
saat Aisyah bergabung bersama tiga gadis muda itu, Ferdy memberi tahu pada Jacob jika Aisyah berada di lapangan.
Jacob pun melihat para wanita yang di maksud Ferdy dan ternyata benar, Jacob hanya tak mengira jika istrinya bisa ke tempat seperti itu.
"ada apa tuan Jacob?" tanya Julian.
"tidak ada, aku hanya melihat istriku, dan sepertinya bersama para muridnya," jawab Jacob.
"wah benarkah, boleh aku berkenalan dengan istrimu tuan," kata Julian antusias.
"tentu, tapi kita harus pergi menghampirinya," kata Jacob menunjuk para wanita di lapangan yang cukup jauh dari mereka.
"tentu," jawab Julian.
keempat pria itu pun menghampiri Aisyah dan juga tiga gadis itu. melihat para pria tampan menuju ke arah mereka.
Chintya sangt antusias, "gaes.. lihat itu mereka kemari," kata Chintya.
Aisyah pun melihat ke arah yang di maksud oleh Chintya, Aisyah hanya tersenyum melihat suaminya yang menghampiri mereka.
"kenapa, kamu menyukai pria-pria itu, apa perlu aku mintakan nomor telponnya?" tanya Aisyah.
"bisa, tapi aku suka yang memakai kaos biru dan juga bertopi putih itu, dia terlihat begitu dewasa dan macho," kata Chintya tanpa rem.
Aisyah tak menyangka jika suaminya bisa di sukai gadis seperti Chintya, bahkan Chintya tak melepas pandangannya.
sedang Icha dan Kayla terlihat kesal saat melihat keempat pria itu makin mendekat, "kenapa pria menyebalkan itu kemari," kata kedua gadis itu bersamaan.
Aisyah dan Chintya pun mengalihkan pandangannya melihat kearah Kayla dan Icha yang sudah begitu cemberut.
"sayang kamu di sini?" kata Jacob saat sudah dekat.
Kayla, Icha dan Chintya binggung dengan sapaan dari Jacob, "ya hanya main dengan ketiga murid ku," jawab Aisyah.
Chintya langsung kaget, pasalnya dia baru memuji suami dari Aisyah, Icha dan Kayla menahan tawanya melihat ekspresi wajah Chintya.
Aisyah pun menghampiri Jacob, Ferdy menyapa hormat, Julian pun melempar senyum pada Aisyah.
"kalian bertiga katanya ingin berkenalan, silahkan," kata Aisyah pada ketiga muridnya.
Chintya langsung takut melihat Aisyah, "mas ini ketiga murid ku, ini Kayla, Icha dan gadis imut ini Chintya, dia nge-fans loh sama kamu," kata Aisyah merangkul Chintya.
"Bu Aisyah maaf, aku tak bermaksud seperti itu," kata Aisyah sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"aduh gak papa kok, aku sudah terbiasa dengan gadis fans suamiku, jadi santai saja, lagi pula suamiku pria yang setia kok," jawab Aisyah.
sedang Kayla menatap Julian benci, begitupun Icha yang menatap benci pada Alvin.
"apa kalian saling kenal tuan Julian?" tanya Aisyah.
"ya hanya seperti pernah bertemu, dan aku tak menyangka jika anda istri dari pengusaha sukses seperti tuan Jacob," kata Julian.
"dia adalah hidup ku, aku bahkan tak akan menjalani hidup tanpa Aisyah di sisiku," kata Jacob.
"kau berlebihan tuan, oh ya bagaimana kalau kita bermain bersama," usul Fredy.
"kenapa, kamu tak mau ikut bermain?" tanya Jacob.
Fredy hanya tersenyum mengangguk, akhirnya mereka pun bermain bersama, saat sedang bermain.
tiba-tiba Aisyah merasa kepalanya berputar, dan dia mimisan, Aisyah pun menepi dan berlari ke toilet.
Jacob pun menghampiri istrinya, "sayang apa kamu baik-baik saja," panggil Jacob.
tak ada jawaban, Jacob pun terpaksa masuk ke toilet perempuan dan melihat Aisyah sudah terkapar di lantai.
