
Mecha membeli beberapa cemilan pinggir jalan, kemudian kembali ke tempat Lui dan para pengawal.
"cemilan," kata Mecha menyodorkan jajanan yang ia bawa.
"apa ini, kok bentuknya gini?" tanya Lui mengambil telur gulung itu.
"itu namanya telur gulung mas, coba dech enak loh," kata Mecha.
Lui akhirnya mencoba makanan itu dan ternyata benar yang di katakan oleh Mecha, saat mereka sedang makan tak sengaja Lui melihat Sasha dan suami dan anaknya.
Lui yang melihat itu pun merasa jika cintanya memang harus selesai karena wanita yang dia cintai bahkan sudah bahagia bersama keluarga nya.
Lui merasa sesak di taman itu,"Mecha bisakah kita pulang, aku tak ingin berada di sini," kata Lui.
"tentu mas," jawab Mecha.
kini mereka menuju ke arah rumah mereka, tapi sialnya Sasha melihat Lui yang tengah di kursi roda.
"Lui," panggil Sasha.
Mecha dan Lui pun berhenti dan menoleh kearah Sasha yang menghampiri bersama suami nya.
"hai Sasha dan Dio," sapa Lui, Mecha bisa mendengar suara Lui seperti ada kesedihan di sana.
"hai, sekarang kamu duduk di kursi roda, bagaimana karir mu kalau sekarang kau seperti ini," ejek Dio.
"aku akan membantu Ken di perusahaan keluarga, tunggu bukankah kalian menetap di Singapura?" tanya Lui.
"kamu sedang liburan, dan ini siapa?"tanya Sasha pada Lui sambil menunjuk Mecha.
"dia istriku,"jawab Lui.
"selamat ya atas pernikahan kalian," kata Sasha.
"terima kasih," jawab Mecha.
Dio sempat terpesona dengan Mecha yang memiliki wajah cantik, kulit putih bersih dan juga badan yang bagus, bahkan Sasha yang seorang model pun kalah oleh kecantikan Mecha.
Dio selalu ingin memiliki sesuatu yang di miliki Lui dan Ken dari dulu, Dio sangat membenci saudara kembar itu.
__ADS_1
"sekarang artis terkenal ini sekarang hanya bisa jadi benalu ya," ejek Dio.
"apa maksud anda," tanya Mecha.
"apa lagi kalau tak seperti itu, lihat dia cacat bahkan dia hanya akan menjadi beban untuk mu, lebih baik kau meninggalkan pria seperti ini," kata Dio.
"tutup mulut anda, jangan pernah berani menghina suamiku!" kata Mecha dengan suara meninggi.
"lihat lah dia bahkan tak bisa apa apa, dia hanya manusia lemah yang merepotkan," kata Dio.
plak, tamparan mendarat di pipi Dio karena Mecha merasa geram dengan hinaan dari mulut Dio.
"Mecha kendalikan emosimu," kata Lui
"aku tak bisa diam saat suamiku di hina, memang kenapa jika sekarang dia duduk di kursi roda, setidaknya dia lebih terhormat dari anda yang suka menghina orang lain," kata Mecha.
Sasha hanya diam saat melihat kemarahan dari Mecha yang membela Lui.
"dasar wanita sialan," kata Dio yang ingin menampar Mecha.
"jangan berani mengangkat tangan dan melukai saudara ipar ku," kata Aline yang menahan tangan Dio.
Aline menghempaskan tangan Dio, para pengawal akan maju tapi Aline menahan mereka agar tetap diam.
Dio terbelalak karena melihat Aline yang bahkan lebih cantik dari Mecha, dengan wajah blasteran Asia.
"maaf kan suamiku, dia tak sengaja," kata Sasha berdiri di samping Dio.
"lebih baik anda memberitahu suami anda jika tak baik menghina seseorang," kata Aline datar.
"baik, maafkan suami saya sekali lagi, ayo mas," kata Sasha.
" kenapa kau harus minta maaf pada wanita aneh ini, kau siapa berani ikut campur," kata Dio.
"kau budek ya, aku tadi bilang jangan ganggu saudara ipar ku, aku adalah menantu pertama keluarga Smith," kata Aline.
Dio makin terlihat geram karena menyadari jika Aline istri Ken, Dio sempat mengira jika Ken memiliki kelainan krena tak pernah memiliki wanita yang menemaninya.
"sialan, kenapa istri dari kedua saudara ini lebih cantik dari istriku,"batin Dio.
__ADS_1
"baiklah kami permisi maaf menganggu waktu kalian,"kata Sasha menyeret Dio untuk pergi dari tempat itu.
Lui terlihat sedih saat tak bisa melakukan apapun demi membela diri dan istrinya. Mecha langsung duduk di depan Lui.
"jangan di pikirkan ya mas, omongan pria itu bagaimana pun aku akan bersamamu," kata Mecha.
"terima kasih," jawab Lui.
"aduh panas ya, uh pulang ah dari pada jadi obat nyamuk," kata Aline.
"dasar kau ini," kata Mecha melihat Aline
"hei nona kedua, anda harus sopan pada kakak ipar mu ini, ingat itu huh," kata Aline,
"kakak ipar apaan?" tanya Lui
"aish kalian pasangan yang menyebalkan tau, aku pulang mau bareng atau kalian mau jalan kaki aja," kata Aline.
"kau duluan, kami masih menikmati waktu berduaan kami," kata Lui.
"berempat kali, lihat tuh pak Hamka dan pak aziz ngawal dari tadi," kata Aline.
"sudah sana pulang, jangan ngomong terus hus hus.." kata Lui.
Aline pun masuk ke mobil sambil cemberut karena ulah Lui yang menjengkelkan.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1