Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
lelah


__ADS_3

hari pun berganti tak terasa kehamilan Wulan sudah berusia 6 bulan.. dan perutnya semakin membesar... sedang badan Wulan yg mungil membuatnya gampang lelah...


sandi memperkerjakan 2 suster untuk membantu semua kegiatan Wulan saat sandi bekerja...


Wulan bahkan tak di biarkan turun dari kursi roda... kadang itu membuat Wulan jengkel karena dia di perlakukan berlebihan...


sore hari saat Wulan di taman.. dia sedang menikmati bunga mawar berbagai macam warna.. Wulan sangat menyukai bunga mawar dan anggrek...


sandi memang sengaja membuatkan taman untuk istrinya itu... bahkan kursi taman di letakkan tepat di tengah kebun mawar itu..


sandi pulang dari kantor di sambut oleh pak Joko...


" sore tuan.. selamat datang.." kata pak Joko menerima tas dari Ken..


"dimana Wulan dan ibu pak.." tanya sandi..


" nyonya mala sedang berkunjung ke rumah nona salsa dan nona Wulan sedang berada di taman belakang tuan.." kata pak Joko..


sandi pun menuju ke taman belakang.. di lihatnya Wulan tengah berdiam memandangi bunga bunga di sekitarnya..


"lihat bunganya layu karna kalah cantik dengan mu dek.." kata sandi mengagetkan Wulan..


"ahh.. gombal.." kata Wulan tersenyum..


" mas tak gombal kok dek... karna kamu selalu cantik di mata mas..." kata sandi mencium kening Wulan..


mereka pun duduk berdua.. memandang mawar dan anggrek yg begitu indah...


"mas seandainya aku meninggal ketika melahirkan baby triple... aku mohon jaga mereka untuk ku ya..." kata Wulan bersandar pada dada sandi..


" kenapa adek ngomong seperti itu... mas tak bisa hidup tanpamu.." kata sandi mengelus kepala Wulan..


"kan hanya seandainya.. mas jangan marah dong.." kata Wulan


" lain kali jangan ngomong seperti itu ya dek.." kata sandi..


mereka pun memutuskan untuk masuk karna hari mulai petang... sandi tengah mandi dan Wulan sedang browsing barang barang bayi kembar 3...


dia sudah tak sabar untuk membeli barang barang itu karena begitu lucu.. sandi yg sudah keluar dengan baju santai pun bergabung dengan Wulan..


"lihat apa dek.." tanya sandi..


"lihat barang barang bayi.. untuk bayi kembar 3 mas.." jawab Wulan...

__ADS_1


"tak usah binggung.. besok akan ada orang yg akan mendekor kamar bayi kita.. " kata sandi


"oke terserah mas saja.." kata Wulan


sandi mengajak Wulan turun ke lantai bawah untuk makan malam.. tanpa di sangka ternyata Bu Mala sudah bersama keluarga Vita dan juga salsa..


" malam kak sandi.. dan kakak ipar..." sapa Vita dan juga salsa..


" malam juga adek adek ku..." sapa sandi dan Wulan bersamaan...


mereka pun memulai makan malam bersama.. tiba tiba Wulan merasa perutnya kram... tapi dia menyembunyikan nya agar tak membuat khawatir...


semua tengah berbincang membahas tentang tujuh bulanan.. mereka membahas seragam yg akan di gunakan hingga memilih WO terkenal untuk mempersiapkan semuanya..


lagi lagi perut Wulan merasa kram.. tapi di menahan nya.. akhirnya dia mengajak sandi untuk tidur...


"mas aku lelah.. bisa tolong antar ke kamar.." kata Wulan..


" oke ratu..." kata sandi mulai mendorong kursi roda Wulan ke kamar..


sesampainya di kamar Wulan langsung di tidurkan di ranjang oleh sandi.. sedang sandi mengelus perut Wulan...


entah mengapa saat sandi mengelus perutnya Wulan merasa rasa sakit yg menderanya tiba tiba hilang..


" iya sayang..." kata sandi seraya tidur di samping Wulan...


Wulan pun akhirnya tidur nyenyak setelah sandi mengelus elus perutnya... entah mengapa kebersamaan mereka terasa sangat indah.. Wulan takut semua hanya mimpi semu...


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


pagi datang dengan sinar cerianya... sebenarnya hari ini Wulan ada pemeriksaan kehamilan.. tapi sandi tak bisa mengantar.. karna ada rapat penting..


akhirnya Wulan pergi bersama Eko dan kedua suster yg menjaganya.. Eko mendorong kursi roda Wulan menuju ruangan dokter Iwan...


di sana sudah ada dokter Iwan dan juga Rafi..


" Eko dan suster... bisa kalian semua keluar.." kata Wulan..


" tapi nona.." bantah Eko..


" aku mohon.." kata Wulan..


akhirnya Eko dan kedua suster itupun keluar... sekarang hanya tinggal Rafi dan dokter Iwan..

__ADS_1


" katakan dokter... ada masalah di kehamilan saya ya..." kata Wulan


" iya nyonya.. anda tak bisa mempertahankan kandungan anda sampai 7 bulan karna bisa membahayakan nyawa anda... kita harus melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan bayi anda.." kata dokter Iwan...


" apa tak bisa sampai acara 7 bulanan selesai.. habis itu kalian bisa melakukan tindakan..." tanya Wulan lagi..


" maaf kakak ipar... karna itu terlalu beresiko untuk kesehatan kakak ipar.." kata Rafi


" aku akan bertahan sampai acara 7bulanan setelah itu terserah kalian.." kata Wulan tak ingin di bantah..


" baiklah nyonya.. tapi anda harus meminum obat penguat dan juga vitamin.. agar tetap bisa bertahan..." kata dokter Iwan memberikan resep obat..


Wulan mengangguk... dan kursi roda di dorong oleh Rafi keluar.. Wulan telah mengambil sumpah Rafi dan dokter Iwan agar tak memberitahu siapapun tentang keadaannya..


setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang... Wulan memilih untuk beristirahat di kamar karna badannya begitu mudah lelah..


bahkan saat sandi pulang dia tak menyadarinya... sandi mengelus perut istrinya yg sudah membesar itu...


" mas sudah pulang..." tanya Wulan yg terbangun dari tidurnya..


" Hem... kau sangat lelah ya..." tanya sandi..


" iya habis.. mereka sangat aktif di dalam..." kata Wulan..


" maafkan mas ya... tak bisa berbuat banyak untuk meringankan kehamilan mu sayang..." kata sandi..


" Hem... dengan mas terus mengelusnya... aku sudah sangat terbantu.. karna mereka sedikit diam dengan elusan papa nya..." kata Wulan terkekeh..


sandi pun mengelus dan menciumi perut Wulan.. untuk sejenak Wulan melupakan kesakitan ya... karna sandi yg terus memanjakannya...


"semoga Alloh memberikan kesehatan kepada ketiga buah hatiku... dan semoga selalu di beri kebahagiaan..." batin Wulan..


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😍😍😍😍


terima kasih atas dukungan ya

__ADS_1


__ADS_2