Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
keputusan besar Aisyah.


__ADS_3

sudah sebulan berlalu dari kejadian Jasper dan Aisyah. bahkan Jacob sudah kembali pada rutinitasnya.


begitupun Aisyah yang sedang mengajar, bahkan Aisyah sudah kembali menjadi dirinya yang lama.


dokter Wibowo terus memantau keadaan Aisyah dari jauh, apalagi Aisyah terus mengonsumsi obat yang dia resepkan.


hari ini ada tamu spesial di yayasan, bahkan para murid sangat menantikan tamu istimewa itu.


sebuah mobil Alphard memasuki sekolah, seorang wanita sepuh dengan segala keanggunan yang di miliki.


Aisyah dan Arka bahkan sudah menyambut wanita itu. "assalamualaikum mama, akhirnya aku bisa memeluk mama tersayang ku ini," kata Arkana.


"waalaikum salam... kamu selalu bisa membuat mama merasa muda Arka, halo cucu menantuku, kamu makin cantik saja," kata Wulan melihat kearah Aisyah.


"terima kasih Oma, tapi tak ada yang lebih cantik dan anggun selain Oma," kata Aisyah memeluk Wulan.


"terima kasih nak, tunggu Arka, mana dua anakmu kenapa tak menyambut mama?" tanya Wulan.


"kami di sini Oma," kata Alex dan Abimana.


keduanya pun menyapa sang Oma, Abimana bahkan sudah menyiapkan mawar putih untuk sang Oma.


"dasar kalian ini, ya sudah ayo kita mulai acaranya," kata Wulan pada semuanya.


Kayla, Icha dan Chintya bahkan bisa melihat kehangatan keluarga besar dari Aisyah, saat Wulan duduk untuk memberi sambutan.


Aisyah bergabung dengan para murid, "kalian habis ngerokok ya?" bisik Aisyah pada Kayla.


"tidak Bu," bohong Kayla.


"bajumu tak bisa bohong nak, kalian ini ya, kenapa tak bisa berubah sih, tak baik loh untuk kesehatan," kata Aisyah.


sedang Chyntia langsung memeluk Aisyah, bahkan Arka bisa melihat bagaimana Aisyah yang dekat dengan semua murid.


Wulan sedang mengisi acara di sekolah, Abimana terus mengawasi Icha, sedang Icha pun menyadari itu.


"ya elah bro, gak usah di lihat terus, kasihan tuh cewek," bisik Alex.


"diamlah, atau aku akan menjahit mulut mu," jawab Abimana.


Alex hanya tertawa melihat saudaranya itu ketahuan, setelah itu giliran para siswa yang memberikan hiburan.


Aisyah bergabung bersama semua murid, sedang Wulan menunggu seseorang di kantor Arka.


"ayolah ma, kenapa mana seperti ini, aku sudah tua, dan jangan buat aku berkencan," jawab Arka.


"kau suka jajan gak jelas, itu lebih baik jika ada istri yang menggaturmu," jawab Wulan menjewer Arka.

__ADS_1


"malu ma, masak iya aku menikah di usia ini, bagaimana jika Alex dan Abimana yang menikah," tawar Arka.


"Jangan bawa-bawa kamu Pi, udah sih menikah saja, kami juga tak keberatan jika punya ibu sambung," jawab Alex.


"putra apa kalian," jawab Arka kesal.


"sudah-sudah sebentar lagi dia sampai, dan mama harap kamu bisa mengenalinya," kata Wulan tersenyum.


"wah, sepertinya ada yang tak beres ini, kenapa mama begitu yakin dengan calon istriku ini, memang apa keunggulan nya?" tanya Arka penasaran.


"kamu nanti akan tau, dan jika kamu menolak, nama pastikan, kamu akan menyesal," kata Wulan.


"tenang Pi, dia begitu cantik, kami sudah mengenalnya, bahkan oma sendiri yang memilihnya, dan kami pun setuju," kata Alex.


"itu yang membuatku takut malahan," jawab Arka.


saat sedang bersama para muridnya, Aisyah tiba-tiba merasa kepalanya pusing, "ibu kenapa?" kaget Kayla.


"bisa tolong antar ibu ke kantor, kepala ibu pusing," jawab Aisyah.


Kayla pun memapah Aisyah keruangan guru, tak sengaja Alex melihat Aisyah yang di papah oleh Kayla.


