Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ let's play


__ADS_3

pagi pun datang, seperti biasa Aline menyiapkan semua keperluan Ken, dan dia juga sudah siap.


"mas bangun dong, udah siang nih kan kita ada rapat," kata Aline.


"masih ngantuk sayang, semalam aku tak bisa tidur," jawab Ken yang menutup tubuhnya dengan selimut.


"ih... salah sendiri siapa yang suruh main sama Jacob sampai Mala, ayo mandi tadi mas habis subuh juga tidur gitu," kata Aline.


"iya ih, cerewet banget sih istriku ini makin sayang deh," kata Ken yang duduk sambil merapikan rambutnya.


"udah mandi sana, aku mau turun bawa berkas berkas dulu, cepetan ya," kata Aline yang keluar dari kamar.


Ken hanya tersenyum melihat istrinya itu, Aline akan semakin berisik jika tak di ikuti keinginannya.


setelah 30 menit Ken turun dengan rapi dan terlihat tampan, Aline tersenyum dan mereka pun sarapan bersama.


setelah itu Aline dan Ken berangkat ke kantor, saat di dalam mobil Ken melihat ke jok belakang ternyata timpukan berkas begitu banyak.


"sayang itu berjas kemarin kamu bawa pulang?" tanya Ken.


"menurut mas, ya mau gimana lagi biar hati ini dapatnya lancar dong," jawab Aline.


"oke," jawab Ken menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di kantor.


Ken turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil saat sampai di depan lobi perusahaan nya.


"mari sayang," kata Ken.


"terima kasih mas," kata Aline menyambut tangan Ken.


Ken memerintahkan seorang resepsionis pria membantu membawa berkas ke ruangannya, sedang satpam membawa mobil Ken ke parkiran.


kini Aline berjalan bersama Ken menuju ke lift khusus untuk menuju lantai tempat kantor Ken.


sesampainya di sana ternyata Dimas dan Feby sudah selesai menyiapkan ruang rapat, Aline mengikuti Ken ke ruangannya dan mulai memeriksa jadwal suaminya.


Ken sedang menerima telpon dari Ozil tentang kelanjutan kasus di cabang Malaysia.


tok.. tok..


"masuk," kata Aline.


"selamat pagi bos, dan nona para kepala devisi sudah berkumpul di ruang rapat, dan juga tuan Lui dan tuan besar James," kata Aryo.


"baiklah, kamu akan datang ke sana," jawab Aline yang mengambil iPad nya.

__ADS_1


Aline berjalan menghampiri Ken dan menepuk lengan Ken,"sayang rapatnya akan kita mulai," kata Aline.


"baiklah, oke Ozil selesai kan dengan bersih dan segera kembali," kata Ken mengakhiri panggilan telpon dari Ozil.


kini Ken berjalan bersama Aline dan Aryo menuju ke ruang rapat, ternyata semua orang sudah berkumpul.


"selamat pagi semuanya," sapa Ken yang duduk di kursinya, sedang Aline duduk bersama Aryo yang menyiapkan data untuk rapat hari ini.


"oke karena yang di tunggu sudah datang, kita mulai rapat hari ini," kata Ken.


kini rapat berjalan lancar saat satu persatu karyawan menerangkan tentang kinerja masing masing divisi.


Aline berdiri dan menyerahkan iPad nya pada Ken, Ken melihat isi semua bukti tentang komplotan yang terlibat.


"oke ku kita kinerja kalian sangat memuaskan, tapi satang ada satu devisi yang telah melakukan pengelapan dana yang tak sedikit," kata Ken.


semua terdiam, Aline menelpon para pengawal untuk bersiap, James sudah mengetahui semuanya sebab itu dia datang untuk mengikuti rapat.


"pilih jujur atau tidak itu pilihan kalian, yang pasti semua ada akibatnya," kata Ken datar.


Aline melihat ke arah Aldo dan pak Ahmad yang sudah terlihat tegang, kini Aline sudah berdiri di samping Ken.


"kalian tak mau kan nasib kalian tragis," kata Ken lagi.


Aline mulai meregangkan otot tangannya, sedang James sudah tersenyum melihat Aline yang tak selembut yang terlihat.


"dasar kau penghianat," gumam pak Ahmad.


"baiklah Doni bawa Aldo ke kantor polisi, minta Dimas memberikan bukti pada pihak berwajib," kata Ken.


"ayolah, kenapa kau belum mengaku padahal anak buah mu sudah mengakui semuanya," kata James tersenyum menyeringai.


"itu bohong tuan," kata Ahmad.


"uhh... boleh aku bermain dengannya?" kataalone pada Ken.


"tentu, karena dia menghianati ku dan juga tak mengakui hal menjijikan itu," kata Ken.


"kau memilih mati pak Ahmad, baiklah let's play the game,"kata Aline.


Aline langsung memberikan tonjokan ke wajah pak Ahmad sampai pingsan, semua orang kaget melihat Aline yang selama ini terkenal ramah dan ceria tapi bisa mematikan.


"Dion, Alex dan Arnold bawa penghianat itu ke markas, dan buat dia mengatakan siapa yang menyuruhnya menusukku," perintah Ken.


Aline sedang membersihkan tangannya dengan tisu basah, dan kembali berdiri di samping Ken yang tengah duduk di kursi kebesaran nya.

__ADS_1


"kalian ingat jangan berani berkhianat jika tak ingin menyesal," kata Aline datar.


semua orang mengangguk mengerti, "baiklah mulai hari ini Louis akan menjadi wakil CEO dan tolong berkerjasama dengan baik," kata Ken.


"baik bos," jawab semuanya.


"baiklah rapat selesai, silahkan kembali ke devisi kalian masing-masing," kata James.


kini mereka menuju ke ruangan Ken, sedang Aline sedang menuju ke ruangan sekertaris untuk memberikan semua data yang sudah di benarkan oleh Aline.


setelah itu Aline datang dengan membawa 3 cangkir kopi untuk ketiga pria yang sedang berada di ruangannya.


"Aline apa itu sisi lain yang kau miliki?" tanya Lui.


"iya, dan kak Lui belum mengetahui sisi milik Mecha, dan kupastikan anda berada di tangan yang tepat," jawab Aline.


"aish, kedua menantuku ternyata punya sisi seperti Rissa terlihat lembut dan penuh kasih sayang tapi bisa sangat menyeramkan saat marah," kata James.


"karena aku adalah putri yang selama 10th dalam pengasuhan nya Daddy," jawab Aline tersenyum.


"kau memang yang terbaik Aline," kata James.


"oh ya Lui, mulailah membuka hatimu untuk istrimu Mecha, bagaimana pun dia wanita yang pantas untuk keluarga ini, dan lupakan masa lalu sialan itu," kata Ken.


"iya Ken, asal kau tau Mecha secara tak sadar membuatku sangat bergantung padanya, seakan aku tak bisa kalau tanpa nya," jawab Lui.


"ternyata daya pikat Mecha memang besar, hingga bisa membuatmu bisa menyukai gadis itu dengan cepat,"kata Ken.


"ya aku tak sadar karena keusilan ku dia Hadi mudah marah, dan itu sangat menyenangkan bagiku hingga aku tak sadar jika dia perlahan masuk ke dalam hatiku," kata Lui.


"maka jagalah istri istri kalian, ingat jika kalian melukai mereka siap siap lah menghadapi mommy kalian," kata James pada Ken dan Lui.


"siap Daddy," kata Lui dan Ken.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima


__ADS_2