Jacob langsung mengendong nya, Fredy pun membukakan pintu mobil dan menyetir menuju ke rumah sakit.
tak lama dokter Wibowo masuk, dan ikut melihat kondisi Aisyah. dia tak mengira jika akan secepat ini reaksi tubuh Aisyah.
tak lama ada seorang suster yang datang dengan beberapa kantong darah, Dera yang mengetahui langsung menghampiri Jacob.
"Jack, Aisyah kenapa?" tanya Dera.
"aku tak tau, kamu tadi sedang bermain tenis, tapi aku melihat dia mimisan dan saat aku melihatnya di toilet, dia sudah pingsan," jawab Jacob.
"tunggu biar aku hubungi om Edward, kebetulan tadi dia di sini," kata Dera.
setelah kepergian Dera, Julian menghampiri Jacob, "aku turut prihatin," kata Julian.
"terima kasih, dan kalian bisa pulang, karena mungkin ini akan lama, dan terima kasih sudah peduli," kata Jacob.
Julian pun pamit, awalnya Kayla tak ingin pergi, tapi Julian memberi pengertian pada Kayla.
Dera datang bersama Edward dan langsung masuk ke ruang UGD, Edward melihat laporan kesehatan milik Aisyah.
"minggir biar aku yang menangani pasien," kata Edward.
__ADS_1
setelah satu jam akhirnya Edward dan dokter Wibowo keluar, "Pi, bagaimana keadaan Aisyah?" tanya Jacob.
"ada sesuatu yang harus kamu tau, kita bisa bicara di ruangan ku," ajak Edward.
"baiklah, Fredy kamu tolong jaga disini," kata Jacob.
mereka pun masuk ke ruang kerja milik Edward, dokter Wibowo tau jika dia sudah tak bisa menyembunyikan ini lagi.
"Jacob, papi ingin membicarakan sesuatu padamu, tapi apa siap menerima semua kenyataan," kata Edward menghela nafas dalam.
"tentu papi, Jack tak bisa melihat Aisyah harus seperti ini," jawab Jacob.
"dokter Wibowo kau bisa menjelaskan padanya tentang kondisi Aisyah sekarang, jangan menutupinya lagi," kata Edward.
dokter Wibowo pun terpaksa jujur pada Jacob, Jacob pun tak mengira jika Aisyah menyembunyikan semua ini sendiri.
Jacob pun langsung keluar dari ruangan Edward, hanya satu hal yang ingin Jacob lakukan saat ini. memeluk Aisyah.
Jacob sampai di ruang rawat Aisyah, terlihat Aisyah tersenyum ke arah Jacob, Jacob pun langsung memeluk istrinya itu.
"kenapa kau menyembunyikan ini dariku, apa kau begitu membenciku," kata Jacob yang menangis.
"aku hanya tak ingin membuat mu kecewa, sekarang mas sudah tau jika aku bukan wanita sempurna," jawab Aisyah.
"aku tak peduli, keluarga Smith sudah memiliki pewaris, dan aku tak keberatan hidup dengan mu meski tak memiliki anak," jawab Jacob.
"tidak, mas juga butuh keturunan, jadi aku ikhlas jika mas mau menikah lagi," kata Aisyah.
"tidak akan, aku hanya ingin kamu satu-satunya istriku, sampai kapan pun," jawab Jacob.
Rissa baru datang bersama James, mereka juga sudah tau kondisi Aisyah, saat mereka masuk.
Jacob menyapa sang ayah, sedang Aisyah langsung mendapat pelukan dari Rissa, untuk memberi kekuatan pada menantunya itu.
"jangan sedih Aisyah, kami selalu bersama mu, kamu harus selalu percaya pada Alloh ya," kata Rissa.
"tapi aku tak akan bisa memberi seorang cucu pada kalian," kata Aisyah.
"sayang, kehadiran mu di keluarga ini adalah sebuah kebahagiaan, jadi jangan merasa kamu tak sempurna, lagi pula kamu adalah kebahagiaan dan hidup Jacob, jadi kamu pun sangat berharga di keluarga Smith," kata Rissa membesarkan hati Aisyah.
"terima kasih telah menerima semua keadaan ku," jawab Aisyah.
James pun mengangguk dan memberi dukungan sepenuhnya pada Jacob dan Aisyah, James akan bahagia saat putranya bahagia.
__ADS_1