
sedang di resort Jessica tengah bersiap tidur, Jasper menemani sambil membaca beberapa pekerjaan nya.
"Jasper, apa aku akan bisa bahagia?" pertanyaan yang berhasil membuat Jasper mengalihkan pandangannya ke arah Jessica yang masih berbaring di ranjang.
"pasti nona, memang kenapa? apa kau menyukai seseorang? aku bisa memeriksa latar belakangnya untuk mu," kata Jasper.
"tak ada, aku hanya berharap bisa memiliki pasangan yang bisa mencintai ku apa adanya, dan tak hanya menginginkan harta yang di miliki keluarga Smith," kata Jessica.
"itu sangat sulit, apalagi nona adalah putri satu-satunya dari keluarga Smith, dan tak boleh memiliki pasangan yang sembarangan," kata Jasper.
"kau menyebalkan, kalau seperti itu aku tak usah menikah saja," jawab Jessica sambil menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.
Jasper tersenyum, kemudian Jasper menghampiri Jessica dan membuka selimut dan membenarkan nya.
Jasper mengecup kening Jessica dengan penuh kasih sayang, kemudian Jasper menuju ke kamar milik nya.
Jasper pun juga memilih tidur untuk melupakan pembicaraan dengan Jessica barusan.
entahlah apa Jasper bisa melihat melihat Jessica bahagia bersama pria lain nantinya.
akhir nya semua melewati malam dengan pikiran masing-masing, tanpa mereka tau kejutan sudah di persiapkan.
pagi hari Jacob terbangun karena mencium bau masakan kesukaan nya, Jacob langsung bangun dan berlari ke dapur.
dua terkejut melihat Rissa yang sudah memasak bersama Aline, dan Jacob langsung memeluk sang mommy.
"mommy, Jacob kangen, kenapa baru datang sekarang?"kata Jacob manja.
"khem.. Jack bisakah kau pakai baju dan cekana mu, dan jangan hanya mengunakan boxer seperti itu, kau bukan anak kecil lagi," kata Kennard.
"Kya... kenapa kalian semua di sini, Jay membuat vila ku sesak dengan ikut nimbrung di sini!" jawab Jacob.
"uh pria ini belum pernah ke kotak ya," kata Kennard yang bersiap menghampiri Jacob.
plak, sebuah pukulan di kepala di berikan oleh Louis sambil tertawa, "sakit, ya kalian memang suka menindas ku," kata Jacob.
"aduh kasihan adik kakak, sini mama yang sakit," kata Aline sambil mengusap-usap kepala Jacob.
__ADS_1
Rissa pun melakukan hal yang sama, sedang Louis sudah dapat pelototan dari keempat bocah kecil itu.
bahkan wajah marah Neel dan Neev mirip sekali dengan Kennard, Louis hanya menahan tawanya.
"guys, serang mereka berdua, nanti om ganteng akan ajak kalian jalan-jalan," kata Jacob.
"selang!" teriak Dita.
kini keempat bocah itu pun memukul kedua papa mereka, sedang Jacob sudah di jewer oleh Rissa karena mempengaruhi keponakannya.
"huh,kamu ini kok malah ngajarin yang gak bener, sekarang mandi karena mommy ingin mengajak mu bertemu seseorang," kata Rissa.
"siap mommy," jawab Jacob.
Jacob pun masuk ke kamar, dan sarapan pun siap, tak lama Jessica dan Jasper juga sudah datang.
Jessica terlihat cantik dengan gaun bunga tanpa lengan, sedang Jasper mengunakan kaos senada.
tak butuh waktu lama Jacob sudah berkumpul bersama keluarganya, mereka sarapan bersama.
mereka sudah di sambut oleh para pelayan dengan wajah Asia timur, Jacob melihat Aline yang terlihat begitu bahagia.
"ini sebenarnya ada acara apa sih?" tanya Jacob pada Jasper.
"mereka ingin menjodohkan mu dan Jessi dengan kerabat dekat dari keluar Hinata dari jepang," kata Jasper.
"APA, EMANG GUE GAK LAKU APA!" teriak Jacob spontan.
semua orang langsung menoleh kearah pria muda itu, bahkan Rissa sudah memelototi Jacob.
"maaf.." kata Jacob menangkupkan tangannya.
sedang Jasper menahan tawanya karena berhasil menggoda pria itu, sedang Jacob langsung badmood.
benar saja saat di dalam sudah begitu banyak tamu, bahkan tuan Agashi mengenalkan satu persatu gadis dan pria yang mapan untuk Jessica dan Jacob.
Jasper merasa begitu sesak selama perayaan, apalagi begitu banyak pria yang ingin mendekati Jessica.
__ADS_1
tanpa di duga, Jessica memilih mengandeng dan bersama Jasper, ya hanya pria itu yang bisa membuat Jessica nyaman.
Rissa hanya tersenyum melihat putrinya itu, apalagi Jasper terlihat begitu melindungi Jessica.
berbeda halnya dengan Jessica, Jacob malah sibuk dengan minuman alkohol yang di sediakan di pesta itu.
Jacob sudah menghabiskan tiga gelas minuman, Kennard menghampiri sang adik yang memilih duduk di pojokan.
"kau sedang sedih? kenapa? kau bisa bersenang-senang di sini banyak gadis cantik, kau tinggal memilihnya," kata Kennard.
"gak ada yang membuatku tertarik, mereka semu murah*n, aku butuh gadis yang baik untuk keluarga kita" kata Jacob.
"kau mencari calon istri kalau begitu," jawab Kennard.
"kau benar, dan aku tak menyukai Mereka, mereka membuat ku jijik," tambah Jacob.
"apa kamu normal, hingga melihat wanita membuat mu jijik, jangn bilang kau menyukai pisang," kata Kennard sedikit terkejut.
"aku normal, hanya saja aku tak tertarik dengan para wanita itu," jawab Jacob.
"baiklah, kau bisa pergi dari pesta, tapi ingat bawa gadis yang kau sukai secepatnya, mengerti, sana pergi," kata Kennard.
" kau kakak terbaik memang, aku pergi, jika ada yang bertanya tolong bilang, aku sedang mencari istri," kata Jacob sudah meninggalkan tempat pesta itu.
Kennard hanya tertawa melihat kepergian Jacob, ya dia tau jika Jacob bukan pria yang bisa di Kemang dengan aturan.
Kennard yakin jika adiknya itu bisa menentukan pilihannya sendiri, apalagi selama ini Jacob tumbuh dengan baik.
"Kennard, itu Jasob mau pergi kemana?" tanya James.
"dia ingin mencari istri seperti mommy katanya, ya kita lihat saja apa anak itu sudah dewasa," kata Kennard.
"ya, terima kasih sudah mengawasi adikmu itu, kau tau sendiri Daddy selalu sibuk dengan kesehatan dari Jessica," kata James.
Kennard pun mengangguk, maka dari itu Kennard adalah ayah kedua, untuk Jacob untuk mengantikan peran James.
untung Jacob tak menikah dan membuat nya binggung, pasalnya Aline juga melakukan hal yang sama untuk membantu mengawasi Jacob.
__ADS_1