
kini Syarif mengajak kedua sepupunya untuk membersihkan diri ke apartemen nya... pak Edi sudah berada di lobi sambil membawa pesanan Syarif..
kini mereka menuju ke apartemen Syarif.. Rissa sudah mulai tenang.. sedang Sandra sedang cemberut karena Syarif memaksanya ikut..
kini mereka pun masuk ke dalam apartemen mewah itu.. Syarif memijat kepalanya yg pening...
" Rissa kau mandi dulu.. dan Sandra kau bisa ganti baju mu.." kata Syarif.. Rissa pun mengangguk dan mandi di kamar tamu.. sedang Sandra juga menuju ke kamar yg sama dengan Rissa..
Syarif tak menyangka akan melihat sepupunya yg terkenal pendiam akan di bully di sekolah..
setengah jam selesai.. Rissa sudah cantik mengunakan pakaian muslim yg di pilihkan oleh pak Edi dengan warna pink Salem... dan Sandra yg masih sibuk dengan hpnya..
" sandla... kenapa tak kelual kasihan bang Syalif sendilian..." kata Rissa..
" diam Rissa ... aku sedang menggambek pada bang Syarif.. apa kau bisa membuatkan ku makan siang.. aku lapar Rissa..." kata Sandra..
" iya aku bisa.. tunggu di sini.. dan kamu jelek kalau ngambek..." kata Rissa sambil berlari keluar kamar..
" Rissa ..." teriak Sandra karena di ledek Rissa...
kini Rissa pun menuju ke dapur dan melihat Syarif yg sedang tertidur di sofa karena lelah.. Rissa memilih untuk membuat makan siang..
ya Rissa memiliki bakat seperti Wulan yg sudah bisa masak dari kecil.. karena Rissa yg selalu ingin tau dan mencoba..
kini Rissa membuka kulkas dan menemukan hanya pasta dan beberapa sayuran serta keju.. Rissa tersenyum...
" Abang belum sempat belanja mungkin.. " gumam Rissa..
kini Rissa membuatkan pasta simple untuk mereka bertiga.. Rissa juga membuat salat sayur kesukaan dari Syarif...
setelah masakan selesai... Rissa membuatkan wedang jahe untuk syarif... agar sedikit menghilangkan capek yg di rasakan oleh Syarif...
Rissa menaruh wedang di meja sofa depan Syarif dan membangun kan nya...
" bang Syalif.. ayo makan.. bang.." kata Rissa mengguncang tubuh Syarif..
" em... maaf Rissa Abang ketiduran ya..." kata Syarif serak..
" Ndak apa apa bang.. issa udah buat pasta dan salad.. Abang minum ini ya bial enakan.. dan habis itu cuci muka ya... issa mau manggil sandla dulu.." kata Rissa meninggalkan Syarif..
setelah Rissa pergi Syarif meminum wedang yg di buat Rissa.. setelah habis Syarif membawa gelas itu ke tempat cuci piring.. Syarif melihat tiga potong pasta dan salad sudah siap..
" andai kamu bukan sepupuku.. mungkin aku akan jatuh cinta padamu Rissa.. apalagi dengan mu yg lemah lembut seperti ini..." batin Syarif tersenyum..
kini Sandra dan Rissa sudah datang bergabung dengan Syarif yg memainkan hpnya di meja makan...
" bang Syalif.. jangan mainan hp di meja makan.. " kata Rissa..
__ADS_1
" iya Rissa maaf kan Abang ya.. dan Sandra maaf ya tadi Abang kasar sama kamu.." kata Syarif..
" iya bang.. Sandra juga minta maaf.. seharusnya Sandra bisa jaga Rissa dengan baik..." jawab Sandra..
" iya Sandra.. setelah makan ayo kita habis itu bawa seragam kalian ke loundry dan kita bisa main ke mall.. karena Abang sudah ijin sama mama..." kata Syarif..
" ye.. Abang memang the best dech..." kata Rissa dan Sandra reflek memeluk Syarif..
kini mereka menikmati pasta yg di buat Rissa dan Syarif merasa begitu pas rasa pasta dan salad yg di buat Rissa untuk mereka..
" ya Alloh jgn tumbuh kan rasa cintaku pada sepupu ku sendiri... aku tau ini dosa dan aku tak ingin mempermalukan orang tuaku..." batin Syarif..
setelah mereka makan kini Syarif mengajak mereka menuju ke salah satu mall terbesar di kota Depok.. benar saja Syarif sudah jadi bodyguard untuk dua gadis itu..
