Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
terulang..


__ADS_3

suster keluar dari ruang UGD dan kembali membawa kantong darah.. belum ada satupun dokter yg keluar dan memberi kabar tentang Wulan..


Lia juga sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.. Surya menemani istrinya sedang Bu Mala menemani sandi yg makin terpuruk..


"Bu ini salah sandi Bu... sandi yg membuat istri sandi begini..." kata sandi..


" san jangan seperti ini... kamu harus berdo'a untuk kesehatan dan keselamatan wulan dan bayi kalian..." kata Bu Mala..


" Bu kalau sandi tak membentaknya dan minta untuk mengugurkan kandungan itu mungkin Wulan tak akan seperti ini..." kata sandi..


"san ingat istrimu sangat mencintaimu.. dan jadikan ini pelajaran ingat bagaimana perjuangan kalian dalam pernikahanmu nak.." kata Bu Mala..


Rafi keluar dari ruang UGD bersama dokter Iwan dan semua dokter spesialis...


"Rafi.. bagaimana keadaan istriku..." tanya sandi..


"maaf.. kami sudah berusaha tuan..." kata dokter Iwan...


sandi sudah terduduk lemas sambil menangis histeris.. Rafi hanya mengeleng melihat sandi.. bahkan dokter Iwan belum selesai berbicara ..


" kak dengerin penjelasan dokter Iwan..." kata Rafi pada sandi..


sandi pun sedikit tenang... dan mulai bisa mengontrol emosinya...


" maaf tuan kami sudah berusaha tapi kondisi nyonya saat ini lemah karena tekanan dan stress awal kehamilan.. dan saya takut mempengaruhi kedua janin..." kata dokter Iwan..


"kedua janin.." tanya sandi..


" iya tuan nyonya sedang hamil anak kembar.. dan nyonya juga kekurangan gizi.. jadi saya mohon untuk anda memberi perhatian khusus untuk nyonya.. mungkin ini akan menjadi trimester pertama yg menghawatirkan..." jelas dokter Iwan...


" iya dok.. saya akan selalu ingat pesan dokter..." jawab sandi..


Bu Mala memeluk sandi dan tak menyangka akan punya cucu kembar lagi dari Wulan.. mengingat betapa lucunya trio Ar...


" selamat kak.. dan jaga istrimu.. karna Alloh mempercayai kalian dengan anugrah terindah.. dan ingat semua adl Rizeki dan titipan... jadi kita hanya bisa menerima dan mensyukuri nikmat Allah yang telah di berikan..." kata Rafi..


"ya kau benar.. dan apa aku bisa melihatnya.." tanya sandi..


"ya sebentar lagi kakak ipar akan di pindah di ruang inap dan kakak bisa menemui di sana.." kata Rafi..

__ADS_1


"ibu senang sekali.... karna cucu ibu langsung nambah lima..." kata Bu Mala..


" bukan lima Bu tapi enam.. karna Vita hamil anak kembar Bu berkat program hamil yg di kasih tau kakak ipar..." kata Rafi..


" benarkah... wah ibu senang sekali karna rumah semakin ramai sudah ada 5 cucu ganteng dan akan nambah 6 lagi semoga ada yg perempuan.. " kata Bu Mala senang...


Rafi dan sandi hanya tersenyum melihat kebahagiaan sang ibu.. karna dari dulu ingin melihat rumahnya ramai dengan anak kecil.. dan sekarang terjadi..


Wulan sudah di pindah keruang rawat inap.. sandi terus berada di samping nya... saat Wulan sadar sandi langsung mencium kening Wulan dan kemudian memanggil dokter..


dokter mengatakan bahwa kondisi Wulan sudah stabil.. sandi pun tersenyum mengenggam tangan wulan...


"maafkan mas ya dek... mas keterlaluan meminta mu mengugurkan baby's kita.." kata sandi..


" maafkan aku yg tak ingat jika iud yg terpasang terbawa darah mens sehingga kini aku hamil lagi..." kata Wulan..


" tak apa berarti Alloh mempercayai kita untuk merawat baby's lagi..." kata sandi..


" baby's..."tanya Wulan..


"iya sayang kamu Kamil anak kembar lagi.. cuma sekarang kembar 2.." jelas sandi..


"iya sayang.. dan terima kasih memberi anak anak yg begitu lucu dan pintar.. aku tak menyangka akan punya 5 anak dari mu.." kata sandi..


" maaf..." kata wulan..


" kenapa minta maaf.. asal kau tau ibu bahkan yg paling bahagia karna sudah tak sabar menunggu para cucunya lahir..." kata sandi


sedang di ruang sebelah Surya juga sedang bersama Lia dan Bu Mala..


"Surya maafkan ibu yg tak bisa menjaga istrimu.. hingga seperti ini..." kata Bu Mala..


" Bu ini salah Lia yg tak hati hati..." jawab Lia..


" iya Bu.. kata dokter kandungan Lia juga baik baik saja..." kata Surya..


" iya sayang.. dan Wulan di kamar sebelah karna tadi di juga masuk UGD karna pingsan..." kata Bu Mala..


" bagaimana keadaannya Bu..." tanya Lia

__ADS_1


"dia hanya tertekan dan kurang gizi dan sekarang sudah baik baik saja..." kata Bu Mala..


tak lama ada suster yg akan memindah kan kamar Lia sedang Surya hanya mengikuti karna ini perintah Rafi.. mereka berada di ruang VVIP dan ternyata Wulan dan Lia di jadikan satu ruangan...


" kalau gini kan enak yg nunggu gak binggung..." kata Rafi tersenyum...


Sandi memeluk Surya dan minta maaf dan berterima kasih telah menyadarkan kegilaan nya..


tak lama trio Ar datang bersama Vita dan Siska beserta Syarif dan Abi ... jadilah ruangan itu penuh drama dari keempat bocah itu sedang Syarif menjaga mereka dan mengajak main...


" ma..ma.. aty ia unya ayi.." kata Ardi menghampiri Wulan..


" ma..ma... au adek Ayi ma..." kata Arka yg berada di pangkuan Rafi..


". iya sayang.. mama mau punya adek bayi dua.. jadi kalian gak boleh nakal ya..." kata sandi..


" benarkah papi.. mama mau punya adek kembar lagi... yey.. teman Syarif makin banyak..." kata Syarif senang...


" iya.. dan Syarif harus jadi kakak yg menjaga adek adeknya nanti..." kata sandi


" pasti papi... Syarif kan sudah besar..." kata Syarif


semua orang tertawa mendengar perkataan Syarif.. Lia bahagia bisa bersama keluarga yg begitu hangat bahkan dia tak menyangka akan menjadi bagian dari keluarga shiddiq....


sedang di kampung Ali menjadi juragan karna berhasil mengembangkan pertanian milik keluarga dan juga memegang sawah milik Wulan dan Lia yg di berikan suami mereka...


Ali bahkan menjadi incaran para gadis kampung.. bahkan kesuksesannya sudah terkenal.. dia di juluki juragan muda.. karna di usia 21 th sudah menjadi petani sukses...


pak Nawi senantiasa membantu Ali sedang Bu nawi dan Bu Nasir ikut kegiatan sosial di kampung... setiap bulan sandi dan Surya mengirimkan uang untuk membantu masyarakat yg membutuhkan...


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2