
Aisyah merasa malu karena tak sengaja melihat tubuh Jacob yang tengah bertelanjang dada.
bahkan Aisyah dengan jelas bisa melihat tato di punggung dan lengan Jacob yang bergambar burung elang dan naga.
"Jacob cepat pakai bajumu, kau tak malu dengan Aisyah ya!" teriak Jessica.
"kenapa ih, emang Aisyah tak suka melihat tubuhku ya," kata Jacob mendekati Aisyah.
"eits... jangan gil* ya, sekarang Aisyah silahkan kembali, dan tuan muda tampan silahkan tinggalkan kamar kami," kata Jasper.
"cih, kalian mau bulan madu hah, ya semoga dia (menunjuk Jessica) tak membuat mu kuwalahan, karena dia begitu menyebalkan," kata Jacob tertawa sambil meninggalkan kamar itu.
"RAJA SET*N SIAL*N!" teriak Jessica.
Jacob hanya mengunakan kaos dan celana pendek saja saat keluar dari kamar Jessica dan Jasper.
Jacob memperhatikan Aisyah yang berjalan di depannya, tanpa sadar Jacob mengulas senyum melihat gadis itu.
Aisyah bergabung dengan temannya di meja resepsionis, Jacob pun lewat di depan meja itu.
"kau mau bareng Aisyah, kebetulan aku mau ke vila?" tanya Jacob saat melihat Aisyah berkemas.
"emm.. maaf tuan muda, tapi kita tak baik hanya berduaan saja," jawab Aisyah ketakutan.
"ha-ha-ha kau takut aku akan menerkam mu, tenang saja lagi, aku hanya tak mau terjadi apa-apa padamu, lagi pula orang tua mu mengenalku," kata Jacob menyakinkan Aisyah.
karena Aisyah tak menjawab Jacob pun memilih pergi menuju ke mobil miliknya, sedang Aisyah hanya melihat kepergian Jacob.
"kamu ini gimana sih, mau di anterin bos ganteng kok gak mau, kalau aku mah udah tak sikat," kata Uci sambil mencubit Aisyah.
"dasar di otaknya isinya cowok ganteng aja, udah ah aku pulang, udah telat banget nih," kata Aisyah.
"oke non, Titi DJ ya," kata Uci.
__ADS_1
"oke, wassalamu'alaikum," salam Aisyah.
Jacob melihat Aisyah keluar dari resort dan berjalan sambil memainkan ponselnya.
mobil Jacob pun berhenti di samping Aisyah, "masuk biar aku antar," kata Jacob membuka pintu dari dalam.
"tapi tuan-"
"tak ada bantahan Aisyah, cepat masuk atau kamu ku seret untuk masuk."
suara Jacob terdengar mengancam, Aisyah pun memilih mengikuti perintah Jacob, gadis itu kini sudah duduk di samping tuan muda itu.
Jacob langsung menuju ke arah rumah Aisyah, Aisyah hanya diam memperhatikan jalan.
"apa yang sedang kau pikirkan?"
"tidak ada tuan," jawab Aisyah singkat.
Aisyah pun melihat ke arah Jacob, Aisyah melihat pria itu serius menyetir, "tidak tuan, hanya saja saya tak mengerti, kenapa tuan memiliki tato di tubuh tuan, padahal dalam agama Islam itu di larang," kata Aisyah.
"ha-ha-ha, itu benar, tapi aku belum menganut agama karena orang tuaku membebaskan kami memilih keyakinan kami, apa kamu keberatan padaku yang atheis?" tanya Jacob.
"tidak, semua orang pasti akan menemukan hidayahnya, aku yakin Tuhan pasti akan memberi hidayah pada tuan juga," jawab Aisyah.
"oh ya, seandainya aku menikahi mu apa kamu mau?" tanya Jacob.
"APA!" kaget Aisyah.
"woles Aisyah, tak usah terkejut seperti itu, aku hanya bertanya?" kata Jacob sedikit tersenyum.
"maaf tuan, tapi saya ingin memiliki imam yang bisa membimbing saya ke jalan yang benar, dan saya tak ingin ikatan suci itu di buat mainan, jika anda bercanda itu sungguh tak lucu," kata Aisyah sedikit kesal.
Jacob langsung terdiam mendengar penjelasan Aisyah, dia tau benar jika gadis di sampingnya itu tak bisa di ajak bercanda tentang hal ini.
__ADS_1
tak terasa mobil Jacob sampai di rumah Aisyah, "terima kasih tuan sudah mengantar kan saya, saya permisi selamat malam," kata Aisyah yang langsung keluar dari dalam mobil.
Jacob turun dan menghampiri Aisyah, Jacob meraih tangan Aisyah, Aisyah berbalik dan melihat Jacob menahan tangannya.
"apa aku seburuk itu, hingga kau tak ingin menjadi wanitaku, aku tak pernah bercanda dengan ucapan ku," kata Jacob melihat manik indah milik Aisyah.
"maaf tuan, tapi kita belum saling mencintai dan mengenal, bahkan kita berbeda status dan usia, jadi jangan mempermainkan perasaan saya," kata Aisyah melepas tangannya dari genggaman tangan Jacob.
"AKU TAK PEDULI DENGAN STATUS DAN USIA, AKU INGIN MENJADIKAN MU MENANTU KELUARGA SMITH!" teriak Jacob yang berhasil membuat Aisyah berhenti.
Aisyah berbalik dan memandang lelaki yang berdiri di depannya itu, "jangan mengambil keputusan saat hati anda tengah galau, aku tau ini hanya pelarian tuan saja, jadi maaf aku tak bisa menerima semua ini, saya pergi, permisi," kata Aisyah yang berjalan ke arah rumah nya.
tanpa keduanya sadari, pak Agung dan Bu Ninik terkejut saat mendengar percakapan Jacob dan Aisyah.
mereka tak menyangka jika putra dari bos mereka ingin menjadikan putri pertama mereka istrinya.
setelah mendapat penolak kan dari Aisyah, Jacob menuju ke villa pribadi milik keluarganya.
sedang Aisyah memasang senyum terbaik untuk menutupi kegelisahan yang tengah dua alami.
Aisyah memilih untuk masuk kamar dan mengadu pada sang pencipta alam semesta, itu yang terbaik.
sedang di vila Jacob sedang termenung memikirkan perkataan Aisyah.
ya saat ini Jacob baru berusia 20 tahun sudah lulus S2, sedang Aisyah sekitar 22 tahun baru lulus kuliah dari universitas terbaik di Jakarta.
Jacob tak pernah memikirkan perbedaan antara mereka, pasalnya di keluarga mereka tak pernah memilih menantu dari kekuasaan, tapi dari agama dan sifat baik yang di miliki.
Jacob melihat langit-langit kamarnya dan seakan tengah berpikir bagaimana dia bisa membuat Aisyah yakin padanya.
"apa karena muka ku yang seperti playboy ini hingga dia tak ingin bersama ku, atau karena aku memang seburuk itu, lagi pula aku tak sadar diri, aku ingin bersama Aisyah yang sempurna, sedang aku sendiri memiliki kelakuan sebobrok ini, ha-ha-ha."
tawa Jacob terdengar begitu keras, ya pria itu tengah menertawakan kebodohannya.
__ADS_1