
"tunggu Chintya, apa kamu baik-baik saga?" tanya Abimana.
"aku baik-baik saja, asal orang tua ku bahagia, aku akan selalu mencoba selalu baik dan tak akan menangis," kata Chintya sebelum pergi.
"apa itu putri yang kamu korbankan," kata Abimana.
"tunggu, Chintya maafkan papi," kata pak Hutomo berteriak sekerasnya. tapi dia tak bisa menghampiri sang putri karena di tahan oleh pengawal dari Julian.
"tidak apa-apa, Chintya akan kuat di sana, papi jaga mami saja," kata Chintya.
Chintya sudah di bawa pergi oleh pak Din, sedang pak Hutomo baru menyadari kesalahannya.
"seandainya, kamu menemui Jacob dan meminta bantuan, mungkin putrimu tak harus berkorban sebesar ini, lagi pula Chintya adalah murid dari istri Jacob," kata Abimana.
"aku tak punya pilihan lain saat itu," kata pak Hutomo.
"baiklah mulai sekarang jaga istrimu sesuai keinginan putrimu, dan aku akan meminta Jacob membantu jika bisa," kata Abimana sebelum pergi.
Abimana langsung menuju ke rumah keluarga Smith, dan langsung menuju ke ruang olahraga saat sampai.
"aku sudah tau kenapa Julian mu membantu perusahaan itu," kata Abimana yang baru sampai.
"karena putrinya ada di tangan Julian kan, Chintya Hutomo putri," kata Jacob yang masih berlari di atas treadmill.
"kau sudah tau, dan apa kita tak bisa membantunya?" tanya Abimana.
"ada satu orang yang bisa membantunya, itu adalah Jasper, karena dia orang yang tak mungkin di tolak oleh Julian," kata Jacob.
"wait... kenapa kalian membawa-bawa namaku?" kata Jasper yang baru masuk.
"ayolah bung, tak usah berlagak bodoh, kamu sudah mengetahui semuanya kan, dan Daddy tak mungkin merahasiakan apapun lagi kan," kata Jacob berhenti.
"Yap.. dan sekarang aku hanya perlu menyingkirkan perempuan menjijikan bernama Nana itu, ku tak mengira jika dia bisa membuat nama orang tua ku buruk," kata Jasper.
__ADS_1
"ayolah siapapun bisa berbuat gila karena cinta, lihat saja adik ipar mu itu, yang terus melihat laptop seperti orang bodoh," kata Abimana.
"baiklah doa memang seperti itu, apa yang kau perlu aku bantu kakak sepupu?" tanya Jasper.
"bisakah kamu membantuku untuk membuat Julian melepas gadis yang dia tahan," kata Abimana.
"menurutku itu mustahil, sebelum Julian muak bermain dengan gadis itu," jawab Jasper.
"aku hanya kasihan melihatnya, bahkan dia begitu menderita tadi saat datang ke rumah keluarga Hutomo," jwab Abimana.
"tenang saja, seburuk Julian dia tak akan membunuh gadis itu," kata Jacob yang masih melihat video kiriman dari Stevani.
sedang Chintya sampai di rumah itu, tapi dia sudah melihat seorang wania yang terikat di ruang tengah rumah itu.
wanita itu menangis tapi Chintya tak bisa mendengar jelas karena mulut wanita itu di lakban.
"pak Din, wanita itu kenapa?" tanya Chintya.
"aku ingin memberi tahu mu bagaimana aku bermain, dan kamu kan belajar bagaimana seorang penghianat dan pendosa di hukum. jadi jangan berani membuat ku merasa jika kmu perlu di hukum," kata Julian yang Bru datang di belakang Chintya.
Julian memanggil Chintya dengan jarinya, saat tepat di samping Julian, Chintya langsung melihat seorang pengawal menyiramkan air keras.
Chintya langsung terduduk dan menagis melihat itu, Julian langsung mencengkram dagu Chintya.
"jangan pernah membuatku melakukan itu, atau kamu tau bagaimana aku marah, mengerti, dan terima kasih, kamu sudah membuatku makan malam bersama Kayla," kata Julian tersenyum.
Chintya masih menangis melihat wanita itu, "bawa Chintya ke kamarnya, dan buat wanita ini sebagai makanan hewan liar," perintah Julian.
pak Din pun membawa Chintya ke kamar miliknya, "sebaiknya anda mndi dan membersihkan diri nona," kata pak Din.
Chintya pun mandi dan akan memilih tidur, tapi saat dia keluar dia sudah melihat Julian yang sudah bertelanjang dada.
"kemarilah," panggil Julian.
__ADS_1
Chintya mendekat, saat sudah di dekat Julian, Julian pun langsung meminumkan anggur dari botolnya pada Chintya.
"kau suka minum kan, aku ingin lihat seberapa kuat kau minum," kata Julian.
Chintya sudah gelagapan menerima perlakuan Julian, bahkan anggur itu kini sudah membasahi tubuhnya.
Julian pun melihat Chintya dan jiwanya pun ingin menikmati tubuh gadis itu.
Julian membuang botol dan mulai mencium bibir milik Chintya, Chintya pun kembali gelagapan karena tak bisa bernafas.
Julian begitu kasar, bahkan kini leher jenjang Chintya sudah memiliki bekas kismark begitu banyak dari Julian.
baju tidur pun di robek oleh Julian, dan Julian pun makin tak terkendali lagi, Chintya sudah menangisi hidupnya.
"tuan hentikan, aku mohon," kata Chintya.
Julian langsung mendorong dan menamparnya, Chintya pun kembali menangis.
"kau hanya perlu menikmati semua perlakuan ku, lagi pula papi mu itu sudah menjual mu kepada ku," kata Julian yang kini membawa Chintya ke ranjang.
Julian pun makin menjadi ingin menikmati tubuh indah Chintya, dan saat melakukan nya, Chintya berteriak keras.
"sakit!" kata Chintya.
"wow, kau ternyata masih murni, dan aku menyukai ini, sekarang hanya aku yang boleh menikmati dirimu, jadi mengerti dan rawat tubuhmu," kata Julian yang terus bergerak tanpa memperdulikan kesakitan Chintya.
bahkan Chintya pun pingsan karena kelelahan dan kesakitan yang bercampur jadi satu, dan Julian tidur setelah merasa puas.
Julian tak mengira jika tubuh Chintya bisa sebaik itu, bahkan dia seakan tak puas melakukannya.
"sekarang kamu adalah milik ku, dan kamu akan jadi pemuas nafsu, karena cinta ku milik Kayla seorang," kata Julian sebelum tidur.
dia kembali mencium bibir Chintya yang sudah pingsan, dan tiba-tiba dia pun kembali ingin melakukannya lagi.
__ADS_1
dan lagi lagi pria itu memuaskan dirinya, tanpa mengasihi gadis yang sudah tak berdaya itu.
sedang di rumah Kayla binggung, karena tak bisa menghubungi Chintya yang hilang tiba-tiba tadi.