Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ sisi lain menantu Smith


__ADS_3

Sasha makin ketakutan saat melihat senyum Mecha, "tidak ada yang boleh merebut cinta Louis dariku, atau dia harus mati," kata Mecha mengacungkan pisau penuh darah kearah Sasha.


"pembunuh!" teriak Sasha sambil berlari meninggalkan Mecha.


tapi dia kaget saat akan menuju ke kamarnya dia melihat pemandangan yang sama tapi makin seram karena Aline membawa bangkai kucing di tangannya dan juga wajah berlumuran darah.


"siapa yang kamu panggil pembunuh ha-ha-ha," tawa Aline.


"kalian.. kalian.. kalian psikopat," kata Sasha gemetar ketakutan.


Aline memiringkan kepalanya dan tersenyum pada Sasha, "kau tau kan, aku juga bisa membunuh orang yang ingin menyakiti suami ku," kata Aline berubah kejam.


"AAAA.." teriak Sasha saat Aline melempar bangkai kucing pada Sasha, dan kini Aline sudah siap dengan pisaunya.


Sasha sekuat tenaga menghindari Aline, tapi saat dia menuju ke pintu utama Mecha sudah berdiri dengan pisau di tangannya.


"kau harus mati!" teriak Mecha.


"tidak aku mohon, aku hanya minta bantuan Lui," mohon Sasha yang sudah ketakutan.


"tak ada yang boleh menganggu suamiku, atau kau mati!" teriak Mecha.


"sayang kau mau katakan sejujurnya atau kau mau mati di tangan kami cepat katakan," kata Aline yang berbisik sambil meletakkan pisaunya di leher Sasha.


"ba- baiklah aku akan mengatakan sejujurnya, aku hanya di minta untuk menghancurkan Lui dengan mengodanya dan membuat pernikahan Lui hancur, karena suamiku tak menyukai jika Ken dan Lui bahagia," jawab Sasha sudah ketakutan melihat Aline.


"kau tau hukuman membuat keluarga kami terpecah, hanya satu dan ku pastikan kau akan mendapatkan nya," kata Aline sambil memainkan pisau di wajah Sasha.


"aku mohon ampuni aku, aku hanya menuruti keinginannya, jangan bunuh saya.." mohon Sasha.


"kau harus mati!" teriak Aline.


" aku mohon aku salah, jangn bubuh aku..." kata Sasha makin ketakutan bahkan kini dia sudah menangis, apalagi melihat kedua gadis itu sudah berdiri di depannya.


Sasha tak tau jika bodoh mengikuti permainan suaminya, dia tak menyangka jika istri dari Ken dan Lui begitu kejam dan berdarah dingin.


saat Sasha masih menangis ketakutan, tiba tiba lampu menyala begitu terang, dan muncullah kelurga Smith.


"kalian tolong aku, jangan biarkan mereka membunuhku.." mohon Sasha berlari kearah Lui.


"kenapa itu hukuman untuk orang yang menghianati keluarga Smith," jawab Lui datar.

__ADS_1


"ya sayang kenapa kau membunuh boneka kucing itu," kata Ken saat melihat boneka yang seperti bangkai kucing itu.


" ha-ha-ha.. kami berhasil dan kau Sasha aku bisa saja langsung membunuhmu tapi itu tak seru," kata Aline mendekat kearah Ken.


"apa yang kau katakan," binggung Sasha yang masih gemetar.


"kami tau jika kau ingin berbuat pada suami kami, tapi aku ingin menunjukkan kebenaran tentang dirimu terutama pada suamiku," kata Mecha yang berdiri di samping Lui.


"ternyata keputusan ku benar dengan tak menerima mu sebagai menantu, kau wanita yang bisa melakukan apapun demi uang kan," tambah James.


"kalian membohongiku, kalian harus membayar nya,"kata Sasha ingin menyerang Lui.


Mecha yang meliht itu langsung mencengkram leher Sasha dengan erat, bahkan Sasha sudah kesakitan dan sesak napas.


"aku bilang jangan pernah berani mengusik dan melukai suamiku!" teriak Mecha sambil mengeratkan cengkraman di leher Sasha.


"kau.. lepas.." kata Sasha terbata karena cengkraman Mecha.


dengan sekali sentak Sasha terdorong hingga tersungkur sambil terbatuk, Mecha sudah memasang wajah sanggarnya.


"Doni, Arnold, Iwan bawa wanita ini pergi, dan kirimkan pada suami brengseknya itu!" teriak Lui pada para orang kepercayaan keluarga Smith.


" baik tuan," jawab keduanya.


"tapi sayang itu tak kan mungkin, karena suamimu itu sudah di tangkap polisi dan juga akan di hukum mati, sedang karir mu sendiri sudah hancur nyonya," kata Ken tersenyum menyeringai.


"apa maksudmu," kata Sasha.


"Dio ketahuan mengelapkan pajak perusahaannya, dan dia juga di laporkan atas pembunuhan dan pemerkosaan yang di lakukan pada beberapa sekertaris nya, dan sayang dia tak menyadari jika ada saksi mata yang mengetahui kelakukan buruknya," jawab Ken lagi.


"jadi sekarang ku hancur nyonya, dan buang wanita itu dan pastikan jangan biarkan dia tak bisa mendekati keluarga Smith lagi," kata Aline.


" baik nona besar," jawab ketiga pengawal itu.


akhirnya Sasha di seret oleh para pengawal, sedang Rissa memeluk kedua menantunya itu.


"kau lihat Lui mereka begitu kejam saat marah kan," kata Ken saat melihat Aline dan Mecha tengah di peluk Rissa.


"tapi aku bersyukur mereka bisa melindungi harga diri dan juga nama baik keluarga Smith," kata James.


"ya dan aku Bru tau jika mereka punya jiwa psikopat yang mengerikan," kata Lui.

__ADS_1


"apa yang kau bilang?" tanya Rissa saat mendengar perkataan Lui.


"mereka psikopat mom," jawab Ken enteng.


"hahaha berarti akting kami berhasil dong jika kalian percaya," jawab Aline.


"tapi tidak dengan melukai white," kata Lui kesal.


"kata siapa white aman kok dengan pak Jun, kami hany mengunakan boneka mirip white supaya meyakinkan kami bahkan memberikan darah sungguhan pada boneka boneka itu," kata Mecha.


"berarti kalian ini?" tanya James.


"iya ini darah sungguhan Daddy," jawab Aline sambil tersenyum.


"aish.. baru kali ini ada orang mainan darah bangga," jawab Ken menepuk dahinya.


malam itu mereka pun memutuskan untuk beristirahat dengan nyaman setelah kejadian yang menegangkan itu.


sedang kini Sasha sudah di bawa menuju ke sebuah desa yang sangat terpencil, bahkan dia terlebih dahulu di bius agar tak mengetahui lokasi pastinya.


sedang Dio pasrah di bawa kembali ke negaranya karena harus menjalani hukumannya.


Mecha tengah tertidur pulas di samping Lui, Lui memperhatikan wajah cantik istrinya itu.


Lui mengecup kening Mecha begitu lama dan tersenyum saat melepas kecupannya,"terima kasih kau mau menerima keadaan ku bahkan melindungi ku," kata Lui.


kini Lui tidur sambil memeluk Mecha dengan erat, karena sebenarnya Lui sudah mulai sembuh dengan perawatan Mecha selama ini.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2