
Aline mulai merasakan perutnya panas. dia memang suka pedas tapi juga tak seperti ini, Ken menyadari tentang perubahan wajah Aline yg makin pucat.
" sayang kita ke rumah sakit." kata Ken.
" tidak apa apa, bisa minta mommy membuat air kunyit, aku mohon.." kata Aline.
" Ozil pulang dan minta mommy meminta air kunyit segera." kata Ken.
" baik tuan." jawab Ozil yg meninggalkan ruangan Ken dengan sedikit berlari.
sedang Aline langsung berlari menuju ke kamar mandi di ruangan Ken. dan berusaha memuntahkan semua isi perutnya.
Ken makin panik yg tak mendapati Aline tak kunjung keluar dari kamar mandi.
" sayang.. apa kau baik saja, ayolah buka pintunya." kata Ken mengendor pintu kamar mandi.
sedang Aline sudah tak kuat menahan rasa sakit di perutnya. Ken yg merasa frustasi pun memilih mendobrak pintu kamar mandi itu.
" sayang!" kata Ken panik.
Ken langsung mengendong Aline yg sudah lemas di kamar mandi bahkan bajunya basah karena keringat.
Ken langsung langsung membawa Aline keluar dari ruangannya dan berteriak memanggil Bu Sekar.
" Sekar kemari, telpon pak Agus dan kamu ikut aku ke rumah sakit.!" suara Ken begitu lantang dan mengejutkan semua karyawan.
" baik tuan." jawab Bu Sekar yg kaget melihat Aline yg pucat di gendongan Ken.
Bu Sekar meminta pak Agus menyiapkan mobil kantor guna mengantar Aline ke rumah sakit.
mereka langsung menuju basemen dan pak Agus sudah siap di mobil, Bu Sekar duduk di samping pak Agus sedang ken duduk di belakang sambil memeluk Aline di pelukannya.
__ADS_1
" pak Agus cepat pergi ke rumah sakit!" bentak Ken.
" baik tuan." jawab pak Agus mulai melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena melihat Ken begitu panik.
Bu Sekar tak berani bertanya dan hanya bisa menyimpulkan apa yg terjadi pada Aline, tapi melihat wajah panik Ken Bu Sekar mengira jika ada sesuatu dengan keduanya.
sedang di perusahaan tiga orang itu sedang berperang dengan pikiran masing masing. mereka masih kaget dengan apa yg mereka lihat.
" sebenarnya apa yang terjadi?" kata Feby berteriak.
" entahlah, tapi Aline begitu pucat dan bajunya basah." jawab Dimas.
" apa jangan jangan Ali e di lecehkan." kata Feby panik.
" kenapa kau kepikiran sampai ke sana, kau tak lihat pak Ken begitu panik dan cemas." kata Aryo.
" ya kau benar, tapi Aline sebenarnya kenapa dan pak Ken. AAAA.. bisa gila aku." kata Feby.
mereka pun kembali fokus ke pekerjaan nya yg begitu banyak, Aryo juga membantu mengerjakan pekerjaan Aline.
sedang mobil yg di tumpangi Ken baru sampai di rumah sakit. Ken langsung mengendong Aline dan menidurkan Aline di ranjang.
" panggil dokter Deren sekarang." bentak Ken.
" tapi dokter sedang ada tamu penting." jawab salah satu perawat.
" bilang padanya jika tak menangani wanita ini aku bisa meratakan rumah sakit ini!" kata Ken tajam.
suster yang ketakutan terpaksa memanggil Deren apalagi dengan tatapan Ken yg mengintimidasi.
Deren pun datang menghampiri putra sepupunya itu, Deren memeriksa keadaan Aline dan meminta nya membawa ke ruang UGD.
__ADS_1
" aww.. sakit om." kata Ken menerima jitakan di kepalanya dari Deren.
" kamu kenapa memberinya makan pedas, semoga tak terjadi apa apa padanya. jika sampai dia kenapa napa siap siap menghadapi mommy mu." jawab Deren yg masuk ke ruang UGD.
di luar ruangan UGD Ken yg marah malah menendang tong sampah, satpam akan mengamankan Deren tapi di tahan oleh Dera yg baru datang.
" apa salah tempat sampah itu hingga kau melampiaskan padanya." kata Dera yg datang menghampiri Ken.
" aku hanya kesal saja aunty, karena kebodohan ku sekarang Aline di dalam sana."jawab Ken.
" tenang lah Ken, Aline itu gadis kuat dan jangan seperti ini, kau sudah menelpon mommy mu?" tanya dera
" ah kan lupa aunty, sebentar aku telpon mommy dulu." jawab Ken.
Ken ingat jika ada pak Agus dan Bu Sekar, akhirnya Ken juga meminta kedua orang itu untuk kembali ke kantor.
saat menelpon Rissa benar saja, Ken langsung dapat Omelan dari mommy nya itu, Ken hanya bisa menghembuskan nafasnya dan menyiapkan diri untuk segala yg terburuk.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih