
tak terasa sudah tujuh hari pak Nasir meninggal.. Ali menemani sang ibu di kampung dan meneruskan semua usaha pak Nasir..
sedang Nina ikut suaminya karna Seno anak tunggal.. sedang pak Nawi dan Bu nawi kembali menetap di kampung dan membantu Ali...
giliran Wulan dan sandi serta Bu Mala yg pamit... bersama pengantin baru..
"besan kami semua balek ke Surabaya ya.. nanti jika perlu apa apa kalian bisa meminta bantuan pada menantu menantu mu itu..." kata Bu Mala pak Nawi...
" iya Bu.. terima kasih sudah mau menerima kedua putri ku.. " jawab pak Nawi..
"iya aku yg beruntung punya menantu seperti mereka...." kata Bu Mala..
Bu Mala pun berpelukan dengan kedua besan nya itu... sedang sandi dan Surya juga berpamitan pada Ali dan pak Nawi..
setelah itu mereka menuju ke surabaya.. sandi mengantar Bu Mala dan pengantin baru itu ke rumah utama..
sedang dia menuju ke rumah nya sendiri yg sudah di persiapkan untuk keluarga kecilnya itu...
setelah sampai mereka pun bersih bersih dan bermain bersama si kembar sedang sandi sudah tak mengizinkan Wulan untuk memasak dan hanya fokus pada ketiga buah hatinya itu..
sore hari sandi mengajak keluarganya untuk mengunjungi rumah utama.. dan di sana sudah ada Vita dan salsa bersama keluarga masing masing ..
mereka tengah mengintrogasi Surya yg menikah tapi tak dirayakan... sandi hanya tersenyum melihat tingkah kedua adiknya itu..
"hei kalian hentikan menggoda pengantin barunya.." kata sandi sambil mengendong Ardan dan arka..
"cih.. lihat pengantin lama nonggol.. " kata Vita
"huh.. meski kami pengantin lama.. tapi lebih mesra dari pengantin baru itu.. bener gak sayang.." kata sandi mencium pipi wulan..
"iih.. malu mas.." kata Wulan..
Ardi dan Ardan pun protes..
"pa..pa..pa.. " celoteh mereka sambil mengeleng..
semua tertawa melihat kelakuan sandi.. dan trio Ar yg sangat aktif merangkak kemana mana...
rumah utama Siddiq seperti taman paut karna begitu banyak anak kecil.. Syarif yg paling besar pun menjaga Abi (putra salsa) dan trio Ar..
sedang para orang dewasa hanya mengawasi..
" hei Surya cepet bikin anak perempuan.. karna cucu ibu semua laki laki.." kata sandi
__ADS_1
"aku tak ingin memaksa Lia.. jika memang dia belum siap.." jawab Surya..
"oke kalau gitu.. sayang kita bisa coba buat adik buat trio Ar.. siapa tau perempuan.." kata sandi merangkul sang istri..
"ahh.. mas anak anak anak masih kecil.. masak mau tambah lagi.."kata Wulan cemberut..
" mumpung mas masih kuat.." goda sandi..
" kuat apa kak.. " tanya Surya..
" ya kuat untuk bikin lah.." kata sandi yg sudah dapat tatapan membunuh dari Wulan...
"aduh.. kak sandi makin mesum aja sih..." kata salsa
semua orang tertawa.. tak terasa rumah yg dulu begitu sepi kini menjadi ramai dan hangat..
Bu Mala bahagia.. melihat putra dan putrinya menemukan kebahagiaan.. dan mempunyai cucu cucu yg begitu lucu...
makan malam pun terjadi penuh drama.. karna trio Ar yg berebut minta di suapi dan begitu pun Syarif dan Abi yg merengek-rengek minta di suapi Wulan...
sandi pun tak habis pikir kenapa istrinya bisa di buat rebutan oleh kelima bocah itu... bahkan Syarif dan Abi tak mau mengalah...
" hei kalian.. bantu Kaka ipar mu itu biar gak kuwalahan begitu.." perintah sandi pada Vita dan salsa..
" sini makan sama aunty ya.. kasihan mama Wulan kalau kalian rebutan terus..." kata Lia lembut..
Syarif pun menurut.. tapi Ardi malah menghampiri Lia dan minta di suapi oleh Lia..
malam makin larut semua orang sudah pulang... Surya sedang bersama dengan Lia di kamar..
"dek pernikahan kita sudah sah secara hukum dan agama.. dan aku tak ingin memaksa mu.. kita bisa saling mengenal dulu.. dan kita bisa mulai dari berteman.." kata Surya..
"iya mas.. maafkan aku belum bisa menjalankan kewajiban ku..." kata Lia..
"itu tak masalah dek... mas akan tunggu sampai kau siap.. dan sekarang ayo tidur..." kata Surya..
Lia dan Surya pun membaringkan tubuhnya berdampingan dengan Lia.. Surya menatap wajah Lia dan.. CUP Surya mencium kening Lia..
mereka mulai tidur dan akan mulai mengenal satu sama lain tanpa ada paksaan...
πΊπΊπΊπΊπΌπΌπΌπΊπΊ
di rumah sandi setelah ketiga putranya tidur.. sandi mengendong Wulan menuju kamarnya.. di sana sandi menidurkan istrinya.. mulai Mel****t bibir Wulan hijab Wulan sudah terlepas begitu pun kemeja sandi...
__ADS_1
malam penuh hasrat mereka pun terjadi.. bagi sandi tubuh Wulan bak candu... sandi tak bisa berhenti untuk tak menyentuhnya..
setelah selesai mereka menarik selimut dan menutupi kulit polosnya..
"mas apa pernikahan kak Surya dan Lia akan berhasil... " kata Wulan..
"itu pasti dek.. apa lagi kalau lihat Surya yg begitu mencintai Lia.." kata sandi..
" Hem setidaknya Lia menikahi pria yg ia cintai...," kata Wulan..
"apa maksud ya dek.." tanya sandi..
"mungkin perjuangan kak Surya tak akan sepatah aku dulu.. sampai hampir telanjang hanya karna tak ingin suamiku bercinta dengan wanita lain..." kata Wulan..
"iya itu cerita kita.. karna setiap cinta mempunyai ceritanya sendiri.." kata sandi
sandi mulai ******* bibir Wulan.. sandi mengulangi kegiatannya lagi.. sandi bagai tak bisa berhenti menikmati tubuh istrinya..
mereka pun terkulai lemas karena sandi terus bermain serasa tak ada capeknya...
"semoga kita cepat di beri putri cantik ya..." kata sandi..
"Amien mas... tapi kalau kembar lagi gimana.." tanya Wulan..
"tenang dek.. mas masih muda kok seandainya kamu hamil kembar 3 lagi mas gpp.." kata sandi..
"tapi aku capek mas.. belum lagi habis kejadian kemarin.." jelas Wulan..
"iya ya... kalau begitu nunggu trio Ar 3 atau 4 tahun baru hamil lagi ya..." kata sandi..
"iya papa sayang..." kata Wulan
mereka tidur dengan berpelukan.. sandi posesif tak ingin siapapun memisahkan mereka lagi.. cukup cobaan kemarin yg meng hadang mereka...
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote ππππππ terima kasih
__ADS_1