga kamu tidak mirip ayah mu ya... " kata Bu Mala membelai perut Wulan...


" ibu... kalau tak mirip sandi mirip siapa dong.. itukan anak sandi.." rengek sandi ...


" habis kau menyebalkan san.. biar anakmu mirip istrimu yg baik. cantik dan jgn seperti mu yg datar. kejam dan tak tau malu..." kata Bu Mala mengoda sandi...

__ADS_1


" ibu...." rengek sandi...


sedang Bu Mala nengajak Wulan duduk di ruang keluarga sambil nonton tv... sedang sandi masih cemberut karna perkataan sang ibu...


" cih... kamu masih ngambek san..." tanya Bu Mala..


" ibu.. " kata sandi lemah..


"sudah sana belikan susu untuk istrimu.. ingat tanya dulu susu untuk ibu hamil baru... dan jgn kau beli semua... beli satu dos untuk semua rasa..." jelas Bu Mala..


"siap bos..." kata sandi sudah berdiri meninggalkan para wanita tersebut...


sandi menuju ke supermarket di sana sandi membeli semua jenis rasa susu ibu hamil.. karna tak ingin Wulan merasa jenuh dengan rasa yg itu itu saja...


sandi kembali ke apartemen dengan membawa 4 kresek belanjaan yg begitu besar... saat masuk ke apartemen Bu Mala tertegun melihat belanjaan sandi...


"ya Allah sandi... kamu beli apa aja..."tanya Bu Mala..


" sandi beli susu buat istriku... dan juga ada buah.. roti.. dan juga cemilan takut kalau Wulan tiba tiba lapar..." jelas sandi


Wulan melihat roti yg rasa srikaya dan keju... saat Wulan akan mengambilnya sandi melarangnya...


"stop... mau apa dek.." tanya sandi..


" aku mau roti rasa srikaya dan keju itu mas..." rengek Wulan.


." iya mas ambilkan... mulai sekarang kamu gak boleh capek.. angkat angkat yg berat. dan semua harus di layani... tak ada bantahan.." kata sandi..


" tapi nanti Wulan gemuk karna gak gerak gimana.." tanya Wulan..


" gpp nanti mas sandi tinggal glindingin aja..." bercanda sandi..


Wulan sudah cemberut dan memanyunkan bibirnya...


" jgn ngambek dong... mas cuma bercanda.. mas akan tetap cinta pada istri kecil mas ini..." kata sandi..


Bu Mala yg melihat pun bahagia melihat kebahagiaan yg kembali menaungi hidup putranya...


.


.


.


.


.


.


.


. Mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😘😘😘😘😘

__ADS_1


terima kasih atas dukungan ya....


__ADS_2