"ada apa Kayla?" tanya Alex.


"Bu Aisyah pusing pak, saya takut Bu Aisyah sakit seperti dulu," jawab Kayla.


"kamu selalu seperti itu, baiklah kita keruangan ku, di sana Oma ingin mengenalkan seseorang," jawab Alex.


"kalau begitu, saya pamit ya pak," kata Kayla.


"silahkan, tapi ingat jangan berantem lagi," kata Alex.


"iya Janji, asal pak Alex mau jadi kekasih ku, bagaimana?" tawar Kayla.


"ya sudah, tapi ingat jangan berantem," jawab Alex tak sadar.


Kayla melongo mendengar jawaban Alex, pasalnya dia hanya bercanda dan tak menyangka Alex mengiyakan.


"gue gak mimpi kan, guru ganteng sekolah ini, mau jadi pacar gue," gumam Kayla sambil menunjuk dirinya tak percaya.


Aisyah masuk dan langsung duduk di samping Wulan, Alex pun mengambil air hangat untuk Aisyah.


"ini minum," kata Alex memberikan obat.


tapi Aisyah hanya mengambil air putih hangat, "kenapa bang?" tanya Abimana.


"dia sakit, hampir pingsan, Aisyah minum obatnya," kata Alex.

__ADS_1


"bang Alex, aku tak bisa minum obat sembarangan, kalian kan tau keadaan ku," jawab Aisyah yang sedikit sedih.


"tak apa nak, Alloh tak akan memberi cobaan, melebihi kesanggupan umatnya, dan Oma yakin suatu saat kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan itu," kata Wulan menenangkan Aisyah.


"amiin Oma, tapi kebahagiaan itu harus di tebus dengan mahal, apalagi pengobatan yang harus di jalani harus menelan biaya yang tak sedikit," jawab Aisyah.


"tenang Aisyah, suami dan mertua mu tak kekurangan uang untuk itu, bahkan papa tau jika Jacob sudah menyiapkan semuanya untukmu," kata Arka.


"tapi pa, pekerjaan di sini tak bisa di tinggal, apalagi papi belum pulang dari Amerika," jawab Aisyah.


"itu sebabnya aku pulang dan juga bersiap mengantikan suamimu Aisyah, asal kamu tau Jacob mungkin akan mundur beberapa bulan lagi, dan akan serius mengajak mu berobat," jawab Abimana.


"dan aku pasti akan kehilangan guru sebaik dirimu dan juga paling di sayangi di sekolah nantinya," kata Alex.


"terima kasih, ya mas Jacob sudah membicarakan itu dengan ku," kata Aisyah.


"ayolah Aisyah, jangan panggil suami bule mu itu mas, aku merasa Jacob seperti bule kampung kalau kamu memanggilnya seperti itu," kata Abimana.


semua pun tertawa bersama, tak lama seorang satpam mengantar seorang wanita yang sudah di tunggu.


"masuklah Syafa, kami sudah menunggu mu," kata Wulan.


Arka kaget melihat wanita yang masih terlihat cantik, bahkan Alex menahan tawanya melihat wajah Arka yang kaget.


"assalamualaikum semuanya," sapa Syafa.


"waalaikum salam bunda Syafa," sapa Alex, Abimana dan juga Aisyah.


"Arka di jawab dong salamnya," kata Wulan mencubit tangan Arka.


"waalaikum salam, kamu ke sini?" tanya Arka yang berhasil memancing gelak tawa antara Mereka.


"papi, memang kenapa jika bunda Syafa kemari, gak boleh?" goda Alex.


"gak kok, aku hanya tak menyangka kamu kemari," jawab Arka.


"iya mas, kebetulan aku ingin bertemu ibu, dan juga Rissa," jawab Syafa.


"benarkah, baiklah kalau bunda nanti bareng aku saja pulangnya tak masalahkan," kata Aisyah.


"tidak Aisyah, biar nanti papa yang antar kalian, lagi pula kamu kan lagi gak enak badan," kata Arka terlihat begitu bahagia.


"Pepet pi, jangan kasih kendor," kata Alex dan Abimana.


"siap," jawab Arka.


semuanya kembali tertawa mendengar jawaban Arka yang gokil, pasalnya Abimana dan Alex yang meminta Wulan untuk mencarikan pendamping hidup untuk Arka.

__ADS_1


__ADS_2