Sandra dan Rissa punya sifat yg bertolak belakang.. Rissa yg cenderung kalem dan pendiam serta keanggunan dalam bertutur kata maupun sikap sedang Sandra memiliki sifat yg ceria. cerewet dan aktif tapi dia juga memiliki sifat ramah dan sangat baik...
" bang aku mau ke toko baju.. ayo Rissa mumpung ada yg bayarin..." kata Sandra menyeret Rissa ke sebuah toko baju..
mereka memilih baju sedang Syarif juga ikut masuk meski dia sibuk dengan hp dan hanya sesekali memperhatikan dua gadis itu..
tak sengaja mata Syarif melihat sebuah gamis berwarna peach yg sangat indah.. Syarif pun menghampiri gamis itu..
" mbak ini gamis untuk usia berapa..." tanya Syarif..
" ini untuk umur 17th mas..." kata penjaga toko itu...
" iya tuan.." kata penjaga toko itu..
" bang kita udah selesai.." teriak Sandra..
" kamu ini beli baju apa ngrampok toko ini si Sandra..." gerutu Syarif..
" ya elah bang... slow... ini juga untuk di sumbangan ke panti milik mama kok.. gak semua baju Sandra.. punya Sandra dan Rissa cuma itu..." jelas Sandra..
" huh kalian memang gadis yg baik.." kata Syarif menuju ke kasir..
kini mereka sudah membawa belanjaan yang seabrek itu.. saat melewati sebuah toko boneka Rissa melihat boneka kelinci yg begitu lucu menurutnya..
tapi Rissa tau tak baik memintanya pada Syarif.. bagaimana pun mereka habis membeli semua baju ini.. tak sengaja Syarif melihat pandangan dari Rissa..
Syarif tersenyum... karena Syarif tau Rissa menginginkan boneka itu tapi tak mau meminta nya pada Syarif karena takut...
kini mereka sudah berada di mobil.. sedang Syarif sudah berencana membelikan boneka yg di inginkan oleh Rissa..
" Sandra.. Rissa.. kalian di sini ya.. Abang lupa membeli sebuah barang.. jadi kalian tunggu di sini..." kata Syarif..
Sandra mengacungkan jempolnya sedang Rissa mengangguk... kini Syarif menuju ke toko boneka itu..
__ADS_1
Syarif membelikan boneka kelinci yg begitu besar dan mempunyai bulu lembut dan untuk Sandra Syarif membelikan boneka hello Kitty kesukaannya...
Syarif menghampiri kedua gadis itu dengan membawa dua boneka yg berukuran sebesar orang itu..
" ini hadiah untuk kalian..." kata Syarif..
" terima kasih ya bang... " kata mereka kompak..
Syarif tersenyum melihat kebahagiaan dari Rissa dan Sandra.. kini Syarif mengantar kedua sepupunya pulang..
selama dalam perjalanan Syarif dan Rissa terus berbincang dan tertawa riang.. sedang Sandra sudah tertidur karena kelelahan...
kini mereka sampai di rumah milik keluarga Wulan.. Syarif turun bersama Rissa kemudian mengendong Sandra memasuki rumah..
Rissa memandang Syarif mengendong Sandra saat tidur... Rissa merasa dadanya sesak... entah kenapa ia tak menyukai hal itu...
Rissa memegang dadanya dan mempererat pelukannya pada boneka kelincinya... Syarif mengendong Sandra dan menaruhnya ke dalam kamar...
Rissa berjalan di belakang dan meminta Mak Siti membawa semua belanjaan mereka tadi.. Rissa tak sadar jika ada Wulan yg memperhatikan tingkah putri kecilnya itu..
" assalamualaikum Rissa.. kenapa kok sedih gitu..." tanya Wulan..
" eh.. mama.. " kaget Rissa..
" aduh ngelamun apa sih Sampek kaget gitu.. mana salam mama gak di jawab lagi..." goda Wulan..
" waalaikum salam ma.. maaf ya ya mama issa cuma capek.." kata Rissa berbohong..
" ya udah kalau gitu istirahat ya.. " kata Wulan.. Rissa pun menuju ke kamarnya..
Syarif turun dan berpapasan dengan Rissa yg buru buru menuju ke kamarnya.. Syarif melihat kesedihan pada wajah Rissa dan Syarif merasa ada yg aneh pada hatinya...
.
.
.
mampir ke novel SINGLE MOTHER ya..
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1